Laporan Kebencanaan Geologi, 6 Januari 2022

esdm_kecil

Hari ini, Kamis, 6 Januari 2022, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut :

 

1. GUNUNG API

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Semeru

(Jawa Timur)

SIAGA

●        Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah berwarna putih kelabu intensitas sedang, tinggi 600 m dari atas puncak. Cuaca cerah, hingga hujan. Angin lemah ke arah utara, timur laut, timur, selatan dan barat.

●        Teramati api diam dan sinar apai pada saat gunungapi tampak jelas. Awan panas Guguran ke Besuk Kobokan dan Lengkong.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 4 kali gempa Letusan/Erupsi

- 1 kali Awan Panas Guguran

- 11 kali gempa Guguran

-10 kali gempa Hembusan

- 9 kali Harmonik

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali gempa Getaran Banjir

 

●    Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

●    Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)

●    Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan

 

2

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

●     Gunung api jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap dari kawah utama berwarna putih tipis, sedang hingga tebal, tinggi 20-50 m dari atas puncak. Cuaca cerah, hingga mendung, angin lemah ke arah utara, timur, dan, barat.

●     Teramati guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya. Terdengar suara Guguran 1 kali dari PGM Babadan

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 226 kali gempa Guguran

- 5 kali gempa Hembusan

- 30 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

-6 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

●    Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

3

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang, tinggi sekitar 200-300 meter dari puncak. Cuaca cerah, hingga hujan, angin lemah hingga sedang, arah timur dan tenggara.

●     Letusan disertai lontaran material pijar lk 300 meter ke timur dan tenggara serta terdengar gemuruh.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik

- 12 kali gempa Letusan/Erupsi

- 76 kali gempa Hembusan

- 27 kali Tremor Non-Harmonik

- 3 kali Harmonik

-1 kali gempa Hybrid/Fase   Banyak

- 3 klai gempa Vulkanik Dalam

- 6 kali gempa Tektonik Lokal

- 8 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

 

●    Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

●    Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

4

Sinabung

(Sumatera Utara)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal, tinggi asap sekitar 100-400 meter dari puncak.

●     Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur laut dan timur.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Low Frequency

- 3 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 3 kali gempa Tektonik Lokal

- 7 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

5

Ile Werung/Hobal

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah nihil. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah selatan dan barat.

Gempa terkait aktivitas   tektonik.

- 2 kali gempa Terasa, skala I MMI

- 9 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat direkomendasikan untuk sementara waktu agar menghindar aktifitas di sekitar pantai di area lokasi bualan dan menghindar berlayar/melaut di sekitar area tersebut, untuk mengantisipasi potensi perubahan/kenaikan muka air laut.

 

6

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunung api tertutup Kabut. Asap kawah utama tidak teramati. Cuaca berawan, hingga hujan, angin bertiup sedang hingga kencang   ke arah timur.

 

Tidak terekam kejadian gempa

●    Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

 

7

Karangetang

(Sulawesi Utara)

●     Gunung api jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih intensitas sedang hingga tebal dengan tinggi 150 m di atas puncak. Cuaca berawan, mendung hingga hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah tenggara.

●     Teramati asap kawah II berwarna putih sedang   tinggi 50 m dari atas puncak, dan sinar api kl 10 m dari atas puncak.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magmadan tektonik.

- 11 kali gempa Hembusan

- 5 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 6 kali gempa Vulkanik Dalam

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

8

Anak Krakatau

(Lampung)

●     Gunung api terlihat jelas. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga sedang, tinggi 25-200 m dari atas puncak. Cuaca cerah, angin lemah ke arah timur.

●     Visual CCTV jelas teramati asap putih tipis-sedang tinggi lk. 25-200 m. Ombak laut tenang.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 14 kali Harmonik

- 1 kali gempa Low Frequency

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-8 mm (dominan 2 mm)

 

●    Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

9

Dukono

(Maluku Utara)

●     Gunung api tampak jelas. Asap kawah utama teramati berwarna putih tipis, tinggi 50-400 m dari atas puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin bertiup lemah ke arah barat daya.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 2 kali gempa Tektonik Jauh.

-Tremor Menerus, amplitudo 0.5-4 mm (dominan 2 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

10

Ibu

(Maluku Utara)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu, intensitas tipis hingga sedang, tinggi 200-1000 m di atas puncak.

●     Cuaca cerah hingga hujan, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara, timur dan selatan.

●     Teramati Letusan dengan tinggi 200-1000 m dan warna asap putih dan kelabu.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran, hembusan asap kawah dan aktivitas magma.

- 67 kali gempa Letusan/Erupsi

- 45 kali gempa Guguran

- 26 kali gempa Hembusan

- 6 kali Harmonik

-27 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

11

Gamalama

(Maluku Utara)

●     Gunung api jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah utama berwarna putih tipis, tinggi asap sekitar 10-20 meter. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah tenggara dan selatan.

Gempa berkaitan dengan aktivitas tektonik dan banjir.

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali geteran Banjir

 

●    Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

12

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

●     Gunung api jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih tipis, tinggi asap sekitar 100 m dari atas puncak. Cuaca cerah, angin lemah ke arah timur laut dan barat daya.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik

- 65 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

13

Bromo

(Jawa Timur)

●     Gunung api terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah timur, timur laut dan timur.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

-   Tremor menerus dengan amplitude maksimum 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

14

Soputan

(Sulawesi Utara)

●     Gunung api tertutup Kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah tenggara.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma

- 4 kali gempa Guguran

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

●    Mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang dan Londola Kelewahu

15

Awu (Sulawesi Utara)

●     Gunung api tertutup Kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga hujan, angin sedang ke arah selatan.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 2 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

-10 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Awu.

 

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)

 

2. GERAKAN TANAH

.

No

Lokasi Gerakan Tanah

Waktu Kejadian

Faktor Penyebab

Dampak

Rekomendasi

1

Jalan Ujong Miring, Desa Batee Shoek, Kecamatan Sukamakmur, Kota Sabang, Aceh

 

Koordinat perkiraan:

95°18'11.54" BT, 5°50'14.37" LU

Rabu, 5/1/2022 (08.30 WIB)

Kemiringan lereng yang curam,

Lereng tersusun oleh tanah pelapukan dari tufa dan breksi.

Dipicu oleh curah hujan yang tinggi

Material longsor menutup jalan antar desa

 

Sumber :

https://bpba.acehprov.go.id/index.php/news/read/2022/01/05/1888/longsor-menutupi-badan-jalan-desa-batee-shoek-sabang.html

Masyarakat dan pengguna jalan di sekitar lokasi gerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya,

Hindari konsenterasi masyarakat yang banyak atau dipasang pembatas agar masyarakat tidak berkumpul atau menonton kejadian tersebut,

Membuat saluran drainase yang kedap dan dialirkan menjauh dari lokasi bencana,

Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya,

Meningkatkan sosialisasi dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah,

Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

 

 

Warna

Keterangan

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah rendah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah menengah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah tinggi