Penyusunan Dokumen Rencana Kontinjensi G. Gamalama, 22 - 26 Oktober 2015

Dalam rangka pengurangan risiko bencana geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate mengadakan kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Kontinjensi Bencana Gunungapi Gamalama bertempat di Hotel Velliya Kota Ternate pada tanggal 22 - 26 Oktober 2015. Maksud dari kegiatan penyusunan dokumen rencana kontinjensi ini adalah menyusun suatu perencanaan penanggulangan bencana Gunungapi Gamalama di Kota Ternate yang melibatkan pemerintah daerah serta instansi terkait dalam penanganan bencana gunungapi G. Gamalama. Tujuannya adalah agar pemerintah daerah mempunyai dokumen rencana kontinjensi dan lebih siap dan terkoordinasi dalam menangani bencana gunungapi yang akan terjadi di daerahnya serta upaya penanggulangannya.

 

Dalam penyusunan dokumen rencana kontinjensi G. Gamalama, instansi yang  terlibat adalah adalah KODIM 1501 Kota Ternate, Polres Ternate, PMI, Bappeda, BPS, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, BLH, Dinas Pendidikan, LSM, ORARI, Dinas Tenaga Kerja, Basarnas, dan perwakilan dari Kecamatan di Kota Ternate. Dalam penyusunannya, kegiatan difasilitasi oleh Tim dari PVMBG. Tim PVMBG beranggotakan Dr. Supriyati D. Andreastuti, Ir. Imam Santosa, M.Sc., Anjar Heriwaseso, ST., MT., Yohandi Kristiawan, ST., Nia Haerani, M.Si., Wahyu Suherman, dan Setyo Sutriono.

 

Sebelum menyusun dokumen rencana kontinjensi, terlebih dulu dipaparkan pengantar kegiatan mulai dari pengantar renkon, profil bencana G. Gamalama, pengembangan skenario, perencanaan sektoral, rencana tindak lanjut, hingga sistem komando tanggap darurat. Pengembangan skenario dilakukan berdasarkan skenario terburuk erupsi G. Gamalama tahun 1994 dan 2006, dampaknya mengikuti Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) G. Gamalama. Perencanaan Sektoral dibagi sesuai dengan bidang masing-masing. Pembagian sektoral dibagi menjadi 5 kelompok yaitu Sektor Manajemen Koordinasi dan Posko Utama, Sektor SAR dan Evakuasi, Sektor Kesehatan, Sektor Sosial Dan Logistik, Serta Sektor Sarana Dan Prasarana. Selanjutnya dokumen rencana kontinjensi disusun sesuai dengan hasil diskusi sektoral masing-masing bidang. Hasil penyusunan kemudian dievaluasi bersama-sama sehingga diperoleh dokumen yang valid yang mencakup semua sektoral. Acara diakhiri oleh simulasi kelas yang dilakukan setelah penyusunan dokumen selesai. Simulasi ini menggambarkan sistem koordinasi pada saat bencana erupsi G. Gamalama terjadi.

 

Secara umum kegiatan penyusunan dokumen rencana kontinjensi G. Gamalama di Kota Ternate berlangsung dengan baik. Kegiatan ini menghasilkan suatu dokumen rencana kontinjensi sebagai pedoman perencanaan bagi pemerintah daerah untuk menentukan kebijakan lebih lanjut dalam penanganan bencana gunungapi di Kota Ternate. Pemerintah Daerah Kota Ternate diharapkan dapat menindaklanjuti dan menggunakandari hasil dokumen rencana kontinjensi ini sehingga terjadi penyempurnaan dan dilakukan evaluasi sesuai dengan rencana tindak lanjut yang telah dibuat.

 

Renkon Gamalama
 Renkon Gamalama 2

Foto 1 Acara pembukaan penyusunan rencana kontinjensi

 

Renkon Gamalama 3 Renkon Gamalama 4

Foto 2 : Pemaparan materi kesiapsiagaan bencana (atas). Penjelasan profil bencana G. Gamalama (bawah).

 

Renkon Gamalama 5 Renkon Gamalama 6

Foto 3 : Pemaparan pengembangan skenario oleh fasilitator (atas). Pemaparan sistem komando operasi tanggap darurat oleh perwakilan KODIM 1501 Kota Ternate (bawah).

 

Renkon Gamalama 7 Renkon Gamalama 8

Foto 4 : Suasana kelas saat penyusunan dokumen rencana kontinjensi (atas). Simulasi koordinasi gladi bencana (bawah).

 

Renkon Gamalama 9 Renkon Gamalama 10

Foto 5 : Penyerahan sertifikat oleh perwakilan PVMBG kepada peserta (atas). Foto bersama setelah penutupan (bawah).