Jurnal Laporan Mingguan Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Benana Geologi Periode 17 - 23 Februari 2020

Logo_ESDM

1. Aktivitas Gunungapi

  1. Aktivitas G. Karangetang: Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Cuaca berawan-hujan. Saat cuaca cerah teramati asap dari kawah utama dengan ketinggian 50 meter, bertekanan lemah hingga sedang dengan warna putih dan intensitas tipis. Seismograf merekam 83 kali Gempa Hembusan, 18 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, 21 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 4 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Tektonik Lokal dan 55 kali Gempa Tektonik Jauh. Tremor Menerus dengan amplitudo 0,25 mm - 1 mm (dominan 0,5 mm).
  2. Aktivitas G. Agung: Pengamatan visual selama minggu ini gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Pada saat cuaca cerah teramati asap dari kawah utama dengan ketinggian 50-100 meter di atas puncak, bertekanan lemah berwarna putih dan intensitas tipis. Seismograf merekam 1 kali Gempa Hembusan, 3 kali gempa Vulkanik Dangkal, 4 kali gempa Vulkanik Dalam, 2 kali gempa Tektonik Lokal dan dan 33 kali Gempa Tektonik Jauh.
  3. Aktivitas G. Sinabung: Tidak ada kejadian erupsi eksplosif maupun efusif. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, tinggi sekitar 50-200 meter dari puncak. Seismograf merekam 9 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, 4 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 13 kali Gempa Tektonik Jauh.
  4. Aktivitas G. Anak Krakatau: Tidak ada kejadian erupsi selama periode ini. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Seismograf merekam 1 kali Gempa Hembusan, 6 kali Gempa Low Frequency, dan Tremor Menerus dengan amplitudo 0,5-4 mm, dominan 1 mm.
  5. Aktivitas G. Semeru: Erupsi masih terjadi, menghasilkan kolom erupsi berwarna putih kelabu dengan tinggi kolom sekitar 400 m dari atas puncak. Seismograf merekam 13 kali Gempa Letusan, 35 kali Gempa Guguran, 41 kali Gempa Hembusan, 1 kali Tremor Harmonik, 2 kali Gempa Vulkanik Dalam, 11 kali Gempa Tektonik Jauh, dan 4 kali Getaran Banjir.
  6. Aktivitas G. Merapi: Pada minggu ini tidak terjadi letusan di G. Merapi. Letusan yg terjadi pada tanggal 13 Feb 2020 menyebabkan adanya perubahan morfologi di puncak. Volume kubah lava berdasar pengukuran tgl. 19 Feb. 2020 berkurang menjadi 291.000 m3, dibanding pengukuran tgl 12 Feb. 2020 sebesar 407.000 m3.Secara visual cuaca kabut, mendung, berawan, dan hujan pada siang hingga malam, sedangkan pagi teramati cerah. Hujan dengan intensitas tertinggi 72 mm/hari di Pos Kaliurang pada tanggal 19 Februari 2020. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian maksimum 100 m di atas puncak kawah yg terjadi pada tanggal 18 Februari 2020. Seismograf merekam: 37 kali Gempa Guguran, 81 kali Gempa MP, 12 kali Gempa Hembusan, 6 kali Gempa LF, 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal, tidak terjadi Gempa Vulkanik Dalam, 10 kali Gempa Tektonik. Berdasar data yang ada yaitu: deformasi, kimia, serta visual, aktivitas G. Merapi minggu ini relatif sama dibanding dengan minggu kemarin. Namun demikian untuk kegempaan Guguran dan MP relatif lebih tinggi, sedangkan kegempaan yg lainnya relatif tetap. Hal ini menunjukan masih fluktuatif dan tingginya aktivitas G. Merapi. Kegempaan MP dan Guguran yg masih cukup tinggi serta terjadinya letusan di G. Merapi, mengindikasikan bahwa masih adanya pergerakan magma serta menunjukan aktivitas masih terjadi di G. Merapi. Potensi adanya letusan dan awanpanas masih ada, namun dengan perkiraan bahaya masih ada di area 3 km dari puncak. Sehingga rekomendasi yg diberikan masih sesuai dengan aktivitas saat ini.

2. Kegiatan Tanggap Darurat dan Pasca Bencana

  1. Pengiriman Tim Tanggap Darurat erupsi G. Sinabung dan G. Karangetang.
  2. 19 - 24 Februari, melaksanakan Kaji Cepat kegiatan Pasca Bencana permintaan Bupati Kabupaten Ponorogo, di Ponorogo.

3. Kegiatan Survei/Pemetaan

  1. 15 – 29 Februari, melaksanakan Penyelidikan mikrozonasi Gempa Bumi Kota Semarang.
  2. 17 – 25 Februari, melaksanakan Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, di Bangli.
  3. 17-29 Februari, melaksanakan Pemetaan KRB Gempa Bumi Kota Semarang.

4. Kegiatan Lain

  1. 17 Februari, melaksanakan Rapat koordinasi program 100 tahun pemantauan gnapi di BPPTKG, Yogyakarta.
  2. 17 – 18 Februari, melaksanakan Rapat Penyusunan Indikator Kinerja Utama Bidang Mitigasi Gerakan Tanah, di Bandung.
  3. 18 Februari, menjadi Narasumber FGD IGT Data Deformasi Terintegrasi di BIG, Jakarta.
  4. 19 Februari, melaksanakan Sosialisasi kajian Badan Geologi pasca gempa bumi Palu, difasilitasi oleh UNDP, di Jakarta.
  5. 20 Februari, menjadi narasumber FGD Penguatan dan Pengembangan Tsunami Early Warning System. Lt 3-Kantor BPPT Jakarta.
  6. 19 – 21 Februari, melaksanakan Sosialisasi Bencana Gerakan Tanah di KM 118 Cipularang dan Gerakan Tanah dipicu Gempabumi di Limbangan permintaan layanan informasi dari media TV dan elektronik.
  7. 21 Februari, melaksanakan Rapat internal tim program acara 100 tahun pemantauan gunungapi, di Bandung.