Penurunan Tingkat Aktivitas G. Sirung

 

Sirung 244022

Penurunan tingkat aktivitas G. Sirung di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal)

Hasil evaluasi tingkat aktivitas G. Sirung di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sebagai berikut:

I.       Latar Belakang

Secara administratif G. Sirung terdapat di Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Posisi geografi puncaknya berada pada 08°30'36" LS - 124°08'54" BT dengan ketinggian 862 meter di atas permukaan laut (dpl). Erupsi terakhir (freatik) G. Sirung terjadi pada 21 Juli 2021 yang mengeluarkan emisi abu berwarna putih-kelabu yang teramati dengan intensitas tipis-sedang dan tinggi sekitar 2000 meter di atas puncak kawah. Erupsi freatik ini diperkirakan dipicu oleh interaksi antara uap magma dan sistem hidrotermal. Tingkat aktivitas G. Sirung berada pada Level II (Waspada) sejak tanggal 21 Juli 2021.

II.      Data Hasil Pemantauan

Dalam satu bulan terakhir (Maret 2022), pengamatan visual G. Sirung umumnya terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 10-50 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah timur laut, timur dan tenggara. Suhu udara sekitar 26-33°C. Untuk pengamatan kegempaan menunjukkan tidak ada gempa yang terekam (nihil).

Aktivitas kegempaan G. Sirung umumnya didominasi oleh gempa Hembusan. Sejak Juli 2021 semua jenis gempa yang terekam tergolong rendah dan cenderung menurun secara fluktuatif hingga saat ini. Gempa Hembusan pernah terekam maksimum 8 kali perhari pada 22 Januari 2022 dan Tremor NonHarmonik maksimum 20 kali perhari pada 21 Juli 2021, sementara jenis gempa lainnya maksimum hanya 5 kali perhari (histogram gempa terlampir).

III.    Evaluasi

Hingga saat ini aktivitas G. Sirung tergolong rendah dan cenderung memperlihatkan penurunan kegempaan yang konsisten. Gempa vulkanik yang berasosiasi dengan suplai magma dari kedalaman terekam sangat rendah. Namun demikian proses interaksi antara uap magma dan sistem hidrothermal diperkirakan dapat tetap berlangsung di kedalaman tubuh G. Sirung sehingga erupsi freatik dapat berpotensi terjadi sewaktu-waktu tanpa didahului oleh prekursor kegempaan.

Dari sisi potensi ancaman bahaya, selain ancaman bahaya dari erupsi freatik yang dapat terjadi sewaktu-waktu yang dapat melontarkan abu, lumpur, dan batu-batu di dalam area kawah, terdapat juga potensi ancaman bahaya gas-gas vulkanik beracun seperti CO2, CO, SO2, dan H2S di daerah puncak/kawah G. Sirung.

IV.   Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh maka tingkat aktivitas Gunungapi Sirung diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal) pada tanggal 1 April 2022 pukul 18:00 WITA.

Dalam tingkat aktivitas Level I (Normal), direkomendasikan sebagai berikut:

  1. Masyarakat disekitar G. Sirung dan pengunjung/wisatawan agar membatasi aktivitas dan tidak berlama-lama berada disekitar kawah, tidak mendekati danau kawah yang bersifat asam, tidak bermalam di area kawah aktif, dan tidak mendekati lubang tembusan gas untuk menghindari potensi bahaya gas beracun (peta terlampir).
  2. Seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi G. Sirung setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui website https://magma.esdm.go.id atau melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play.
  3. Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Sirung yang berada di Deşa Tude, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor atau dengan Kantor Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

 

Sirung-1 

 

Sirung-2

 

Sirung-3

 

File Penurusan Status, disini