Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi Periode 2 – 8 Maret 2020

Logo_ESDM_Remake_FINAL-2

1. Aktivitas Gunungapi

(1) Aktivitas G. Karangetang:

Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah teramati asap dari Kawah Utama dan Kawah Dua dengan ketinggian 50-300 meter, bertekanan lemah hingga sedang berwarna putih dan intensitas tipis hingga tebal. Guguran lava teramati keluar dari Kawah Utama ke arah Kali Pangi, Kali Nanitu dan Kali Sense lk 700-1750m. Pada malam hari teramati sinar api dari puncak Kawah Utama (selatan) maupun Kawah Dua (utara). Seismograf merekam 2 kali Gempa Guguran, 19 kali Gempa Hembusan, 6 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, 5 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Tektonik Lokal dan 22 kali Gempa Tektonik Jauh (2 kali Gempa Terasa), Tremor Menerus dengan amplitudo 0,25 mm - 3 mm (dominan 0,5 mm).

(2) Aktivitas G. Agung:

Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah teramati asap dari kawah utama dengan ketinggian sekitar 50 meter di atas puncak, bertekanan lemah berwarna putih dan intensitas tipis. Seismograf merekam 10 kali Gempa Hembusan, 4 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 4 kali Gempa Vulkanik Dalam, 5 kali Gempa Tektonik Lokal dan dan 11 kali Gempa Tektonik Jauh.

(3) Aktivitas G. Sinabung:

Tidak ada kejadian erupsi eksplosif maupun efusif. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak. Seismograf merekam 9 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa Tornillo, 5 kali Gempa Low Frequency, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, 3 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 15 kali Gempa Tektonik Jauh.

(4) Aktivitas G. Anak Krakatau:

Tidak ada kejadian erupsi selama periode ini. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 25-100 meter dari puncak. Seismograf merekam 7 kali Gempa Hembusan, 7 kali Tremor Harmonik, 28 kali Gempa Low Frequency, 1 kali Gempa Fase Banyak, 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 1 kali Gempa Tektonik Jauh, dan Tremor Menerus dengan amplitudo 0,5-8 mm, dominan 2 mm.

(5) Aktivitas G. Semeru:

Erupsi masih terjadi, menghasilkan kolom erupsi berwarna putih kelabu dengan tinggi kolom maksimum sekitar 200 m dari atas puncak. Saat tidak terjadi erupsi, teramati hembusan gas menerus berwarna putih tipis dengan tinggi 50 hingga 100 m dari atas kawah puncak. Selain itu, teramati sinar api diam dengan tinggi 10 -50 m dari Kawah Jonggring Seloko, dan aktivitas guguran lava pijar dengan jarak luncur 500 - 1000 m ke arah Besuk Kembar, Besuk Bang dan Besuk Kobokan. Pada 3 Maret 2020 terjadi satu kali Awan Panas Guguran dari ujung aliran lava ke arah Besuk Kembar dan Besuk Bang sejauh 2250 m atau 3 km dari kawah puncak. Seismograf merekam 226 kali Gempa Letusan, 1 kali Gempa Awan Panas Guguran, 26 kali Gempa Guguran, 90 kali Gempa Hembusan, 23 kali Tremor Harmonik, 1 kali Gempa Tektonik Jauh, dan 2 kali Gempa Getaran Banjir.

(6) Aktivitas G. Merapi:

Terjadi erupsi di Gunung Merapi tanggal 3 Maret 2020 pukul 05.22 WIB. Erupsi tercatat di seismogram dgn amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik. Teramati tinggi kolom erupsi ± 6.000 meter dari puncak dan awanpanas guguran ke arah hulu K. Gendol dgn jarak maksimal 2 km. Arah angin saat erupsi ke Utara. Status Waspada sejak 21 Mei 2018.

Secara visual cuaca kabut, mendung, berawan dan hujan pada siang hingga malam, dan teramati cerah pada pagi hari. Terjadi hujan dengan intensitas tertinggi 103,5 mm/hari di Pos Kaliurang pada tanggal 4 Maret 2020. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian maksimum 150 m di atas puncak kawah yg terjadi pada tanggal 5 Maret 2020.

Seismograf merekam: 41 kali Gempa Guguran, 20 kali Gempa LF, 25 kali Gempa MP,   1 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 19 kali Gempa Hembusan, 6 kali Gempa Tektonik.

Berdasar data-data pemantauan yang ada yaitu: deformasi, kimia, serta visual, tidak ada perubahan yang signifikan. Namun berdasar kegempaan, walaupun terjadi letusan, semua kegempaan lebih rendah, kecuali Hembusan. Hal ini menunjukan masih fluktuatifnya aktivitas G. Merapi.

Jumlah kegempaan yg masih fluktuatif ini mengindikasikan masih adanya aktivitas yang terjadi di G. Merapi. Potensi adanya letusan dan awanpanas masih ada, namun dengan perkiraan bahaya masih ada di area 3 km dari puncak. Sehingga Rekomendasi yg diberikan masih sesuai dengan aktivitas saat ini.

2. Kegiatan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana

(1) 4 – 10 Maret, melakukan kaji cepat gerakan tanah kegiatan tanggap darurat atas permintaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, di Tasikmalaya.

(2) 5 – 11 Maret, melakukan kaji cepat gerakan tanah kegiatan pascabencana atas permintaan Kabupaten Magelang Jawa Tengah, di Magelang.

(3) 5 – 11 Maret, melakukan kaji cepat gerakan tanah kegiatan pascabencana atas permintaan BPBD Kabupaten Bandung Barat, di Bandung Barat.

(4) 5 – 11 Maret, melakukan kaji cepat gerakan tanah kegiatan pascabencana atas permintaan BPBD Kabupaten Cianjur, di Cianjur.

3. Kegiatan Survei/Pemetaan

(1) 4-13 Maret, melaksanakan penyelidikan pascatsunami di Pantai Selatan Bagian Barat Bali.

4. Kegiatan Lain

(1) 2 Maret, menghadiri pemaparan rencana pemasangan VSAT/FO untuk Pos PGA tahun anggaran 2020 dari Tim Telkomsat, bertempat di Ruang Rapat Lantai 3 Bidang MGA, Gedung A.F Lasut II, Jl. Diponegoro No. 57, Bandung.

(2) 2 Maret, mengadakan Rapat Panitia 100 tahun Pemantauan Gunungapi, di Bandung.

(3) 2-3 Maret, menjadi Narasumber Mitigasi Gerakan Tanah permintaan BPBD Kab.Blitar, di Blitar.

(4) 3 Maret, menghadiri pemaparan peralatan alat minitoring berbasis wireless oleh PT. Exsol, bertempat di Ruang Rapat Lantai 3 Bidang MGA, Gedung A.F Lasut II, Jl. Diponegoro No. 57, Bandung.

(5) 3 Maret, menerima tamu dari Kemen ATR/BPN membahas RDTR untuk Tanjung Lesung, Banten dan RDTR Ambon pasca gempa bumi 2019, di Bandung.

(6) 3 Maret, menerima tamu dari EO Detail Corp membahas rencana Magma Fun Run untuk acara 100 tahun Pemantauan Gunungapi, di Bandung

(7) 3 Maret, menjadi Narasumber diseminasi informasi pada rapat koordinasi Ancaman Gerakan Tanah permintaan BPBD Bandung Barat Jawa Barat, di Ngamprah.

(8) 4 Maret, menerima petugas pelaporan Bandar Udara Tanjung Api Ampana (Kabupaten Tojo Una Una, Sulawesi Tengah) dalam rangka pengumpulan data dukung terkait penyusunan dokumen Buku Pedoman Bandar Udara Siaga Bencana, bertempat di Ruang 306 Lantai 3 Bidang MGA, Gedung A.F Lasut II, Jl. Diponegoro No. 57, Bandung.

(9) 4 Maret menjadi Narasumber pada rapat koordinasi relokasi dan penataan kawasan Kab. Bogor pasca longsor 1 Januari 2020 atas undangan Bupati Kabupaten Bogor Jawa Barat, di Bogor.

(10) 5 Maret 2020, menghadiri Focus Group Discussion “Penyusunan Dokumen Material Transfer Agreement (MTA) sektor ESDM, bertempat di Auditorium Geologi Lantai 1, Jl. Diponegoro No. 57, Bandung.

(11) 5 Maret, menghadiri rapat koordinasi pasca gempa bumi Palu dari sektor perhubungan, di Palu.

(12) 6 Maret, menerima tamu dari Dinas Tata Ruang, Kota Manado, terkait RTRW, di Bandung.