Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Benana Geologi Periode 01 - 07 Juni 2020

Logo_ESDM

1. Aktivitas Gunungapi

  • Aktivitas G. Karangetang: Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah teramati asap dari Kawah Utama dan Kawah Dua dengan ketinggian 25–300 meter, bertekanan lemah hingga sedang berwarna putih dan intensitas tipis hingga tebal. Guguran lava teramati keluar dari Kawah Utama ke arah Kali Pangi, Kali Nanitu dan Kali Sense lk 700–1750 meter. Pada malam hari teramati sinar api dari puncak Kawah Utama (selatan) maupun Kawah Dua (utara). Seismograf merekam 63 kali Gempa Hembusan, 1 kali Tremor Non-Harmonik, 2 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 1 kali gempa Vulkanik Dalam dan 38 kali Gempa Tektonik Jauh (1 kali Gempa Terasa dengan MMI III).
  • Aktivitas G. Agung: Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah teramati asap dari kawah utama dengan ketinggian sekitar 30 meter di atas puncak, bertekanan lemah berwarna putih dan intensitas tipis. Seismograf merekam 1 kali Gempa Hembusan, 2 kali Gempa Tektonik Lokal dan 24 kali Gempa Tektonik Jauh (1 di antaranya terasa dengan MMI II).
  • Aktivitas G. Sinabung: Tidak ada kejadian erupsi eksplosif maupun efusif. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 50–500 meter dari puncak. Seismograf merekam 8 kali gempa Hembusan, 3 kali gempa Tornillo, 1 kali gempa Low Frequency, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam, 10 kali Gempa Tektonik Lokal, 13 kali Gempa Tektonik Jauh, 2 kali Getaran Banjir.
  • Aktivitas G. Anak Krakatau: Tidak terjadi erupsi selama periode ini. Aktivitas hembusan gas dari arah kawah tidak dapat teramati karena umumnya gunung tertutup kabut. Seismograf merekam 10 kali Gempa Hembusan, 81 kali Gempa Low Frequency, 2 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 1 kali Gempa Tektonik Lokal, 6 kali Gempa Tektonik Jauh, dan Tremor Menerus dengan amplitudo 0,5-15 mm (dominan 2 mm).
  • Aktivitas G. Semeru: Erupsi masih terjadi, menghasilkan kolom erupsi berwarna putih tebal hingga kelabu dengan tinggi 100–400 m dari atas kawah/puncak. Saat tidak terjadi erupsi, tidak teramati adanya hembusan gas dari arah kawah/puncak. Selain itu, teramati aktivitas guguran lava pijar dengan jarak luncur kl. 200–400 meter dari ujung aliran lava (kl. 1500–1600 meter dari kawah/puncak) ke arah Besuk Kembar. Seismograf merekam 492 kali Gempa Letusan, 5 kali Gempa Guguran, 70 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Terasa (Intensitas MMI II), dan 8 kali Gempa Tektonik Jauh.
  • Aktivitas G. Merapi:Minggu ini tidak terjadi letusan di G. Merapi. Namun demikian beberapa kegempaan masih terjadi dengan jumlah di atas normal. Secara visual cuaca kabut, mendung dan hujan pada siang hingga sore-malam, dan teramati cerah pada pagi hari. Terjadi hujan dengan intensitas tertinggi 10 mm/hari di Pos Kaliurang pada tanggal 05 Juni 2020. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian maksimum 100 meter di atas puncak kawah yg terjadi pada tanggal 04, 06 dan 07 Juni 2020. Seismograf merekam: 4 kali Gempa Guguran, 3 kali Gempa LF, 10 kali Gempa MP,   tidak terjadi Gempa Vulkanik Dalam dan Gempa Vulkanik Dangkal, 19 kali Gempa Hembusan, 12 kali Gempa Tektonik. Berdasar data-data pemantauan yang ada yaitu: deformasi, tidak ada perubahan yang signifikan. Sedangkan data kegempaan mengalami penurunan, penurunan kegempaan terutama terjadi pada Gempa MP dan Hembusan. Gempa-gempa tersebut menurun, pada minggu sebelumnya gempa-gempa tersebut secara berurutan sebesar 40 dan 43 kejadian, sedangkan dalam minggu ini meningkat menjadi 10 dan 19, namun Gempa Vulkanik dalam dan Vulkanik dangkal yang tetap tidak terjadi pada minggu ini. Walaupun pada minggu ini terjadi penurunan kegempaan, namun jumlah tersebut masih di atas normal aktivitas G. Merapi, dapat dikatakan bahwa aktivitas G. Merapi masih fluktuatifnya. Potensi adanya letusan dan awanpanas masih ada, namun dengan potensi bahaya masih ada di area 3 km dari puncak. Sehingga Rekomendasi yg diberikan masih sesuai dengan aktivitas saat ini.

 

2. Kegiatan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana

  • Pada periode ini tidak ada kegiatan tanggap darurat dan pasca bencana.

 

3. Kegiatan Survei/Pemetaan

  • Pada periode ini tidak ada kegiatan survey/pemetaan.

 

4. Kegiatan Lain

  • 1–7 Juni, melakukan Koordinasi dan Monitoring kondisi kesehatan staf
  • 1–7 Juni, menyusun Laporan harian kejadian gerakan tanah (inventarisasi kejadian gerakan tanah utk database/ Magma) dan tindaklanjutnya.
  • 1–7 Juni, memeriksa laporan harian kejadian gerakan tanah, berdasarkan informasi media.
  • 1–7 Juni, memeriksa laporan lapangan kegiatan Bidang MGT
  • 1–7 Juni, memberikan tanggapan kejadian bencana gempa bumi di 5 lokasi: Malut 2, Aceh 1, NTB 1 dan Sumut 1
  • 1 Juni, melaksanakan Piket Lebaran
  • 1 Juni, melaksanakan pengawasan/monitoring dan laporan Piket Lebaran
  • 1 Juni, Diskusi online, tentang rencana kegiatan MGT tahun 2021
  • 2 Juni, menghadiri undangan pertemuan virtual melalui aplikasi Zoom dari BNPB terkait Implementasi New Normal dalam menangani dampak pandemi Covid-19.
  • 2 Juni, melakukan pembahasan bahan rapat BG: Roadmap PVMBG dan Rencana Kegiatan thn 2020 dan 2021
  • 2 Juni, Webinar Bidang MGA: Koordinasi ujung tombak program kesiapsiagaan.
  • 2 Juni, WFO melaksanakan Rapat Panitia 100 thn PVMBG di kantor.
  • 3 Juni, menghadiri Rapim Internal BG dengan Plt. Kepala Badan Geologi tentang anggaran 2020-2021.
  • 3 Juni, mengikuti sosialisasi Sekjen KESDM persiapan menghadapi Kegiatan New Normal di Kementerian ESDM.
  • 3 Juni, menghadiri koordinasi dan konsultasi dengan Inspektorat Jendral dalam rangka Rencana aksi BPPTKG menuju WBBM.
  • 3 Juni, menyusun Bahan koreksi penyesuaian anggaran dengan Program Utama Bidang Mitigasi Gerakan Tanah Rencana Program 2021.
  • 4 Juni, menghadiri undangan pertemuan Webinarr One Hour University (OHU) terkait pengalihan jabatan struktural Eselon III dan IV ke jabatan fungsional.
  • 4 Juni, menyelenggarakan Webinar Bidang MGA: Gempa Hembusan di Indonesia.
  • 4 Juni, mengikuti koordinasi dengan SBG untuk menghadapi WFO.
  • 4 Juni, menghadiri FGD RDTR Kota Palopo dengan Kemen ATR/BPN dan Pemda Sulsel serta Pemkot Palopo, Kasubid MGT Barat sebagai narasumber Kementrian ATR terkait Penataan Ruang Palopo.
  • 4 Juni, Webinar MAGETI : “Geowisata Dataran Tinggi Dieng”.
  • 5 Juni, Webinar Bidang MGA: Pengantar Pengadaan Barang dan Jasa di PVMBG.
  • 5 Juni, Rapat pembahasan perpanjangan kerjasama Badan Geologi dan ITB, dilaksanakan secara daring, dihadiri perwakilan dari tiap unit di Badan Geologi.
  • 5 Juni pukul, menjadi narasumber acara Webinar Seismologi melalui Zoom yang diadakan oleh ITB.
  • 5 Juni, FGD Internal Badan Geologi mengenai patahan aktif dan potensi longsor di IKN
  • 5 Juni, Rapat Virtual undangan Kementrian ATR, Bidang MGT sebagai Narasumber terkait relokasi kombamwe Palu, Sulawesi Tengah.
  • 5 Juni, Rapat Virtual undangan BNPB mengenai Metodologi Kajian Risiko Bencana dan Rencana Penyusunan Risiko Bencana di Kawasan Pariwisata Prioritas: Borobudur, Danau Toba, dan Likupang.
  • 5 Juni, Rapat Virtual undangan BNPB untuk menjadi narasumber Updating penyusunan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah sebagai dasar updating lima tahunan Peta Risiko Bencana di Indonesia.
  • 6 Juni, WFO : Membahas “Rencana Road Map Nasioanal untuk Mitigasi Gerakan Tanah sampai dengan 2030”.
  • 6 Juni, Koordinasi dengan BPBD Garut terkait relokasi Talegong.