Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi Periode 06 - 12 April 2020

Logo_ESDM

1. Aktivitas Gunungapi:

  1. Aktivitas G. Karangetang:Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah teramati asap dari Kawah Utama dan Kawah Dua dengan ketinggian 50-300 meter, bertekanan lemah hingga sedang berwarna putih dan intensitas tipis hingga tebal. Guguran lava teramati keluar dari Kawah Utama ke arah Kali Pangi, Kali Nanitu dan Kali Sense lk 700-1750m. Pada malam hari teramati sinar api dari puncak Kawah Utama (selatan) maupun Kawah Dua (utara). Seismograf merekam 123 kali Gempa Hembusan, 1 kali Tremor Non-Harmonik, 10 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, 7 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 13 kali Gempa Vulkanik Dalam, 3 kali Gempa Tektonik Lokal dan 105 kali Gempa Tektonik Jauh (2 kali gempa Terasa dengan MMI I-II).
  2. Aktivitas G. Agung: Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah teramati asap dari kawah utama dengan ketinggian sekitar 20-50 meter di atas puncak, bertekanan lemah berwarna putih dan intensitas tipis. Seismograf merekam 9 kali Gempa Hembusan, 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 5 kali Gempa Vulkanik Dalam, 16 kali Gempa Tektonik Lokal dan dan 52 kali Gempa Tektonik Jauh.
  3. Aktivitas G. Sinabung: Tidak ada kejadian erupsi eksplosif maupun efusif.  Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak. Seismograf merekam 13 kali Gempa Hembusan, 9 kali Gempa Frekuensi Rendah, 9 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 21 kali Gempa Tektonik Jauh.
  4. Aktivitas G. Anak Krakatau: Erupsi terjadi pada 10 dan 11 April 2020. Menghasilkan kolom erupsi setinggi 200 – 2000 m dari atas puncak berwarna putih hitam intensitas tebal, diikuti Erupsi Tipe Strombolian menghasilkan lontaran batuan pijar di sekitar kawah/puncak. Saat tidak terjadi erupsi, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50 meter dari puncak. Seismograf merekam 7 kali Gempa Letusan, 16 kali Gempa Hembusan, 5 kali Tremor Harmonik, 2 kali Tremor Non-Harmonik, 47 kali Gempa Frekuensi Rendah, 3 kali Gempa Fase Banyak, 1 kali Gempa Tektonik Jauh, dan Tremor Menerus dengan amplitudo 0,5-40 mm, dominan 40 mm.
  5. Aktivitas G. Semeru: Erupsi masih terjadi, menghasilkan kolom erupsi berwarna putih kelabu intensitas tebal dengan tinggi maksimum 200 – 500 meter dari atas puncak. Saat tidak terjadi erupsi teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 100 – 400 meter dari puncak. Selain itu, teramati sinar api diam dengan tinggi 20 meter dari atas Kawah Jonggring Seloko, dan aktivitas  guguran lava pijar dengan jarak luncur kl. 200 – 1000 meter dari ujung aliran lava (kl. 750 – 1500 meter dari kawah/puncak) ke arah Besuk Kobokan dan Besuk Bang. Seismograf merekam 165 kali Gempa Letusan, 27 kali Gempa Guguran, 108 kali Gempa Hembusan, 13 kali Tremor Harmonik, 6 kali Tremor Non-Harmonik, 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal,  5 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Tektonik Lokal, 21 kali Gempa Tektonik Jauh, dan 4 kali Getaran Banjir.
  6. Aktivitas G. Merapi: Minggu ini telah terjadi letusan di G. Merapi sebanyak 1 kali pada tanggal 10 April pukul 09.10. Letusan yang terjadi menghasilkan kolom setinggi 3000 m selama 103 detik dan tidak ada awanpanas. Letusan ini merupakan rangkaian letusan mulai tanggal 22 September 2019, dimana G. Merapi memasuki fase intrusi magma baru di dapur magma . Letusan yg terjadi sejak 22 September 2019 tersebut sebanyak 13 kali dan letusan di dominasi gas dengan eksplosivitas indeks 1 (VEI-1).Secara visual cuaca kabut, mendung, berawan dan hujan pada siang hingga sore, dan  teramati cerah pada malam dan pagi hari. Terjadi hujan dengan intensitas tertinggi 81 mm/hari di Pos Kaliurang pada tanggal  6 Maret 2020. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian maksimum 450 m di atas puncak kawah yg terjadi pada tanggal 07 April 2020.Seismograf merekam: 17 kali Gempa Guguran, 22 kali Gempa LF, 47 kali Gempa MP,   tidak terjadi Gempa Vulkanik Dalam, 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 33 kali Gempa Hembusan, 23 kali Gempa Tektonik.Berdasar data-data pemantauan yang ada yaitu: deformasi, tidak ada perubahan yang signifikan. Namun demikian berdasar kegempaan terjadi kenaikan pada beberapa jenis kegempaan, terutama LF dan Hembusan. Kenaikan gempa LF dan Hembusan ini mengindikasikan adanya aliran fluida dimana magma kemungkinan menuju ke permukaan.  Jumlah kegempaan yg masih fluktuatif ini mengindikasikan masih  tingginya aktivitas yang terjadi di G. Merapi. Potensi adanya letusan dan awanpanas masih ada, namun dengan potensi bahaya masih ada di area 3 km dari puncak. Sehingga Rekomendasi yg diberikan masih sesuai dengan aktivitas saat ini.

 

2. Kegiatan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana
Pada periode ini tidak ada kegiatan tanggap darurat dan pasca bencana.

 

3. Kegiatan Survei/Pemetaan
Pada periode ini tidak ada kegiatan survey/pemetaan.

 

4. Kegiatan Lain

  1. Selasa, 7 April, melaksanakan vicon PVMBG dengan tim perencana terkait perencanaan pembangunan Pos PGA Slamet.
  2. Rabu, 08 April melaksanakan Rekon Perkembangan Status Merapi dan Wabah Covid 19 via Vidcon dengan FPRB dan BPBD Kabupaten Boyolali.
  3. Kamis, 9 April, mengikuti vicon Badan Geologi dengan UNDP membahas Rehab dan Rekons untuk Pemulihan Insfrastruktur dan Ekonomi Masyarakat Pasca Gempa bumi Lombok di 10 target lokasi. 
  4. Membuat tanggapan gempa bumi di 5 lokasi di Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Aceh, Jawa Timur dan BengkuluMonitoring Kejadian Gerakan Tanah di Indonesia :Sumatera (6 Kejadian) , Jawa (22 Kejadian), Bali (2 Kejadian)  dan Sulawesi (9 Kejadian) yang mengakibatkan 10  orang meninggal dunia, 82 jiwa mengungsi, 5 rumah hilang, 16 rumah rusak, 8 hektar sawah hilang dan rusak serta memutus akses transportasi warga.
  5. Penyusunan Rekomendasi dan Tanggapan Kejadian Gerakan Tanah yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia di Desa Randanbatu, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan.
  6. Penyusunan Kembali Program Kerja Bidang MGT untuk tahun 2020 dan 2021.
  7. Memantau Kesehatan seluruh staff Bidang MGT setiap hari selama pandemi covid19 dan kelancaran pelaksanaan  Kinerja selama WFH.