Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Benana Geologi Periode 04 - 10 Mei 2020

Logo_ESDM

1. Aktivitas Gunungapi

  1. Aktivitas G. Karangetang: Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah teramati asap dari Kawah Utama dan Kawah Dua dengan ketinggian 50–150 m, bertekanan lemah hingga sedang berwarna putih dan intensitas tipis hingga tebal. Guguran lava teramati keluar dari Kawah Utama ke arah Kali Pangi, Kali Nanitu dan Kali Sense lk 700–1750 m. Pada malam hari teramati sinar api dari puncak Kawah Utama (selatan) maupun Kawah Dua (utara). Seismograf merekam 59 kali Gempa Hembusan, 9 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 3 kali Gempa Vulkanik Dalam, 2 kali Gempa Tektonik Lokal dan 39 kali Gempa Tektonik Jauh.
  2. Aktivitas G. Agung: Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah teramati asap dari kawah utama dengan ketinggian sekitar 30–100 m di atas puncak, bertekanan lemah berwarna putih dan intensitas tipis. Seismograf merekam 2 kali Gempa Hembusan, 3 kali Gempa Vulkanik Dalam dan 17 kali Gempa Tektonik Jauh.
  3. Aktivitas G. Sinabung: Tidak ada kejadian erupsi eksplosif maupun efusif.  Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 200 m dari puncak. Seismograf merekam 14 kali Gempa Hembusan, 2 kali Gempa Low Frequency, 13 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 13 kali Gempa Tektonik Jauh. 
  4. Aktivitas G. Anak Krakatau: Tidak terjadi erupsi selama periode ini. Teramati hembusan gas berwarna putih dengan intensitas tipis, tinggi 100 m dari puncak. Seismograf merekam 91 kali Gempa Hembusan, 439 kali Gempa Low Frequency, 26 kali Gempa Fase Banyak, 6 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Tektonik Lokal, 2 kali Gempa Tektonik Jauh, dan Tremor Menerus dengan amplitudo 0,5-8 mm (dominan 2 mm).
  5. Aktivitas G. Semeru: Erupsi masih terjadi, menghasilkan kolom erupsi berwarna putih tebal hingga kelabu dengan tinggi 200–500 m dari atas kawah puncak. Saat tidak terjadi erupsi, tidak teramati asap kawah utama karena umumnya tertutup kabut. Selain itu, teramati aktivitas  guguran lava pijar dengan jarak luncur kl. 500–1000 m dari ujung aliran lava (kl. 1500–2000 m dari kawah/puncak) ke arah Besuk Kembar. Seismograf merekam 326 kali Gempa Letusan, 7 kali Gempa Guguran, 103 kali Gempa Hembusan, dan 15 kali Gempa Tektonik Jauh.
  6. Aktivitas G. Merapi: Minggu ini tidak terjadi letusan di G. Merapi. Namun demikian beberapa kegempaan masih terjadi dengan jumlah di atas normal. Secara visual cuaca kabut, mendung dan hujan pada siang hingga sore-malam, dan  teramati cerah pada pagi hari. Terjadi hujan dengan intensitas tertinggi 160,5 mm/hari di Pos Babadan pada tanggal 9 Mei 2020. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian maksimum 400 m di atas puncak kawah yg terjadi pada tanggal 6 Mei 2020.Seismograf merekam: 28 kali Gempa Guguran, 3 kali Gempa LF, 110 kali Gempa MP,   tidak terjadi Gempa Vulkanik Dalam dan Gempa Vulkanik Dangkal, 55 kali Gempa Hembusan, 14 kali Gempa Tektonik.Berdasar data-data pemantauan yang ada yaitu: deformasi, tidak ada perubahan yang signifikan. Namun demikian berdasar kegempaan, terjadi kenaikan, kecuali Gempa Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal yang tetap tidak terjadi pada minggu ini. Kenaikan yang sangat signifikan adalah Gempa Guguran, MP dan Gempa Hembusan. Pada minggu sebelumnya gempa tersebut secara berturut-turut sebanyak 13, 81 dan 24 kali, namun pada minggu ini terjadi sebanyak 28, 110 dan 55 kali. Relatif tingginya Gempa Guguran, MP dan Hembusan ini mengindikasikan adanya aktivitas magma yang terjadi permukaan. Jumlah kegempaan yg masih fluktuatif ini mengindikasikan masih  tingginya aktivitas yang terjadi di G. Merapi. Potensi adanya letusan dan awanpanas masih ada, namun dengan potensi bahaya masih ada di area 3 km dari puncak. Sehingga Rekomendasi yg diberikan masih sesuai dengan aktivitas saat ini.

 

2. Kegiatan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana

  • Pada periode ini tidak ada kegiatan tanggap darurat dan pasca bencana.

 

3. Kegiatan Survei/Pemetaan

  • Pada periode ini tidak ada kegiatan survey/pemetaan.

 

4. Kegiatan Lain

  1. Memberikan tanggapan kejadian gempa bumi di 3 lokasi: Maluku (2) dan Jawa Barat (1).
  2. Monitoring dan penyusunan rekomendasi Mitigasi Gerakan tanah untuk tanggapan 21 kejadian Gerakan Tanah : Sumatera (9 Kejadian); Jawa (8 Kejadian); Kalimantan (1 Kejadian);  Sulawesi (2 Kejadian);  Maluku (1 Kejadian);  Papua (1 Kejadian). 
  3. Melaksanakan penyusunan  Peta Potensi Longsor pada Jalur Jalan untuk antisipasi KESDM menghadapi idul Fitri 2020.
  4. Melaksanakan penyusunan Database dan laporan harian melalui aplikasi  magma sigertan untuk memperkuat Disseminasi Informasi  Gerakan tanah terkini. 
  5. 4 Mei, menjadi Narasumber Rakor online sidang ANDAL  di Dinas Lingkungan Pemda Sumatera Utara mengenai RKL-RPL pembangunan Bendungan PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan. 
  6. 5 Mei, menyelenggarakan Rapat online internal Bidang MGB dan membahas tata persuratan keluar Nadine V.2.
  7. 5 Mei, menghadiri FGD online dengan BIG membahas Data Deformasi Terintegrasi.
  8. 6 Mei, Kasubidang MGT Wil. Barat menjadi Tim  Penguji Proposal Mahasiswa S3 Geodesi ITB melalui “zoom online”.
  9. 6–8 Mei, Peningkatan Kapasitas Kompetensi Staff Bidang MGT selama  WFH di Diklat di PPSDM Geominerba.
  10. 8 Mei, menyelenggarakan Rapat Online internal Bidang MGB dan pembahasan Zona Integritas.
  11. 8 Mei, menghadiri FGD online Data Geologi Rinci untuk Master Plan Ibukota Negara dengan Bappenas dan Kemen ATR/BPN.
  12. 8 Mei, pukul 10.00-14.00 WIB, menghadiri Rapat Virtual Koordinasi Tim Intelijen Bencana BNPB dan Konferensi Pers Virtual Kebencanaan Indonesia Periode April 2020 dan Kesiapsiagaan Mei 2020, pada tanggal.
  13. 8 Mei, pukul 15.00 – selesai, menghadiri Rapat Online bersama Irat 3 Itjen KESDM dan SBG mengenai dugaan pelanggaran disiplin Pengamat Gunung Api. 
  14. 8 Mei, menghadiri “Zoom Meeting”  Pembahasan RTRWP Bali 2009-2029.
  15. 8 Mei, menyelenggarakan “Zoom Meeting”  Bidang MGT , PPK dan BPPTKG  terkait Pembahasan Program LEWS 2020.
  16. 8 Mei, mengikuti Seminar melalui Zoom di MGTi Talk series dan PPSDM Geominerba.
  17. 9 Mei, melaksanakan Penyusunan standar operasional Tanggap Darurat dan Pasca Bencana Gerakan Tanah.
  18. 9 Mei, menjadi nara sumber dalam acara Webinar “Ngabuburit Bareng Museum Geologi” dengan tema Informasi kebencanaan dan kegunungapian, serta gambaran profesi Pengamat Gunung Api.