Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Benana Geologi Periode 30 Maret - 5 April 2020

Logo_ESDM

1. Aktivitas Gunungapi:

  • Aktivitas G. Karangetang: Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah teramati asap dari Kawah Utama dan Kawah Dua dengan ketinggian 50 – 300 meter, bertekanan lemah hingga sedang berwarna putih dan intensitas tipis hingga tebal. Guguran lava teramati keluar dari Kawah Utama ke arah Kali Pangi, Kali Nanitu dan Kali Sense lk 700 – 1750 meter. Pada malam hari teramati sinar api dari puncak Kawah Utama (selatan) maupun Kawah Dua (utara). Seismograf merekam 66 kali Gempa Hembusan, 3 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 6 kali Gempa Vulkanik Dalam, 2 kali Gempa Tektonik Lokal dan 41 kali Gempa Tektonik Jauh.
  • Aktivitas G. Agung: Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah teramati asap dari kawah utama dengan ketinggian sekitar 50 meter di atas puncak, bertekanan lemah berwarna putih dan intensitas tipis. Seismograf merekam 6 kali Gempa Hembusan, 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, 6 kali Gempa Tektonik Lokal dan dan 28 kali Gempa Tektonik Jauh.
  • Aktivitas G. Sinabung: Tidak ada kejadian erupsi eksplosif maupun efusif.  Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 50 – 500 meter dari puncak. Seismograf merekam 12 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa Tornillo, 5 kali Gempa Low Frequency, 5 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 13 kali Gempa Tektonik Jauh.
  • Aktivitas G. Anak Krakatau: Tidak ada kejadian erupsi. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 25-100 meter dari puncak. Seismograf merekam  9 kali Gempa Hembusan, 16 kali Gempa Low Frequency, 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal, dan Tremor menerus dengan amplitudo maksimum 0,5 - 10 mm, dominan 2 mm.
  • Aktivitas G. Semeru: Erupsi masih terjadi dan hanya terekam secara kegempaan, sementara tinggi dan warna kolom erupsi tidak dapat diamati karena tertutup kabut. Saat tidak terjadi erupsi teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50 hingga 100 meter dari puncak. Selain itu, teramati sinar api diam dengan tinggi 10 – 50 meter dari atas Kawah Jonggring Seloko, dan aktivitas  guguran lava pijar dengan jarak luncur kl. 700 meter dari ujung aliran lava (kl. 950 meter dari kawah/puncak) ke arah Besuk Kembar. Seismograf merekam 3 kali Gempa Letusan, 74 kali Gempa Guguran, 22 kali Gempa Hembusan,  1 kali Tremor Harmonik, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam,  23 kali Gempa Tektonik Jauh, dan 3 kali Getaran Banjir.
  • Aktivitas G. Merapi: Minggu ini telah terjadi letusan sebanyak 1 kali pada tanggal 02 April pukul 15.10. Letusan yang terjadi menghasilkan kolom setinggi 3000 m dan tidak menghasilkan awanpanas. Letusan ini merupakan rangkaian letusan mulai tanggal 22 September 2019, dimana G. Merapi memasuki fase intrusi magma baru di dapur magma. Letusan yg terjadi sejak 22 September 2019 tersebut sebanyak 12 kali dan letusan di dominasi gas dengan eksplosivitas indeks 1 (VEI-1).Secara visual cuaca kabut, mendung, berawan dan hujan pada siang hingga sore, dan  teramati cerah pada malam dan pagi hari. Terjadi hujan dengan intensitas tertinggi 153 mm/hari di Pos Kaliurang pada tanggal  30 Maret 2020. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian maksimum 600 m di atas puncak kawah yg terjadi pada tanggal 02 April 2020.Seismograf merekam: 32 kali Gempa Guguran, 7 kali Gempa LF, 55 kali Gempa MP,   tidak terjadi Gempa Vulkanik Dalam, 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 24 kali Gempa Hembusan, 23 kali Gempa Tektonik.Berdasar data-data pemantauan yang ada yaitu deformasi, tidak ada perubahan yang signifikan. Namun demikian berdasar kegempaan terjadi kenaikan pada beberapa jenis kegempaan, terutama MP dan Tektonik. Kenaikan gempa MP ini mengindikasikan kemungkinan magma menuju ke permukaan, hal ini ditunjang dengan semakin tingginya gempa Guguran. Selain itu, ini berarti menunjukan bahwa masih fluktuatifnya aktivitas G. Merapi. Jumlah kegempaan yg masih fluktuatif ini mengindikasikan masih  adanya aktivitas yang terjadi di G. Merapi. Potensi adanya letusan dan awanpanas masih ada, namun dengan perkiraan bahaya masih ada di area 3 km dari puncak. Sehingga Rekomendasi yg diberikan masih sesuai dengan aktivitas saat ini.

 

2. Kegiatan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana
Pada periode ini tidak ada kegiatan tanggap darurat dan pasca bencana.

 

3. Kegiatan Survei/Pemetaan
Pada periode ini tidak ada kegiatan survey/pemetaan.

 

4. Kegiatan Lain

  • 30 Maret – 3 April, melakukan Penyusunan dan updating Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT)  1 : 50.000 untuk Kab. Lombok Timur  dan Kabupaten Bangli (Bali).
  • 30 Maret – 4 April, melaksanakan monitoring dan merekam Kejadian Gerakan Tanah di Indonesia   : Kejadian Gerakan tanah di P. Sumatera (2 Kejadian), P. Jawa (23 Kejadian); Bali dan  Nusa Tenggara (1 kejadian); P Kalimantan (1 kejadian); P. Sulawesi (4 kejadian ) yang mengakibatkan akses jalan terhambat; 28 rumah rusak berat; 24 rumah terancam; 239 jiwa mengungsi dan 1 orang meninggal dunia.
  • 30 Maret – 5 April, melakukan diskusi, pemantauan kesehatan, dan kelancaran kinerja Mitigasi Gerakan Tanah  Bidang  MGT, selama periode WFH. 
  • 31 Maret, mengadakan rapat online/video conference bidang MGB membahas progress pekerjaan. 
  • 1 April, pukul 13-15 WIB, mengikuti Virtual Meeting yang dikoordinir oleh BNPB terkait Strategi Penanganan COVID-19 dalam Situasi Bencana Alam dan Mekanisme Karantina Wilayah Parsial.
  • 1 April mengikuti video conference koordinasi dengan Biro SDM KESDM dan Bagian Kepegawaian SBG terkait SK Tugas Belajar Staf Bidang MGB dan MGA.
  • 1 April, menjadi narasumber pada  pemaparan materi gerakan tanah di perkuliahan Geologi Longsoran di ITB secara online.
  • 2 April, mengikuti koordinasi online dengan PATGTL terkait penambahan lokasi target pekerjaan pasca gempa bumi di Lombok oleh UNDP-Bappenas
  • 3 April, melaksanakan rapat online/video conference struktural dan manajemen PVMBG
  • 3 April, membuat tanggapan kejadian gempa bumi di Alor, NTT.
  • 3 April, melakukan Penyusunan dan Pengiriman Rekomendasi Tindakan Mitigasi Bencana untuk tanggapan kejadian Gerakan tanah (hasil monitoring) yang menyebabkan 140 jiwa mengungsi di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.
  • 3 April, melakukan diskusi online terkait percepatan pelaksanaan perencanaan Instalasi Peralatan Monitoring Gerakan Tanah di Jawa Tengah, tahun 2020.