Laporan Kebencanaan Geologi, 8 Januari 2022

esdm_kecil

Hari ini, Sabtu, 8 Januari 2022, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut :

 

1. GUNUNG API

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Semeru

(Jawa Timur)

SIAGA

●        Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah berwarna kelabu dengan intensitas sedang, tinggi asap 500 m dari atas puncak. Cuaca cerah, hingga mendung. Angin lemah hingga kencang ke arah utara, timur laut, timur dan selatan.

●        Pada saat gunungapi tampak jelas, teamati api diam dan sinar api. Teramati 1 kali Awan Panas Guguran pada pukul 23.11 WIB dengan jarak luncur kl 3 Km ke Besuk Kobokan.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 4 kali gempa Letusan/Erupsi

- 1 kali Awan Panas Guguran

- 29 kali gempa Guguran

- 10 kali gempa Hembusan

- 5 kali Harmonik

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 7 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

●    Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)

●    Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan

 

2

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap dari kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal, tinggi asap 20-100 m dari atas puncak. Cuaca cerah, hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur, dan, barat.

●     Teramati guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter ke arah barat daya.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 2 kali gempa Awan Panas Guguran

- 116 kali gempa Guguran

- 4 kali gempa Hembusan

- 6   kali gempa Hybrid/Fase Banyak

-2   kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

●    Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak G.Merapi.

3

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih, kelabu dan hitam dengan intensitas tipis hingga tebal, tinggi asap sekitar 50-500 meter dari puncak. Cuaca cerah, hingga hujan, angin lemah ke arah timur.

●     Letusan disertai lontaran material pijar lk 200 meter ke arah tenggara, disertai gemuruh lemah hingga sedang .

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 44 kali gempa Letusan/Erupsi

- 101 kali gempa Hembusan

- 2 kali Harmonik

- 1 kali Tremor Non-Harmonik

- 3 kali gempa Hybrid/Fase

Banyak

- 1 klai gempa Vulkanik Dalam

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

 

●    Masyarakat di sekitar G.Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G.Ili Lewotolok.

●    Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G.Ili Lewotolok.

 

4

Sinabung

(Sumatera Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, tinggi asap sekitar 50-300 meter dari puncak.

●     Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur laut, timur, selatan, dan barat.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 5 kali gempa Hybrid/Fase

Banyak

- 2 klai gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Lokal

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

5

Ile Werung/Hobal

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah nihil. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah selatan dan barat.

Gempa terkait aktivitas   tektonik.

-   9 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat direkomendasikan untuk sementara waktu agar menghindar aktifitas di sekitar pantai di area lokasi bualan dan menghindar berlayar/melaut di sekitar area tersebut, untuk mengantisipasi potensi perubahan/kenaikan muka air laut.

 

6

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin bertiup lemah ke arah timur.

 

Tidak terekam kejadian gempa

-          Nihil

●    Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

 

7

Karangetang

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, tinggi asap sekitar 150 m di atas puncak. Cuaca berawan, angin bertiup lemah ke arah timur.

●     Teramati asap kawah II berwarna putih, dengan intensitas sedang hingga tebal,   tinggi asap sekitar 100 – 200 m dari atas puncak, dan sinar api kl 10 m dari atas puncak.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magmadan tektonik.

- 9 kali gempa Hembusan

- 3 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 10 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

8

Anak Krakatau

(Lampung)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah teramati berwarna putih, intensitas tipis hingga tebal, tinggi asap 25-100 m dari atas puncak. Cuaca cerah, angin lemah ke arah timur laut dan timur.

●     Visual CCTV jelas teramati asap putih tipis-tebal tinggi lk. 25-100 m.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- Tremor Menerus, amplitudo 2-10 mm (dominan 2 mm)

 

●    Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

9

Dukono

(Maluku Utara)

●     Gunungapi tampak jelas tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih, intensitas tebal, tinggi asap 50-400 m dari atas puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin bertiup lemah ke arah barat daya.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 2 kali gempa Tektonik Lokal.

- 3 kali gempa Tektonik Jauh.

- Tremor Menerus, amplitudo

0.5-4 mm (dominan 2 mm)

●    Masyarakat di sekitar G.Dukono dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

10

Ibu

(Maluku Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu, intensitas tipis hingga sedang, tinggi asap 200-1000 m di atas puncak.

●     Cuaca cerah hingga hujan, angin bertiup lemah hingga kencang ke arah timur dan selatan.

●     Teramati Letusan dengan tinggi 200-1000 m dan warna asap putih dan kelabu.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran, hembusan asap kawah dan aktivitas magma.

- 66 kali gempa Letusan/Erupsi

- 34 kali gempa Guguran

- 35 kali gempa Hembusan

-27 kali gempa Vulkanik

Dangkal

 

●    Masyarakat di sekitar G.Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G.Ibu.

11

Gamalama

(Maluku Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih, intensitas tipis hingga sedang, tinggi asap sekitar 25-50 meter. Cuaca ceraha hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah selatan dan barat daya.

Gempa berkaitan dengan aktivitas tektonik dan banjir.

- 6   kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat di sekitar G.Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G.Gamalama.

12

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih, intensitas tipis hingga sedang, tinggi asap sekitar 150-300 m dari atas puncak. Cuaca cerah, angin lemah hingga sedang ke arah timur laut.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 55   kali gempa Hembusan

-1 kali gempa Vulkanik

Dalam

●    Masyarakat disekitar G.Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

13

Bromo

(Jawa Timur)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, tinggi asap sekitar 50-500 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga kencang ke arah timur laut, timur, tenggara, barat dan barat laut.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1   kali gempa Tektonik Jauh

-   Tremor menerus dengan

amplitude maksimum 0.5-1

mm (dominan 0.5 mm)

●    Masyarakat di sekitar G.Bromo dan pengunjung/ wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G.Bromo.

 

14

Soputan

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis, tinggi asap 10 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan tenggara.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma.

- 6 kali gempa Guguran

- 1 kali gempa Hembusan

- 4 kali Harmonik

- 1   kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G.Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

●    Mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang dan Londola Kelewahu

15

Awu (Sulawesi Utara)

●     Gunungapi tertutup Kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah selatan.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 15 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

-8 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G.Awu.

16

Dempo

(Sumetera Selatan

 

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah tidak teramati.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

-1 kali gempa Tektonik Jauh

- -   Tremor menerus dengan

amplitude maksimum 0.5-2

mm (dominan 0.5 mm)

 

●    Agar masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendaki dan bermalam (camping) di pusat aktivitas Kawah Marapi-G.dempo dalam radius 1 km, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)

 

2. GERAKAN TANAH

No

Lokasi Gerakan Tanah

Waktu Kejadian

Faktor Penyebab

Dampak

Rekomendasi

1

Kelurahan Gurabesi, Kelurahan Trikora, Kelurahan Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Provinsi Papua

 

 

Koordinat perkiraan:

140°42'17.97" BT, 2°32'3.89" LS

Jumat pagi, 7/1/2022

Kemiringan lereng yang curam,

Lereng tersusun oleh tanah pelapukan dari batu beku (peridotit).

Dipicu oleh curah hujan yang tinggi

7 (tujuh) orang meninggal dunia

6 (enam) orang luka-luka

 

Sumber :

https://www.merdeka.com/peristiwa/hujan-dan-longsor-di-jayapura-enam-orang-meninggal-dunia.html

 

https://www.beritasatu.com/nasional/875995/longsor-dan-banjir-di-jayapura-7-orang-tewas

 

  • Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya;
  • Hindari konsenterasi masyarakat yang banyak atau dipasang pembatas agar masyarakat tidak berkumpul atau menonton kejadian tersebut;
  • Membuat saluran drainase yang kedap dan dialirkan menjauh dari lokasi bencana;
  • Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya;
  • Meningkatkan sosialisasi dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

2

Ruas jalan protokol arah Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Kampung Netar, Telaga Ria, Telaga Maya, dan Yougwa, di wilayah Distrik Sentani Kota, dan Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura

 

Koordinat perkiraan:

140°26'7.17" BT,

2°32'2.48" LS

Jumat pagi, 7/1/2022

Kemiringan lereng yang curam,

Lereng tersusun oleh tanah pelapukan dari Batuan Ultramafic.

Dipicu oleh curah hujan yang tinggi

Badan jalan tertutup material rombakan

 

Sumber :

https://www.merdeka.com/peristiwa/imbas-longsor-polisi-berlakukan-satu-jalur-jalan-di-sentani-menuju-jayapura.html

  • Masyarakat dan pengguna jalan di sekitar lokasi gerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya;
  • Hindari konsenterasi masyarakat yang banyak atau dipasang pembatas agar masyarakat tidak berkumpul atau menonton kejadian tersebut;
  • Membuat saluran drainase yang kedap dan dialirkan menjauh dari lokasi bencana;
  • Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya;
  • Meningkatkan sosialisasi dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

3

Lingkungan Dusun Mrunten Wetan, wilayah RW 03 Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah

 

 

Koordinat perkiraan:

110°21'50.20" BT,

7° 7'54.31" LS

Kamis, 6/1/2022

(14:00 WIB)

Kemiringan lereng yang curam,

Lereng tersusun oleh tanah pelapukan dari batuan vukanik

Dipicu oleh curah hujan yang tinggi

3 rumah rusak

 

Sumber :

https://republika.co.id/berita/r5adtx327/tebing-15-meter-longsor-tiga-rumah-warga-terdampak

  • Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya;
  • Hindari konsenterasi masyarakat yang banyak atau dipasang pembatas agar masyarakat tidak berkumpul atau menonton kejadian tersebut;
  • Membuat saluran drainase yang kedap dan dialirkan menjauh dari lokasi bencana;
  • Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya;
  • Meningkatkan sosialisasi dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

4

Perumahan Siberi, Desa Banjarejo Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah

 

 

Koordinat perkiraan:

110°21'0.83" BT,

7° 5'57.22" LS

Jumat, 7/1/2022

 

Kemiringan lereng yang curam,

Lereng tersusun oleh tanah pelapukan dari breksi vulkanik

Dipicu oleh curah hujan yang tinggi

4 rumah rusak berat

 

Sumber :

https://jateng.inews.id/berita/longsor-terjang-perumahan-siberi-kendal-4-rumah-rusak-parah/2

  • Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya;
  • Hindari konsenterasi masyarakat yang banyak atau dipasang pembatas agar masyarakat tidak berkumpul atau menonton kejadian tersebut;
  • Membuat saluran drainase yang kedap dan dialirkan menjauh dari lokasi bencana;
  • Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya;
  • Meningkatkan sosialisasi dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

5

Banjar Dinas Papung, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem,   Karangasem, Provinsi Bali

 

 

Koordinat perkiraan:

115° 34' 58.35" BT,

8° 27' 36.19" LS

Kamis sore, 6/1/2022

 

Kemiringan lereng yang curam,

Lereng tersusun oleh tanah pelapukan dari breksi vulkanik

Dipicu oleh curah hujan yang tinggi

1 rumah rusak

Badan jalan tertutup material rombakan

 

 

Sumber :

https://bali.tribunnews.com/2022/01/07/dapur-warga-di-karangasem-ambruk-diterjang-longsor-pemilik-sempat-ikut-tergerus?page=2

  • Masyarakat dan pengguna jalan di sekitar lokasi gerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya;
  • Hindari konsenterasi masyarakat yang banyak atau dipasang pembatas agar masyarakat tidak berkumpul atau menonton kejadian tersebut;
  • Membuat saluran drainase yang kedap dan dialirkan menjauh dari lokasi bencana;
  • Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya;
  • Meningkatkan sosialisasi dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

Warna

Keterangan

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah rendah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah menengah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah tinggi