Laporan Kebencanaan Geologi, 7 Januari 2022

esdm_kecil

Hari ini, Jum’at, 7 Januari 2022, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut :

 

1. GUNUNG API

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Semeru

(Jawa Timur)

SIAGA

●        Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah berwarna putih dan kelabu intensitas sedang, tinggi asap 300 m dari atas puncak. Cuaca cerah, hingga mendung. Angin lemah ke arah utara, timur laut, timur dan barat.

●        Pada saat gunungapi tampak jelas, teamati api diam dan sinar api. Teramati 1 kali Guguran dengan jarak luncur kl 700 m ke Besuk Kobokan.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 2 kali gempa Letusan/Erupsi

- 59 kali gempa Guguran

- 8 kali gempa Hembusan

- 3 kali Harmonik

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

 

●    Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

●    Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)

●    Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan

 

2

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

●     Gunungapi jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap dari kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, tinggi asap 20-50 m dari atas puncak. Cuaca cerah, hingga mendung, angin lemah ke arah timur, dan, barat.

●     Teramati guguran lava pijar   dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter ke arah barat daya.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 131 kali gempa Guguran

- 7 kali gempa Hembusan

- 57 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

-15 kali gempa Vulkanik Dangkal

●    Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

●    Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak G.Merapi.

3

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih, kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal, tinggi asap sekitar 50-500 meter dari puncak. Cuaca cerah, hingga berawan, angin lemah hingga sedang, ke arah timur dan tenggara.

●     Letusan disertai lontaran material pijar lk 300 meter ke arah tenggara, disertai gemuruh lemah .

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 52 kali gempa Letusan/Erupsi

- 101 kali gempa Hembusan

- 2 kali Harmonik

- 9 kali Tremor Non-Harmonik

- 1 klai gempa Vulkanik Dangkal

- 1 klai gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

 

●    Masyarakat di sekitar G.Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G.Ili Lewotolok.

●    Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G.Ili Lewotolok.

 

4

Sinabung

(Sumatera Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal, tinggi asap sekitar 50-200 meter dari puncak.

●     Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah selatan, tenggara, barat daya, barat dan barat laut.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 2 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

5

Ile Werung/Hobal

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah nihil. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah selatan dan barat.

Gempa terkait aktivitas     tektonik.

-   9 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat direkomendasikan untuk sementara waktu agar menghindar aktifitas di sekitar pantai di area lokasi bualan dan menghindar berlayar/melaut di sekitar area tersebut, untuk mengantisipasi potensi perubahan/kenaikan muka air laut.

 

6

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin bertiup lemah ke arah timur.

 

Tidak terekam kejadian gempa

-          Nihil

●    Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

 

7

Karangetang

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih intensitas sedang, tinggi asap sekitar 150 m di atas puncak. Cuaca berawan, mendung hingga hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah tenggara dan selatan.

●     Teramati asap kawah II berwarna putih, dengan intensitas sedang, tinggi asap sekitar 50 m dari atas puncak, dan sinar api kl 10 m dari atas puncak.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magmadan tektonik.

- 4 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

8

Anak Krakatau

(Lampung)

●     Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah teramati berwarna putih, intensitas tipis hingga sedang, tinggi asap 25-100 m dari atas puncak. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah timur laut dan timur.

●     Visual CCTV jelas teramati asap putih tipis-sedang tinggi lk. 25-100 m. Ombak laut tenang.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 3 kali Harmonik

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-6 mm (dominan 2 mm)

 

●    Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

9

Dukono

(Maluku Utara)

●     Gunungapi tampak jelas. Asap kawah utama teramati berwarna putih, intensitas tebal, tinggi asap 50-100 m dari atas puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin bertiup lemah ke arah tenggara.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 2 kali gempa Tektonik Lokal.

- 2 kali gempa Tektonik Jauh.

-Tremor Menerus, amplitudo 0.5-4 mm (dominan 2 mm)

●    Masyarakat di sekitar G.Dukono dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

10

Ibu

(Maluku Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu, intensitas tipis hingga sedang, tinggi asap 200-1000 m di atas puncak.

●     Cuaca cerah hingga hujan, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara, timur dan selatan.

●     Teramati Letusan dengan tinggi 200-1000 m dan warna asap putih dan kelabu.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran, hembusan asap kawah dan aktivitas magma.

- 67 kali gempa Letusan/Erupsi

- 45 kali gempa Guguran

- 26 kali gempa Hembusan

- 6 kali Harmonik

-27 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat di sekitar G.Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G.Ibu.

11

Gamalama

(Maluku Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih, intensitas sedang, tinggi asap sekitar 10-15 meter. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah selatan dan barat daya.

Gempa berkaitan dengan aktivitas tektonik dan banjir.

- 9 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali geteran Banjir

 

●    Masyarakat di sekitar G.Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G.Gamalama.

12

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih, intensitas tipis, tinggi asap sekitar 100 m dari atas puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah barat laut.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 48 kali gempa Hembusan

 

●    Masyarakat disekitar G.Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

13

Bromo

(Jawa Timur)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, tinggi asap sekitar 50-300 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah timur laut dan timur.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma.

- Tremor menerus dengan amplitude maksimum 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

●    Masyarakat di sekitar G.Bromo dan pengunjung/ wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G.Bromo.

 

14

Soputan

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi tertutup Kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah tenggara dan selatan.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma.

- 9 kali gempa Guguran

- 1 kali gempa Hembusan

- 8 kali Harmonik

 

●    Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G.Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

●    Mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang dan Londola Kelewahu

15

Awu (Sulawesi Utara)

●     Gunungapi tertutup Kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah selatan.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 3 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

-7 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G.Awu.

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)

 

2. GEMPA BUMI

 

No.

Waktu

Lokasi Gempa Bumi

Parameter

Gempa Bumi

Penyebab

Dampak

Gempa Bumi

Rekomendasi

1.

6/01/2022

12:36:10 WIB

Wonosobo

Episenter: 7,18° LS dan 109,8° BT; 23 km Baratlaut Wonosobo; magnitudo M1,5; kedalaman 10 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala II MMI di Kepakisan Dieng yang secara umum tersusun oleh endapan gunungapi Kuarter. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi menengah-tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Kepakisan Dieng dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

Keterangan Singkatan : KRB (Kawasan Rawan Bencana)

Keterangan warna

 

KRB Gempa Bumi Tinggi

 

KRB Gempa Bumi Menengah

 

KRB Gempa Bumi Rendah

 

KRB Gempa Bumi Sangat Rendah