Laporan Kebencanaan Geologi, 16 Januari 2022

esdm_kecil

Hari ini, Sabtu, 16 Januari 2022, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut:

 

1. GUNUNG API 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Semeru

(Jawa Timur)

SIAGA

●        Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 100-300 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah utara, timur laut dan timur.

●        Pada malam hari teramati api diam.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 7 kali gempa Letusan/Erupsi

- 3 kali gempa Guguran

- 12 kali gempa Hembusan

- 12 kali gempa Harmonik

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Getaran Banjir

 

●    Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

●    Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)

●    Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan

 

2

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 10-200 meter dari puncak. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah timur, selatan dan barat.

●     Teramati guguran lava pijar   dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter ke arah barat daya.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

 

- 161 kali gempa Guguran

- 3 kali gempa Hembusan

- 3 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

●    Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak G.Merapi.

3

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunung api tertutup Kabut 0-I hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah timur.

●     Letusan disertai gemuruh dan dentuman lemah hingga sedang.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 14 kali gempa Letusan/Erupsi

- 76 kali gempa Hembusan

- 10 kali gempa Harmonik

- 9 kali gempa Tremor Non-Harmonik

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1.5 mm (dominan 1 mm)

●    Masyarakat di sekitar G.Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G.Ili Lewotolok.

●    Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G.Ili Lewotolok.

 

4

Sinabung

(Sumatera Utara)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak.

●     Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke timur, selatan, barat, dan barat daya.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Hembusan

- 3 kali gempa Low Frequency

- 1 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 6 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

5

Ile Werung/Hobal

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

●     Gunung api terlihat jelas. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah barat.

Gempa terkait aktivitas   magma dan tektonik.

-  6 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 6-30 mm, S-P 16-100 detik dan lama gempa 56-153 detik.

●    Masyarakat direkomendasikan untuk sementara waktu agar menghindar aktifitas di sekitar pantai di area lokasi bualan dan menghindar berlayar/melaut di sekitar area tersebut, untuk mengantisipasi potensi perubahan/kenaikan muka air laut.

 

6

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin bertiup lemah ke arah timur.

 

Tidak ada rekaman gempa.

●    Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

 

7

Karangetang

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tebal, tinggi asap sekitar 500 m di atas puncak. Cuaca cerah, mendung hingga hujan, angin bertiup lemah hingga kencang ke arah selatan.

●     Teramati asap kawah II berwarna putih, dengan intensitas sedang, tinggi asap sekitar 50 m dari atas puncak.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 4 kali gempa Hembusan

- 6 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

8

Anak Krakatau

(Lampung)

●     2 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 9-45 mm, dan lama gempa 15-265 detik.

●     1 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 10 mm, dan lama gempa 6 detik.

●     4 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 4-6 mm, dan lama gempa 3-7 detik.

●     7 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 4-44 mm, S-P 13.28-13.8 detik dan lama gempa 37-120 detik.

●     1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-10 mm, dominan 1 mm.

●     Visual CCTV jelas teramati asap putih tipis tinggi lk. 25 m. Ombak laut tenang.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

- 2 kali gempa Terasa I-III MMI

- Tremor Menerus, amplitudo

1-5 mm (dominan 1 mm)

 

●    Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

9

Dukono

(Maluku Utara)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50-200 meter dari puncak.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- Tremor Menerus, amplitudo

0.5-4 mm (dominan 2 mm)

●    Masyarakat di sekitar G.Dukono dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

10

Ibu

(Maluku Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu, intensitas tipis hingga sedang, tinggi asap 200-1000 m di atas puncak.

●     Cuaca cerah hingga mendung, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan selatan.

●     Teramati 68 kali Letusan dengan tinggi 200-1000 m dan warna asap putih dan kelabu.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran, hembusan asap kawah dan aktivitas magma.

- 68 kali gempa Letusan/Erupsi

- 32 kali gempa Guguran

- 37 kali gempa Hembusan

- 29 kali gempa Vulkanik

Dangkal

-      4 kali gempa Tektonik Jauh

-      1 kali gempa Terasa I MMI

●    Masyarakat di sekitar G.Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G.Ibu.

11

Gamalama

(Maluku Utara)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 10-15 meter dari puncak.

Gempa berkaitan dengan aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali gempa Getaran Banjir

●    Masyarakat di sekitar G.Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G.Gamalama.

12

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 300 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma

- 55 kali gempa Hembusan

 

●    Masyarakat disekitar G.Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

13

Bromo

(Jawa Timur)

●        Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur laut dan timur.

●     Tercium bau gas belerang di sekitar Pos PGA Bromo.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor menerus dengan

amplitude maksimum 0.5-1

mm (dominan 0.5 mm)

●    Masyarakat di sekitar G.Bromo dan pengunjung/ wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G.Bromo.

 

14

Soputan

(Sulawesi Utara)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 25 meter dari puncak. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah tenggara.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 2 kali gempa Guguran

- 1 kali gempa Hembusan

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G.Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

●    Mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang dan Londola Kelewahu

15

Awu (Sulawesi Utara)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah selatan.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 3 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 8 kali gempa Tektonik Jauh

- 10 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G.Awu.

16

Dempo

(Sumetera Selatan

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah utara dan selatan.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

●   1 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 26 detik.

●   2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 6-7 mm, S-P 37 detik dan lama gempa 105-175 detik.

●   1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-1 mm, dominan 0.5 mm.

●    Agar masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendaki dan bermalam (camping) di pusat aktivitas Kawah Marapi-G.dempo dalam radius 1 km, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.

 

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)