Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Benana Geologi Periode 23 - 29 Maret 2020

Logo_ESDM

1. Aktivitas Gunungapi

  • Aktivitas G. Karangetang: Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah teramati asap dari Kawah Utama dan Kawah Dua dengan ketinggian 25-75 meter, bertekanan lemah hingga sedang berwarna putih dan intensitas tipis hingga tebal. Guguran lava teramati keluar dari Kawah Utama ke arah Kali Pangi, Kali Nanitu dan Kali Sense lk 700-1750m. Pada malam hari teramati sinar api dari puncak Kawah Utama (selatan) maupun Kawah Dua (utara). Seismograf merekam 42 kali gempa Hembusan, 5 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 5 kali gempa Vulkanik Dangkal, 4 kali gempa Vulkanik Dalam, 1 kali gempa Tektonik Lokal dan 27 kali gempa Tektonik Jauh (2 kali Gempa Terasa MMI II-III).
  • Aktivitas G. Agung: Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah teramati asap dari kawah utama dengan ketinggian sekitar 30-50 meter di atas puncak, bertekanan lemah berwarna putih dan intensitas tipis. Seismograf merekam 4 kali Gempa Hembusan, 4 kali Gempa Tektonik Lokal dan dan 22 kali Gempa Tektonik Jauh.
  • Aktivitas G. Sinabung: Tidak ada kejadian erupsi eksplosif maupun efusif.  Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak. Seismograf merekam 10 kali Gempa Hembusan, 3 kali Gempa Vulkanik Dalam, 5 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 13 kali Gempa Tektonik Jauh.
  • Aktivitas G. Anak Krakatau: Tidak ada kejadian erupsi. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 25-100 meter dari puncak. Seismograf merekam 31 kali Gempa Hembusan, 10 kali Tremor Harmonik, 29 kali Gempa Low Frequency,  7 kali Gempa Fase Banyak, 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 2 kali Gempa Tektonik Jauh, dan Tremor Menerus dengan amplitudo 0,5-10 mm, dominan 1 mm.  
  • Aktivitas G. Semeru: Erupsi masih terjadi dan hanya terekam secara kegempaan, tinggi dan warna kolom erupsi tidak dapat diamati karena tertutup kabut. Saat tidak terjadi erupsi teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 100 meter dari puncak. Selain itu, teramati sinar api diam dengan tinggi 10 hingga 20 m dari atas Kawah Jonggring Seloko, dan aktivitas  guguran lava pijar dengan jarak luncur 200 hingga 500 m dari ujung aliran lava (kl.750 m dari kawah/puncak) ke arah Besuk Kembar dan Bang. Seismograf merekam 13 kali Gempa Letusan, 37 kali Gempa Guguran, 51 kali Gempa Hembusan, 17 kali Tremor Harmonik, 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 3 kali Gempa Vulkanik Dalam, 25 kali Gempa Tektonik Jauh, dan 3 kali Getaran Banjir.
  • Aktivitas G. Merapi:Minggu ini telah terjadi letusan sebanyak 5 kali di G. Merapi, yaitu pada tanggal 27 Maret sebanyak 2 kali, 28 Maret sebanyak 2 kali dan 1 kali terjadi pada tanghgal 29 Maret 2020. Letusan yang terjadi menghasilkan kolom setinggi 1000 - 5000 m, adapun awanpanas hanya terjadi pada letusan tanggal 27 Maret 2020 pukul 10:56 WIB.Secara visual cuaca kabut, mendung, berawan dan hujan pada siang hingga sore, dan  teramati cerah pada malam dan pagi hari. Terjadi hujan dengan intensitas tertinggi 161 mm/hari di Pos Kaliurang pada tanggal  25 Maret 2020. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian maksimum 400 m di atas puncak kawah yg terjadi pada tanggal 29 Maret.Seismograf merekam: 17 kali Gempa Guguran, 56 kali Gempa LF, 39 kali Gempa MP,  tidak terjadi Gempa Vulkanik Dalam, 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 43 kali Gempa Hembusan, 12 kali Gempa Tektonik.Berdasar data-data pemantauan yang ada yaitu: deformasi, kimia, serta visual, tidak ada perubahan yang signifikan. Namun demikian berdasar kegempaan terjadi kenaikan yang sangat signifikan. Kenaikan signifikan tersebut terjadi pada tanggal 27 Maret setelah terjadi letusan. Sebelum terjadi letusan jumlah kegempaan sangat minim. Hampir semua intensitas kegempaan meningkat sangat signifikan, kecuali VTA yang mengalami penurunan. Hal ini menunjukan bahwa masih fluktuatifnya aktivitas G. Merapi. Jumlah kegempaan yg masih fluktuatif ini mengindikasikan masih  adanya aktivitas yang terjadi di G. Merapi. Potensi adanya letusan dan awanpanas masih ada, namun dengan perkiraan bahaya masih ada di area 3 km dari puncak. Sehingga Rekomendasi yg diberikan masih sesuai dengan aktivitas saat ini.

2. Kegiatan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana
Tidak ada kegiatan tanggap darurat dan pasca bencana di periode ini.

3. Kegiatan Survei/Pemetaan

  • 11-29 Maret, melaksanakan penyelidikan geologi terpadu Panajam Paser Utara, Kaltim.

4. Kegiatan Lain

  • 22 Maret, menyelesaikan Rekomendasi hasil kaji cepat ancaman  Gerakan tanah/tanah longsor Kecamatan Cidaun, permintaan BPBD Kabupaten Cianjur   Provinsi Jawa Barat
  • 23-27 Maret, membuat tanggapan kejadian gempa bumi di Prov. Sulawesi Utara, Papua, Bali, Papua Barat, dan Maluku.
  • 23 – 29 Maret, melaksanakan kegiatan WFH Bidang MGT.
  • 23 – 29 Maret, memonitoring evaluasi dan updating kejadian Gerakan tanah di Indonesia : untuk kesiapsiagaan.
  • 24 Maret, menyelesaikan dan mengirim Rekomendasi hasil kaji cepat ancaman  Gerakan tanah /tanah longsor di Kecamatan Cikalong Wetan, permintaan BPBD Kabupaten Bandung Barat, Prov. Jawa Barat. 
  • 24 Maret, menyelesaikan dan mengirim Rekomendasi hasil kaji cepat ancaman  Gerakan tanah/tanah longsor Kec. Cipongkor, permintaan BPBD Kabupaten Bandung. Barat, Prov. Jawa Barat. 
  • 24 Maret,  menyelesaikan dan mengirim Rekomendasi hasil kaji cepat ancaman  Gerakan tanah/tanah longsor di Kecamatan Soreang, permintaan BPBD Kabupaten Bandung, Prov. Jawa Barat.
  • 24 Maret, menyelesaikan Rekomendasi hasil kaji cepat ancaman  Gerakan tanah/tanah longsor permintaan BPBD Kab. Sumedang. 
  • 24 Maret, menyusun Tanggapan hasil monitoring dan rekomendasi kejadian gerakan tanah yang mengakibatkan 98 jiwa mengungsi di Kab. Ponorogo. Surat  dikirimkan ke BPBD Kab. Ponorogo, Jawa Timur.
  • 24 Maret, menyusun Kejadian Banjir Bandang  di Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat yang mengakibatkan  20 (dua puluh) unit rumah hancur, belasan rumah rusak berat, 100 orang mengungsi. Surat  dikirimkan ke BPBD Kab Cianjur.
  • 25 Maret, menyelesaikan dan mengirim Peta Prakiraan Potensi Terjadinya Gerakan Tanah dan Banjir Bandang Bulan April sebagai rekomendasi kepada seluruh Gubernur di Indonesia dan BNPB.