Focus Group Discussion Gerakan Tanah 2020

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)- Badan Geologi tanggal 10 November 2020 berkolaborasi dengan BMKG, Kementrian PUPR, BNPB, Akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan BPBD Provinsi se-Indonesia serta BPBD Kab/Kota yang wilayahnya berada di daerah rawan gerakan tanah berkumpul dalam acara FOCUS GROUP DISCUSSION GERAKAN TANAH 2020 yang dilaksanakan secara daring dan disiarkan secara live di Youtube dengan tema Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi La Nina Dan Peningkatan Curah Hujan Serta Dampaknya Terhadap Ancaman Gerakan Tanah, Banjir Bandang, dan Banjir.

Forum Diskusi ini mempunyai harapan besar terjadinya sinergitas dalam penanggulangan bencana dari hulu ke hilir antara Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah dalam upaya mengurangi risiko bencana.

Kepala PVMBG, Ir. Kasbani, M.Sc dalam sambutannya mengatakan Dalam upaya membangun kesiapsiagaan melalui FGD ini diharapkan dapat dirumuskan upaya strategis dalam upaya pengurangan risiko bencana gerakan tanah dan banjir bandang. Diharapkan informasi peringatan dini akan lebih optimal dengan dibangunnya komunikasi melalui kolaborasi sinergis antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah/BPBD.

FGD 1 (131120)

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Ir. Kasbani, M.Sc memberi sambutan dalam acara FGD Gerakan Tanah tahun 2020

FGD 2 (131120)

Peserta FGD Gerakan Tanah tahun 2020

Dr. Indra Gustari, M.Si dari Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG dalam paparannya menyampaikan, fenomena La Nina berpotensi meningkatkan curah hujan yang dengan sendirinya akan meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi. Beberapa institusi memprediksi La Nina terjadi hingga April – Juni 2021. Puncak musim hujan di masing-masing wilayah di Indonesia berbeda. Prediksi November 2020 –Januari 2021: Curah hujan tinggi (>300mm/bulan) berpeluang terjadi di sebagian besar Aceh, Sumatera utara bagian tengah dan barat dan sepanjang pantai barat Sumatera, sebagian besar Jawa, bagian barat dan utara Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, dan Papua bagian barat, tengah, dan selatan. Sementara daerah lainnya, pada kriteria menengah. Hujan dengan kriteria rendah masih berpeluang terjadi di Bali, dan Nusra pada November 2020. Prediksi Februari - April 2021: curah hujan menengah-tinggi berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, kecuali Nusa Tenggara diprediksi pada kategori rendah pada April 2021.

BMKG telah menyediakan berbagai skala waktu dari prakiraan musim bulanan, dasarian, mingguan hingga prakiraan cuaca harian yang dapat digunakan sebagai data dukung untuk kementrian/lembaga yang membutuhkan sebagai upaya dalam mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat.  Pengembangan integrasi sistem observasi dan monitoring BMKG (SIH3) telah dibangun sejak tahun 2013 namun sempat terkendala dan hampir terhenti, sistem berbasis spasial ini kedepannya akan dapat memudahkan antar kementrian/lembaga untuk diseminasikan informasi kepada masyarakat dalam upaya mengurangi dampak bencana.

FGD 3 (131120)

Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim, Dr. Indra Gustari, M.Si memberi paparan dalam acara FGD Gerakan Tanah Daring tahun 2020

Paparan kedua oleh Plt. Kepala Subbidang Mitigasi Gerakan Tanah Wilayah Timur Yunara Dasa Triana, ST. MT. dalam paparannya menyampaikan perlu strategi mitigasi berupa peringatan dini gerakan tanah sebagai upaya terhadap fenomena dan peningkatan ancaman gerakan tanah. PVMBG telah mengeluarkan peta prakiraan potensi gerakan tanah bulanan yang merupakan hasil tumpang tindih peta zona kerentanan gerakan tanah dan peta curah hujan bulanan yang dikeluarkan oleh BMKG. PVMBG juga terus melakukan pemutakhiran peta zona kerentanan gerakan tanah. Dengan kolaborasi antar kementrian/lembaga yang terkait dan kerjasama yang berkelanjutan diharapkan dapat berkolaborasi dalam menghadapi fenomena dan potensi bencana gerakan tanah dan banjir bandang dengan informasi yang cepat tersampaikan kepada masyarakat sehingga bisa segera diambil langkah-langkah tepat dalam mitigasi gerakan tanah dan banjir bandang.

FGD 4 (131120)

Plt. Kepala Subbidang Mitigasi Gerakan Tanah Wilayah Timur, Yunara Dasa Triana, ST. MT. dalam acara FGD Gerakan Tanah Daring tahun 2020

 

Paparan ketiga oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Ir. Anang Muchlis, Sp.PSDA dalam paparannya menyampaikan mengenai permasalahan yang terjadi di DAS Citarum, seperti pencemaran air akibat limbah, sampah domestik, yang menyebabkan banjir. Faktor lain yang juga berperan dalam banjir di DAS Citarum yaitu exploitasi air tanah berlebih yang mengakibatkan penurunan tanah, berkurangnya lebar sungai serta erosi permukaan tanah. Dalam paparannya beliau juga membahas upaya yang dilakukan dalam mengendalikan banjir di wilayah sungai citarum, salah satunya pembangunan checkdam, normalisasi sungai, pembangunan embung, pembangunaan kolam retensi, floodway,dan polder.

FGD 5 (131120)

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Ir. Anang Muchlis, Sp.PSDA dalam acara FGD Gerakan Tanah Daring tahun 2020

Paparan keempat oleh Kepala Sub Direktorat Integrasi dan Pengolahan Pemantauan, Direktorat Peringatan Dini, Linda Lestari, S.Kom, M.Si dalam paparannya menyampaikan komponen sistem peringatan dini  berupa pemahaman risiko bencana, pemantauan dan analisis data, penguatan respon masyarakat serta diseminasi informasi karena upaya penanggulangan bencana merupakan urusan bersama.

FGD 6 (131120)

Kepala Sub Direktorat Integrasi dan Pengolahan Pemantauan, Direktorat Peringatan Dini, Linda Lestari, S.Kom, M.Si dalam acara FGD Gerakan Tanah Daring tahun 2020

Paparan terakhir dari akademisi ITB, Dr. Rendy Kartiko, ST. MT. dalam paparannya menyampaikan mengenai beberapa metode dalam pemetaan gerakan tanah, yaitu statistik, deterministic, inventory based, knowledge driven. Curah hujan digunakan sebagai parameter dinamik dalam model statistik bivariate. Pada level sains sendiri masih belum solve untuk kapan dan dimana dari suatu model benar-benar terjadi longsor. Pendekatan statistic seringkali hanya menggambarkan lokasi rawan tanpa benar-benar menyajikan kapan dan dimana dari daerah rawan tersebut yang akan longsor, sehingga hanya menjadi guide awal dengan tingkat kepercayaan yang masih rendah hingga medium. Menghadapi La Nina, progress zona kerentanan longsoran realtime diperlukan (dengan bandwith data cukup) terutama untuk system keputusan (BNPB sebagai pengguna). Citra satelit detail dapat digunakan untuk skimming inventory daerah yang tidak terjangkau/tidak dilaporkan. Ditambah dengan algoritma sorting awal mengindentifikasi perbedaan antar waktu dari citra sehingga lokalisir daerah longsor lebih mudah.

FGD 7 (131120)

Akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Rendy Kartiko, ST. MT. dalam acara FGD Gerakan Tanah Daring tahun 2020