Laporan Kebencanaan Geologi, 13 Januari 2022

esdm_kecil

Hari ini, Kamis, 13 Januari 2022, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut :

 

1. GUNUNG API

 

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Semeru

(Jawa Timur)

SIAGA

●        Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang, tinggi asap 500-1000 meter dari puncak . Cuaca , berawan, mendung hingga hujan. Angin lemah ke arah selatan, utara, timur dan timur laut.

●        Pada malam hari teramati api diam. Terdengar suara letusan dengan intensitas sedang.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1 kali gempa Letusan/Erupsi

- 4 kali gempa Guguran

- 10 kali Harmonik

- 7 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 9 kali gempa Vulkanik Dalam

- 3   kali getaran Banjir.

 

●    Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

●    Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)

●    Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan

 

2

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Asap teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, tinggi 10-50 meter di atas puncak. Cuaca, cerah, berawan, mendung hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur, dan, barat.

●     Teramati guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma.

 

- 101 kali gempa Guguran

- 7 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Awanpanas Guguran

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

●    Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak G.Merapi.

3

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, tinggi asap sekitar 50-700 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat.

●     Letusan disertai lontaran material pijar lk 300 -700 meter ke arah tenggara, disertai gemuruh lemah hingga sedang.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 31 kali gempa Letusan/Erupsi

- 113 kali gempa Hembusan

- 4 kali Harmonik

- 12 kali Tremor Non-Harmonik

- 1 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 2 kali gempa Tektonik Lokal

- 11 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo

0.5-1 mm (dominan 1.5 mm)

 

●    Masyarakat di sekitar G.Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G.Ili Lewotolok.

●    Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G.Ili Lewotolok.

 

4

Sinabung

(Sumatera Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, tinggi asap sekitar 50-400 meter dari puncak.

●     Cuaca berawan, angin lemah hingga sedang ke arah, timur dan tenggara.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 6 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

5

Ile Werung/Hobal

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

●     Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah nihil. Cuaca, berawan hingga mendung, angin lemah ke arah barat.dan selatan

Gempa terkait aktivitas   tektonik.

- 1 kali gempa Terasa I MMI

- 11 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat direkomendasikan untuk sementara waktu agar menghindar aktifitas di sekitar pantai di area lokasi bualan dan menghindar berlayar/melaut di sekitar area tersebut, untuk mengantisipasi potensi perubahan/kenaikan muka air laut.

 

6

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin bertiup lemah ke arah timur.

 

Gempa terkait aktivitas   tektonik.

- 2 kali gempa Terasa I MMI

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

●    Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

 

7

Karangetang

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tebal, tinggi asap sekitar 100-150 m di atas puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin bertiup lemah ke arah selatan.

●     Teramati asap kawah II berwarna putih, dengan intensitas tebal, tinggi asap sekitar 100 m dari atas puncak.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 16 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

8

Anak Krakatau

(Lampung)

●     Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan, mendung hingga hujan, angin lemah ke arah timur dan barat daya.

●     Visual CCTV jelas teramati asap putih tipis-tebal tinggi lk. 25-50 m. Ombak laut tenang.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 3 kali gempaLow Frekuensi

- 1 kali gempa Hembusan

- Tremor Menerus, amplitudo

1-8 mm (dominan 2 mm)

 

●    Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

9

Dukono

(Maluku Utara)

●     Gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwatna putih tebal, tinggi asap 50-300 m di atas puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin bertiup lemah ke arah tenggara.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- Tremor Menerus, amplitudo

0.5-4 mm (dominan 2 mm)

●    Masyarakat di sekitar G.Dukono dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

10

Ibu

(Maluku Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu, intensitas tipis hingga sedang, tinggi asap 200-1000 m di atas puncak.

●     Cuaca cerah, mendung hingga hujan, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara, timur dan selatan.

●     Teramati 79 kali Letusan dengan tinggi 200-1000 m dan warna asap putih dan kelabu.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran, hembusan asap kawah dan aktivitas magma.

- 79 kali gempa Letusan/Erupsi

- 31 kali gempa Guguran

- 47 kali gempa Hembusan

- 33 kali gempa Vulkanik

Dangkal

-      3 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat di sekitar G.Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G.Ibu.

11

Gamalama

(Maluku Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, tinggi asap sekitar 50-100 meter. Cuaca berawan, mendung hingga hujan, angin lemah, sedang hingga kencang ke arah selatan dan tenggara.

Gempa berkaitan dengan aktivitas tektonik.

- 7 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat di sekitar G.Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G.Gamalama.

12

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah teramati putih dengan intensitas tipis setinggi 50 meter di atas puncak. Cuaca cerah, angin lemah hingga sedang ke arah barat.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma

- 62 kali gempa Hembusan

 

●    Masyarakat disekitar G.Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

13

Bromo

(Jawa Timur)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, tinggi asap sekitar 50-400 meter dari puncak. Cuaca cerah, berawan, mendung hingga hujan, angin lemah ke arah timur dan timur laut.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- Tremor menerus dengan

amplitude maksimum 0.5-1

mm (dominan 0.5 mm)

●    Masyarakat di sekitar G.Bromo dan pengunjung/ wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G.Bromo.

 

14

Soputan

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, tinggi asap 50-100 meter di atas puncak. Cuaca cerah, berawan, mendung hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 18 kali gempa Guguran

- 2 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G.Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

●    Mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang dan Londola Kelewahu

15

Awu (Sulawesi Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 7 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 6 kali gempa Vulkanik Dalam

- 12 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G.Awu.

16

Dempo

(Sumetera Selatan

●     Gunungapi jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah tidak teramati.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor menerus dengan

amplitude maksimum 0.5-1

mm (dominan 0.5 mm)

 

●    Agar masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendaki dan bermalam (camping) di pusat aktivitas Kawah Marapi-G.dempo dalam radius 1 km, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.

 

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)

 

2. GEMPA BUMI

 

 

No.

Waktu

Lokasi Gempa Bumi

Parameter

Gempa Bumi

Penyebab

Dampak

Gempa Bumi

Rekomendasi

1.

12/01/2022

05:02:36 WIB

Maumere

Episenter: pada 8,08° LS dan 122,4° BT; 63 km Timurlaut Maumere; magnitudo M4,3; kedalaman 13 km.

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala II MMI di Maumere dan Wulanggitang yang secara umum tersusun oleh endapan gunungapi berumur Kuarter-Tersier. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi rendah-tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Maumere dan Wulanggitang harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

2.

12/01/2022

10:06:13 WIB

Rangkaian gempa bumi susulan Halmahera Utara

Episenter: 3,45° LS dan 128,84° BT; 16 km Baratdaya Masohi; magnitudo M4,9; M2,7, dan M3,1

Sesar aktif

Guncangan dirasakan pada skala III MMI di Masohi, Tehoru, dan Saparua yang secara umum tersusun oleh alluvium, dan batuan metamorf berumur Pra-Tersier. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi menengah

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Masohi, Tehoru, dan Saparua harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

3.

12/01/2022

18:10:31 WIB

Jampang, Jawa Barat

Episenter: 7,67° LS dan 106.97° BT; 82 km Tenggara Sukabumi; magnitudo M3,2; kedalaman 31 km.

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala I-II MMI di Kec. Jampang yang secara umum tersusun oleh batuan gunungapi Kuarter dan gunungapi Tersier. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Kec. Jampang harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

Keterangan Singkatan : KRB (Kawasan Rawan Bencana)

 

Keterangan warna

 

KRB Gempa Bumi Tinggi

 

KRB Gempa Bumi Menengah

 

KRB Gempa Bumi Rendah

 

KRB Gempa Bumi Sangat Rendah