Rapat Kerja Nasional Gunung Api 2022


Kamis, 3 Februari 2022 bertempat di Gedung AF Lasut II, Ruang Monitoring Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gunung Api 

Kegiatan hybrid yang dibuka oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengambil tema “Penguatan Sistem Peringatan Dini Gunung Api: pengetahuan risiko, pemantauan bahaya, diseminasi informasi dan respon masyarakat”, kegiatan ini dihadiri oleh Komisi VII DPR RI, BNPB, BMKG, Bappenas, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kemenparekraf, Dinas ESDM Jawa Tengah, BPBD Kabupaten serta ahli gunung api

Dalam sambutannya Arifin Tasrif  mengatakan bahwa "Kawasan gunung api merupakan kawasan rawan bencana, namun pada kenyataanya pada kawasan ini memiliki sumberdaya yang dapat dimanfaatkan bagi pembangunan nasional sehingga masyarakat tertarik untuk memanfaatkan sumberdaya tersebut bahkan masyarakat rela untuk tinggal pada kawasan tersebut", selanjutnya akibat dari itu semua masyarakat ini sangat rentan terhadap ancaman erupsi gunung api.

Dalam kesempatan lain, Arifin Tasrif mengatakan juga “Penguatan Sistem Peringatan Dini Gunungapi diangkat karena adanya empat  unsur dalam peringatan dini gunung api yang yaitu Pengetahuan risiko, Sistem pemantauan dan peringatan, Sistem komunikasi dan diseminasi informasi dan Kemampuan respon masyarakat"

Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Badan Geologi untuk mendapatkan masukan, pendapat, dan ide-ide baru terkait penguatan sistem peringatan dini gunung api di Indonesia, Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono dalam kata sambutannya mengatakan Penguatan Sistem Peringatan Dini Gunung Api kami pandang perlu untuk diangkat dan sangat mendesak untuk dibahas pada Rapat Kerja Nasional Gunung Api Tahun 2022.  Tujuan dari rapat kerja ini adalah untuk memperoleh masukan, saran, dan pendapat dari para stakeholder sehingga dapat menjadi bahan perbaikan dan sekaligus penguatan sistem peringatan dini gunung api di masa datang demikian Eko Budi Lelono melanjutkan sambutannya dan juga tidak lupa Eko Budi Lelono meminta masukan, saran, dan pendapat dari para stakeholder dalam hal ini Komisi VII DPR RI, BNPB, BMKG, Bappenas, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kemenparekraf, Dinas ESDM Jawa Tengah, BPBD Kabupaten, ahli gunung api, serta peserta undangan dari perguruan tinggi dan organisasi profesi baik yang hadir secara luring maupun daring.

Sementara Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani dalam sambutannya mengharapkan dengan diadakannya Rapat Kerja Nasional Gunung api "Badan Geologi khususnya PVMBG bersama lembaga terkait, dapat menciptakan mitigasi kebencanaan geologi yang berkualitas, valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan sehingga dapat mendukung pembangunan nasional yang berbasis bencana seperti penganganan bencana,  tata ruang maupun informasi keselamatan penerbangan saat terjadi letusan gunung api"

Rakernas Gunung Api 2022, dihadiri oleh Komisi VII DPR RI, BNPB, BMKG, Bappenas, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kemenparekraf, Dinas ESDM Jawa Tengah, BPBD Kabupaten, ahli gunung api, serta peserta undangan dari perguruan tinggi dan organisasi profesi baik yang hadir secara luring maupun daring, penyelenggaraan dengan menggunakan cara hybrid ini berjalan dengan baik, susunan acara yang sudah tersusun dapat berjalan dengan baik, dukungan mass media pun membuat kegiatan ini dapat tersebar sesuai harapan.

Simpulan yang didapat dari kegiatan narasumber dan penanggap rakernas gunung api yang disarikan oleh Saut Sagala, diantaranya :

  • Sosialisasi bahaya primer, dan bahaya ikutannya. Penting dibahas bagaimana sosialisasi yang melibatkan stakeholders
  • Stakeholders perlu berkoordinasi dan berperan aktif dalam empat subsistem peringatan dini
  • Kebutuhan adanya action dari peringatan dini
  • Pentingnya pembuatan dan pembaruan rencana kontingensi Gunung Api berdasarkan kajian resiko dan skenario dan yang digunakan dalam latihan
  • Rencana Kontigensi berdasar most reliable case dengan penilaian bahaya yang bersifat sektoral
  • Tantangan terhadap bencana GunungApi yang jarang terjadi

IMG_4285

Sambutan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam pelaksanaan Rapat Kerja Nasional Gunung Api 2022

 

Capture-3

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono, membuka kegiatan Rapat Kerja Nasional Gunung Api

 

Capture-1

Capture-2

IMG_4310

Capture-4

Narasumber Peserta Rakernas Gunung Api

 

IMG_4323

Yahya Hidayat, dari Bapenas yang menjadi penanggap di acara kegiatan Rakernas Gunung Api

IMG_4339

Sudjarwanto, Dinas ESDM Prov. Jawa Tengah menjadi penanggap acara kegiatan Rakernas Gunung Api

 

Capture-5

Juga hadir R. Sukhyar, seorang Ahli Gunung Api menjadi penanggap 

 

 

Penyusun ; Yana Karyana ( Pranata Humas Muda PVMBG)

Sumber Foto (Dewi Subektiningsih)