Laporan Kebencanaan Geologi, 21 Maret 2022

esdm_kecil

Hari ini, Senin 21 Maret 2022, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut:

 

 1. GUNUNG API

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Semeru

(Jawa Timur)

SIAGA

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah barat daya. Suhu udara sekitar 21-23°C.

 

Terekam Gempa Letusan, namun secara visual tinggi letusan dan warna abu tidak teramati.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 18 kali gempa Letusan/Erupsi

- 2 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

 

●  Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

●  Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

●  Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

 

2

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 10-20 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara sekitar 17.5-20°C. Kelembaban 72-94.2%. Tekanan udara 654-717 mmHg.

 

Terjadi Guguran, namun secara visual, jarak dan arah guguran tidak teramati.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 16 kali gempa Guguran

- 1 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

 

 

●  Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

●  Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

●  Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

3

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 100-600 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 25-25.4°C. Kelembaban 67.1-73%.

 

Terekam Gempa Letusan, namun secara visual tinggi letusan dan warna abu tidak teramati.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 3 kali gempa Letusan/Erupsi

- 37 kali gempa Hembusan

- 4 kali gempa Tremor Non-Harmonik

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 1 kali gempa Tremor Menerus

●  Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok. Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

●  Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling G. Ili Lewotolok maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar mewaspadai ancaman lahar terutama disaat musim hujan.

 

4

Sinabung

(Sumatera Utara)

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak. Cuaca berawan hingga mendung, angin sedang hingga kencang ke arah timur dan tenggara. Suhu udara sekitar 18-19°C.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

 

●  Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidakmelakukanaktivitas pada desa-desa yang sudahdirelokasi, sertalokasi di dalam radius radial 3 km daripuncakG.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuksektorselatan-timur, dan 4 km untuksektortimur-utara dan barat.

5

Ile Werung/Hobal

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

Gunung api terlihat jelas. Asap kawah nihil. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 23-32°C.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 1 kali gempa Low Frequency

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

●  Masyarakat direkomendasikan untuk sementara waktu agar menghindar aktivitas di sekitar pantai di area lokasi bualan dan menghindar berlayar/melaut di sekitar area tersebut untuk mengantisipasi potensi perubahan /kenaikan muka air laut. PVMBG terus melakukan pemantauan dan evaluasi aktifits kompleks Giunungapi ili Werung dan melakukan koorsinasi dengan BPBD setempat untuk melakukan sosialisasi.

 

6

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah nihil. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah timur. Suhu udara sekitar 26-30°C.

Gempa yang berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- Nihil

●  Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1.5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

 

7

Karangetang

(Sulawesi Utara)

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 25 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 21-30°C.

Gempaberkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 2 kali gempa Hembusan

- 4 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

 

●  Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2.5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

●  Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama kesektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.

●  Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak G. Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

 

8

Anak Krakatau

(Lampung)

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 25-50 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga kencang ke arah timur laut. Suhu udara sekitar 26-29°C. Kelembaban 52-70%.

Gempa yang berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 1 kali gempa Hembusan

- 10 kali gempa Low Frequency

- 4 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Tremor Menerus

●  Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

9

Dukono

(Maluku Utara)

Gunung api tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah utara dan barat laut. Suhu udara sekitar 24-29°C. Kelembaban 82-90%.

Gempa yang berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali gempa Tremor Menerus

●  Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.

●  Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar G. Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

10

Ibu

(Maluku Utara)

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 200-800 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur laut dan barat.

 

Letusan teramati dengan tinggi 200-800 meter dari puncak, kolom abu letusan berwarna putih hingga kelabu.

 

Terjadi Guguran, namun secara visual, jarak dan arah guguran tidak teramati.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 78 kali gempa Letusan/Erupsi

- 58 kali gempa Guguran

- 21 kali gempa Hembusan

- 12 kali gempa Harmonik

- 28 kali gempa Vulkanik Dangkal

 

●  Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu. Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas diluar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

11

Gamalama

(Maluku Utara)

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah utara dan timur laut. Suhu udara sekitar 25-30°C. Kelembaban 76-83%.

Gempa berkaitan dengan aktivitas tektonik.

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

●  Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1.5 km dari kawah puncak G.Gamalama

●  Pada musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di G. Gamalama agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar.

12

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 100-150 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin sedang ke arah timur laut. Suhu udara sekitar 16-25°C. Kelembaban 61-66%.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma.

- 78 kali gempa Hembusan

●  Masyarakat disekitar gunungapi kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak gunungapi kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktivitas didalam radius bahaya/KRB III).

13

Bromo

(Jawa Timur)

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-600 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah timur laut dan timur. Suhu udara sekitar 13-20°C.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1 Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

●  Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

●  Masyarakat di sekitar G. Bromo, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata G. Bromo agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba - tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

 

14

Soputan

(Sulawesi Utara)

Gunung api tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah selatan dan barat daya. Suhu udara sekitar 19-29°C.

 

Terjadi Guguran, namun secara visual, jarak dan arah guguran tidak teramati.

Gempaberkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 12 kali gempa Guguran

- 1 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

 

●  Masyarakat di sekitar G. Soputan maupun pengunjung/wisatawan/pendaki agar tidak beraktivitas di dalam radius 1.5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektoral arah barat-baratlaut sejauh 2.5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

●  Masyarakat yang bermukim/beraktivitas disekitar bantaran sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan juga di rekomendasikan agar mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar terutama ketika musim hujan, beberapa sungai yang perlu diwaspadai di antaranya adalah S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang dan Londola Kelewahu.

●  Jika terjadi hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi terhadap gangguan saluran pernapasan.

15

Awu (Sulawesi Utara)

Gunung api tertutup kabut. Asap kawah nihil. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah selatan. Suhu udara sekitar 28-30°C. Kelembaban 70-72%.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 4 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 20 kali gempa Tektonik Jauh

●  Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius 1 kilometer dari kawah puncak G. Awu.

16

Dempo

(Sumatera Selatan)

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah nihil. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah utara dan timur. Suhu udara sekitar 18-27°C.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- Nihil

●  Agar masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendakitidakmendaki dan bermalam (camping) di pusataktivitasKawahMarapi-G.dempodalam radius 1 km, mengingatkawahsebagaipusatletusan dan gas-gas vulkanik yang dapatmembahayakanbagikehidupan.

17

Agung

(Bali)

NORMAL

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 21-29°C. Kelembaban 72-90%.

Gempa berkaitan dengan aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

 

●   Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar membatasi aktivitas di area kawah puncak G. Agung.

●   Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di G. Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area potensi landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di G. Agung.

 

18

Batur

(Bali)

Gunung api tertutup kabut. Asap kawah nihil. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah utara. Suhu udara sekitar 19-23°C. Kelembaban 91-92%.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- Nihil

 

 

●     Masyarakat di sekitar G. Batur dan pengunjung/wisatawan agar membatasi aktivitas (tidak berlama-lama) dan tidak bermalam di area kawah aktif, serta tidak mendekati lubang tembusan gas yang berada di sekitar kawah untuk menghindari potensi bahaya gas beracun

19

Kelimutu

(NTT)

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 23-25°C. Kelembaban 80.7-86.7%. Tekanan udara 912.8-916.5 mmHg.

Gempaberkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 7 kali gempa Vulkanik Dalam

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

 

●     Masyarakat di sekitar G. Kelimutu dan pengunjung/wisatawan agar membatasi aktivitas di sekitar area kawah dengan tidak melewati pagar pembatas, tidak mendekati kawah danau, dan tidak bermalam di dalam kawah untuk menghindari potensi bahaya gas beracun.

20

Tangkuban Parahu

(Jawa Barat)

Gunung api terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi asap tidak teramati. Cuaca cerah hingga mendung, angin sedang ke arah utara dan selatan. Suhu udara sekitar 17-23°C.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik

- 2 kali gempa Hembusan

 

●     Masyarakat di sekitar G. Tangkuban Parahu dan pengunjung, wisatawan, pendaki agar tidak turun ke dasar Kawah Ratu dan turun/mendekat ke kawah-kawah aktif lain G. Tangkuban Parahu dan tidak boleh menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks G. Tangkuban Parahu, serta ketika cuaca mendung dan hujan dikarenakan terdapatnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan manusia.

●     Masyarakat di sekitar G. Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata G. Tangkuban Parahu agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

 

21

Papandayan

(Jawa Barat)

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 10 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah timur laut dan selatan. Suhu udara sekitar 18-24°C.

Gempaberkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

 

●     Masyarakat di sekitar G. Papandayan dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan menginap dalam kawasan bukaan kawah aktif yang ada di dalam kompleks G. Papandayan yaitu : Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, Kawah Manuk/Balagadama dalam radius 500 meter, serta ketika cuaca mendung dan hujan.

●     Masyarakat di sekitar G. Papandayan, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata G. Papandayan agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

 

Keteranganwarna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)

 

LEVEL I (Normal)

 

2. GERAKAN TANAH

 

No

Lokasi Gerakan Tanah

Waktu Kejadian

Faktor Penyebab

Dampak

Rekomendasi

1

Dusun Sanden, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

 

Koordinat belum tervalidasi

Minggu, 20/03/2022 Sore

l  kemiringan lereng yang curam,

l  Kondisi tanah/batuan yang labil Batuan berupa tuf dan breksi Produk Gunung Merbabu

 

 

 

  • Jalan Tertutup Material Longsor

Sumber :

https://jogja.tribunnews.com/2022/03/20/akses-jalan-magelang-boyolali-tertutup-tanah-longsor

 

 

 

 

  • · Masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di sekitar lokasi gerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan terutama ketika turun hujan dan setelahnya untuk mengantisipasi terjadinya gerakan tanah susulan.
  • · Dibuatkan perkuatan lereng pada tebing sesuai dengan kaidah geologi teknik.
  • · Memasang rambu peringatan rawan gerakan tanah untuk meningkatkan kewaspadaan bagi pengguna jalan.
  • · Tidak melakukan pemotongan lereng tanpa mengikuti kaidah-kaidah geologi teknik.
  • · Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana akibat gerakan tanah
  • · Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah/BPBD setempat.

Warna

Keterangan

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah rendah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah menengah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah tinggi