Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Benana Geologi Periode 13 – 19 April 2020

Logo_ESDM

1. Aktivitas Gunungapi:

  • Aktivitas G. Karangetang: Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah teramati asap dari Kawah Utama dan Kawah Dua dengan ketinggian 50-200 meter, bertekanan lemah hingga sedang berwarna putih dan intensitas tipis hingga tebal. Guguran lava teramati keluar dari Kawah Utama ke arah Kali Pangi, Kali Nanitu dan Kali Sense lk 700-1750 m. Pada malam hari teramati sinar api dari puncak Kawah Utama (selatan) maupun Kawah Dua (utara). Seismograf merekam 52 kali Gempa Hembusan, 1 kali Tremor Harmonik, 5 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Tektonik Lokal dan 57 kali Gempa Tektonik Jauh (1 kali gempa Terasa dengan MMI I).
  • Aktivitas G. Agung: Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Pada saat cuaca cerah teramati asap dari kawah utama dengan ketinggian sekitar 20-50 meter di atas puncak, bertekanan lemah berwarna putih dan intensitas tipis. Seismograf merekam 2 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, 3 kali Gempa Tektonik Lokal dan dan 33 kali Gempa Tektonik Jauh.
  • Aktivitas G. Sinabung: Tidak ada kejadian erupsi eksplosif maupun efusif. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 50 - 500 meter dari puncak. Seismograf merekam 3 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa Tornillo, 3 kali Gempa Low Frequency, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam, 11 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 18 kali Gempa Tektonik Jauh.

 

  • Aktivitas G. Anak Krakatau: Erupsi terjadi tidak menerus. Menghasilkan kolom erupsi setinggi maksimum 50 m dari atas bibir kawah, berwarna kelabu intensitas tebal. Saat tidak terjadi erupsi, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 25 - 100 meter dari puncak. Seismograf merekam 5 kali Gempa Letusan, 3 kali Gempa Hembusan, 43 kali Gempa Low Frequency, 1 kali Gempa Fase Banyak, 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal, dan Tremor Menerus dengan amplitudo 0,5-3 mm, dominan 1 mm.  

 

  • Aktivitas G. Semeru: Erupsi masih terjadi, menghasilkan kolom erupsi berwarna putih kelabu intensitas tebal dengan tinggi maksimum 300 – 600 m dari atas puncak. Saat tidak terjadi erupsi teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50 – 200 meter dari puncak. Selain itu, teramati sinar api diam dengan tinggi 10 m dari atas Kawah Jonggring Seloko, dan aktivitas guguran lava pijar dengan jarak luncur kl. 500 hingga 700 m dari ujung aliran lava (kl. 1000 - 1700 m dari kawah/puncak) ke arah Besuk Kembar dan Besuk Bang. Terjadi satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur 2000 m dari ujung aliran lava ke arah Besuk Bang. Seismograf merekam 234 kali Gempa Letusan, 1 kali Gempa Awan Panas Guguran, 9 kali Gempa Guguran, 218 kali Gempa Hembusan, 5 kali Tremor Harmonik, 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 5 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Tektonik Lokal, 18 kali Gempa Tektonik Jauh, dan 2 kali Getaran Banjir.
  • Aktivitas G. Merapi: Minggu ini tidak terjadi letusan di G. Merapi. Namun demikian beberapa kegempaan masih terjadi dengan jumlah di atas normal. Secara visual cuaca kabut, mendung dan hujan pada siang hingga sore, dan teramati cerah pada malam dan pagi hari. Terjadi hujan dengan intensitas tertinggi 42.5 mm/hari di Pos Babadan pada tanggal 17 April 2020. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian maksimum 300 m di atas puncak kawah yg terjadi pada tanggal 19 April 2020. Seismograf merekam: 14 kali Gempa Guguran, 4 kali Gempa LF, 88 kali Gempa MP,   tidak terjadi Gempa Vulkanik Dalam dan Gempa Vulkanik Dangkal, 24 kali Gempa Hembusan, 19 kali Gempa Tektonik. Berdasar data-data pemantauan yang ada yaitu: deformasi, tidak ada perubahan yang signifikan. Namun demikian berdasar kegempaan terjadi kenaikan yg signifikan pada kegempaan MP. Kenaikan gempa MP ini mengindikasikan adanya pergerakan magma menuju ke permukaan. Sedangkan kegempaan yg lain mengalami sedikit penurunan. Jumlah kegempaan yg masih fluktuatif ini mengindikasikan masih tingginya aktivitas yang terjadi di G. Merapi. Potensi adanya letusan dan awanpanas masih ada, namun dengan potensi bahaya masih ada di area 3 km dari puncak. Sehingga Rekomendasi yg diberikan masih sesuai dengan aktivitas saat ini.

 

2. Kegiatan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana

  • Pada periode ini tidak ada kegiatan tanggap darurat dan pasca bencana.

 

3. Kegiatan Survei/Pemetaan

  • Pada periode ini tidak ada kegiatan survey/pemetaan.

 

4. Kegiatan Lain

  • Membuat tanggapan dan rekomendasi teknis gempa bumi di 5 lokasi di Sulawesi Utara (1), Maluku Utara (3), dan Aceh (1).
  • Monitoring dan Pemberian Rekomendasi Teknis Mitigasi Gerakan tanah di Indonesia : Sumatera (8 kejadian), Jawa (6 kejadian), dan Bali (1 kejadian) yang mengakibatkan akses transportasi terputus, saluran irigasi putus, 1200 m2 persawahan rusak, 4 rumah terancam longsor, dan 6 rumah rusak berat.
  • 2) 14 April, melaksanakan vicon struktural PVMBG dengan para PPK membahas penyisiran anggaran 2020 untuk Covid-19.
  • 3) 15 April, pukul 10.00 WIB – selesai, Mengikuti Virtual Meeting yang dikoordinir oleh BNPB dengan pokok pembahasan "Potensi, Strategi, dan Mekanisme Penanganan Darurat Pada Masa Pandemi Covid-19 di Indonesia",
  • 4) 15 – 17 April, melakukan Penyusunan Peta Prakiraan Potensi terjadinya Gerakan Tanah dan Banjir Bandang di Indonesia bulan Mei 2020, sebagai Peringatan dini Gerakan tanah untuk Pemerintah Daerah.
  • 5) 16 – 17 April, melakukan diskusi dan pengarahan konsep dasar berpikir untuk optimalisasi realisasi anggaran di Bidang MGT untuk 2020 dan 2021 kaitannya kebijakan pemotongan anggaran dampak pandemik covid-19.
  • 6) 18 April, pukul 08:00-09:00 WIB, menerima interview dengan jurnalis sains Amerika Serikat untuk dipublikasikan di jurnal Nature dengan tema "Advances in forecasting the timing of volcanic eruptions" dimana dibahas mengenai krisis Gunung Agung 2017-2019. Interview dilakukan secara online.