Kegiatan Sosialisasi Data Gempa Bumi Dan Tsunami Badan Geologi Di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi (BG) pada hari Rabu tanggal 28 September 2022 melakukan kegiatan sosialisasi untuk para pengambil keputusan (stake holder) dan tokoh masyarakat di Kota Garut, Provinsi Jawa Barat. Wilayah Garut tergolong rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Berdasarkan catatan dari PVMBG BG telah terjadi sebanyak 9 kejadian gempa bumi merusak di wilayah Garut (tahun 1979, 1980, 2005, 2006, 2009, 2010, 2013, 2016, 2018), artinya kejadian gempa bumi tersebut telah mengakibatkan terjadinya korban jiwa dan kerusakan. Dua kejadian gempa bumi merusak tersebut telah memicu terjadinya tsunami di pantai Garut yaitu tahun 2006 dan 2009.

Kegiatan sosialisasi ini dilakukan dengan kerjasama antara PVMBG BG dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut. Lokasi kegiatan sosialisasi bertempat di ruang rapat lantai dua kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Kabupaten Garut terletak di Jalan Patriot nomor 8, Kota Garut. Kegiatan sosialisasi ini mengambil tema : Data gempa bumi dan tsunami produk dari BG. Data ini diharapkan dapat untuk mendukung upaya mitigasi dan penataan ruang di Kabupaten Garut. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan secara langsung dan juga dilakukan melalui metode daring atau online. Peserta dihadiri oleh berbagai perwakilan ASN Pemerintah Kabupaten Garut dan juga tokoh masyarakat. Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah agar para pengambil keputusan Pemerintah Kabupaten Garut dapat memahami, memanfaatkan data dan informasi gempa bumi dan tsunami produk dari BG untuk mendukung pelaksanaan upaya mitigasi dan masukan pada kegiatan revisi penataan ruang di Kabupaten Garut.

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Asisten Daerah (Asda) 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Garut yaitu ibu Teti Sarifeni. Dalam pembukaannya beliau menyatakan perlu adanya suatu langkah/upaya untuk melakukan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Garut. Upaya Mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami tersebut dapat dilakukan antara lain melalui kerjasama lintas institusi dan lembaga termasuk pemerintah pusat dalam hal ini PVMBG, BG dalam mengidentifikasi potensi dan risiko bencana pada skala detil (dimulai dari pengenalan sumber bencana dan analisis risiko terdampak), sehingga pada akhirnya hasil penelitian dan pemetaan tersebut dapat digunakan sebagai referensi bagi Pemerintah Kabupaten Garut untuk keperluan mitigasi maupun penataan ruang.

Selanjutnya merupakan acara pokok yaitu pemaparan sesi pertama yang disampaikan oleh        Dr. Supartoyo, ST. MT (Koordinator Geologi Gempa Bumi dan Tsunami PVMBG) dengan judul Data Gempa Bumi BG (Sumber, Informasi, Peta Kawasan Rawan Bencana/ KRB Gempa Bumi, dan Upaya Mitigasi). Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan kedua disampaikan oleh          Dr. Yudhicara, ST. M.Sc (Penyelidik Bumi Madya di PVMBG) dengan judul Data Tsunami BG (Sumber, Informasi, Peta Kawasan Rawan Bencana/ KRB Tsunami, dan Upaya Mitigasi). Sebagai moderator baik untuk pemaparan sesi pertama dan kedua adalah Arianne Pingkan Lewu, ST dari Kelompok Geologi Gempa Bumi dan Tsunami, PVMBG. Selesai pemaparan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab hingga pukul 12.15 WIB. Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan ini baik yang hadir secara langsung maupun online, hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan tentang gempa bumi dan tsunami. Bahkan Asda 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan yaitu ibu Teti Sarifeni turut mengajukan pertanyaan. Beberapa pertanyaan berkaitan dengan gempa bumi antara lain : keberadaan Sesar Garsela, zona sesar aktif dan zona sempadan sesar aktif, zona aman dari pergerakan Sesar Garsela, data mikrozonasi gempa bumi Kabupaten Garut yang saat ini sedang melakukan revisi penataan ruang, kejadian gempa bumi tahun 2005 di Pasir Wangi dan hubungannya dengan aktivitas eksplorasi geothermal atau panas bumi, dan tanah ambles di Pasir Wangi. Adapun pertanyaan berkaitan dengan tsunami antara lain : jenis-jenis sumber pembangkit tsunami di selatan pantai Garut, potensi sumber pembangkit tsunami megathrust, ciri-ciri gempa bumi megathrust, waktu gelombang tsunami tiba di pantai Garut, integrasi peta KRB tsunami untuk keperluan revisi penataan ruang di pantai Garut, dan shelter untuk penyelamatan diri saat tsunami di pantai Garut. Selain itu ada peserta melalui media daring (Bapak Haryono) yang mengusulkan untuk dilakukan penambahan jenis bencana pada peraturan daerah di Kabupaten Garut dengan menambah jenis bencana gempa bumi dan tsunami. Beberapa peserta masih melanjutkan diskusi dengan narasumber setelah acara selesai, juga dengan Kalak BPBD Kabupaten Garut.

Kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan baik dan lancar. Peserta mengikuti acara hingga selesai. Peserta aktif bertanya kepada para narasumber yang berkaitan dengan data dan informasi gempa bumi dan tsunami dari BG. Beberapa peserta mengharapkan agar kegiatan ini dapat dilanjutkan terutama di pantai selatan Garut yang rawan tsunami dengan mengundang tokoh masyarakat, para ustadz, para nelayan dan masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di KRB tsunami. Hal ini menjadi catatan bagi rencana kerja PVMBG untuk tahun berikutnya. Selanjutnya dilakukan pembacaan resume hasil sosialisasi dan acara ditutup oleh ibu Teti Sarifeni (Asda 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Garut) pada pukul 12.15 WIB. (***Pty***)

 

foto-1 

Gambar 1. Koordinasi dan diskusi sebelum kegiatan sosialisasi antara tim PVMBG BG dengan Kalak BPBD Kabupaten Barut (Bapak Satriabudi, posisi nomor dua dari kanan).

 foto-2

Gambar 2. Ruang rapat lantai dua kantor Bappeda Pemerintah Kabupaten Garut di Jalan Patriot nomor 8, Kota Garut sebagai tempat kegiatan sosialisasi.

 foto-3

Gambar 3. Sebagian peserta sedang menunggu acara kegiatan sosialisasi.

 foto-4

Gambar 4. Pembukaan kegiatan sosialisasi oleh Asda 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Garut (ibu Teti Sarifeni, kedua dari kiri).

 foto-5

Gambar 5. Penyampaian materi sesi pertama oleh narasumber dari PVMBG yaitu Bapak Supartoyo tentang data gempa bumi produk dari BG.

 foto-6

Gambar 6. Penyampaian materi sesi kedua oleh narasumber dari PVMBG yaitu Ibu Yudhicara tentang data tsunami produk dari BG.

 foto-7

Gambar 7. Narasumber dari PVMBG (Bapak Supartoyo) sedang melayani wawancara dengan Humas Pemerintah Kabupaten Garut.

 foto-8

Gambar 8. Diskusi lanjutan setelah acara sosialisasi di kantor BPBD Kabupaten Garut antara ibu Yudhicara dengan Kalak BPBD Kabupaten Barut (Bapak Satriabudi, posisi sebelah kiri).