Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Benana Geologi Periode 27 April - 3 Mei 2020

Logo_ESDM

1. Aktivitas Gunungapi

  • Aktivitas G. Karangetang: Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah teramati asap dari Kawah Utama dan Kawah Dua dengan ketinggian 100–500 m, bertekanan lemah hingga sedang berwarna putih dan intensitas tipis hingga tebal. Guguran lava teramati keluar dari Kawah Utama ke arah Kali Pangi, Kali Nanitu dan Kali Sense lk 700–1750 m. Pada malam hari teramati sinar api dari puncak Kawah Utama (selatan) maupun Kawah Dua (utara). Seismograf merekam 72 kali Gempa Hembusan, 3 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, 5 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 4 kali Gempa Vulkanik Dalam dan 40 kali Gempa Tektonik Jauh.
  • Aktivitas G. Agung: Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Pada saat cuaca cerah teramati asap dari kawah utama dengan ketinggian sekitar 30-100 meter di atas puncak, bertekanan lemah berwarna putih dan intensitas tipis. Seismograf merekam 3 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 4 kali gempa Vulkanik Dalam dan 26 kali Gempa Tektonik Jauh.
  • Aktivitas G. Sinabung: Tidak ada kejadian erupsi eksplosif maupun efusif. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak. Seismograf merekam 21 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa Low Frequency, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam, 13 kali Gempa Tektonik Lokal, 14 kali Gempa Tektonik Jauh, dan 1 kali Getaran Banjir.
  • Aktivitas G. Anak Krakatau: Tidak terjadi erupsi selama periode ini. Melalui pengamatan CCTV yang dipasang di pulau gunung api, teramati hembusan gas dari kawah, berwarna putih dengan intensitas tipis, tinggi sekitar 25-50 meter dari bibir kawah. Seismograf merekam 16 kali Gempa Hembusan, 93 kali Gempa Low Frequency, 4 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, 7 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 1 kali Gempa Tektonik Lokal, 2 kali Gempa Tektonik Jauh, dan Tremor Menerus dengan amplitudo 0,5–6 mm, dominan 1 mm.
  • Aktivitas G. Semeru: Erupsi masih terjadi, menghasilkan kolom erupsi berwarna putih kelabu intensitas tebal dengan tinggi maksimum 100–400 m dari atas puncak. Saat tidak terjadi erupsi teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang, tinggi sekitar 50–200 m dari puncak. Selain itu, teramati aktivitas guguran lava pijar dengan jarak luncur kl. 500–1000 m dari ujung aliran lava (kl. 1500–2000 m dari kawah/puncak) ke arah Besuk Kobokan dan Besuk Kembar. Seismograf merekam 279 kali Gempa Letusan, 14 kali Gempa Guguran, 181 kali Gempa Hembusan, dan 13 kali Gempa Tektonik Jauh.
  • Aktivitas G. Merapi: Minggu ini tidak terjadi letusan di G. Merapi. Namun demikian beberapa kegempaan masih terjadi dengan jumlah di atas normal. Secara visual cuaca kabut, mendung dan hujan pada siang hingga sore, dan teramati cerah pada malam dan pagi hari. Terjadi hujan dengan intensitas tertinggi 33 mm/hari di Pos Babadan pada tanggal 29 April 2020. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian maksimum 500 m di atas puncak kawah yg terjadi pada tanggal 30 April 2020. Seismograf merekam: 13 kali Gempa Guguran, 2 kali Gempa LF, 81 kali Gempa MP,   tidak terjadi Gempa Vulkanik Dalam dan Gempa Vulkanik Dangkal, 24 kali Gempa Hembusan, 10 kali Gempa Tektonik. Berdasar data-data pemantauan yang ada yaitu: deformasi, tidak ada perubahan yang signifikan. Namun demikian berdasar kegempaan, hampir seluruh data kegempaan menunjukan kenaikan, kecuali Gempa Vulkanik dalam dan Vulkanik dangkal yang tetap tidak terjadi pada minggu ini. Kenaikan yang sangat signifikan adalah Gempa MP dan Gempa Hembusan. Pada minggu sebelumnya gempa tersebut secara berturut2 sebanyak 34 dan 14 kali, namun pada minggu ini terjadi sebanyak 81 dan 24 kali. Relatif tingginya gempa MP ini mengindikasikan adanya pergerakan magma ke permukaan. Jumlah kegempaan yg masih fluktuatif ini mengindikasikan masih tingginya aktivitas yang terjadi di G. Merapi. Potensi adanya letusan dan awanpanas masih ada, namun dengan potensi bahaya masih ada di area 3 km dari puncak. Sehingga Rekomendasi yg diberikan masih sesuai dengan aktivitas saat ini.

2. Kegiatan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana

  • Pada periode ini tidak ada kegiatan tanggap darurat dan pasca bencana.

3. Kegiatan Survei/Pemetaan

  • Pada periode ini tidak ada kegiatan survey/pemetaan.

4. Kegiatan Lain

  • 30 April, menghadiri video conference diskusi internal Badan Geologi mengenai pemulihan ekonomi pasca gempa bumi Lombok dan Palu untuk Rehabilitasi dan Rekontruksi.
  • 30 April, menyelenggarakan Rapat penyiapan dokumen Zona Integritas PVMBG menuju WBK/WBBM.
  • Pembuatan tanggapan gempa bumi di 6 lokasi: Sumut (1), Jabar (1), Aceh (1), Sulut (2) dan Papua (1).
  • Monitoring dan Penyusunan Rekomendasi Teknis untuk Tanggapan 30 kejadian Gerakan tanah di Indonesia selama satu minggu: Sumatera (17 kejadian); Jawa (8 kejadian), Sulawesi (4 kejadian), Kalimantan (1 Kejadian)   yang mengakibatkan akses transportasi terhambat, 11 Rumah Rusak Berat, dan puluhan rumah terancam longsor, satu bidang sawah rusak dan 1 korban meninggal dunia.
  • Updating Kejadian Gerakan tanah melalui aplikasi Magma bagian dari disseminasi informasi selama WFH.