Laporan Kebencanaan Geologi, 1 Januari 2022

esdm_kecil

Hari ini, Sabtu, 1 Januari 2022, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut :

1. GUNUNG API

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Semeru

(Jawa Timur)

SIAGA

●        Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah, berawan hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah utara, timur laut, timur, barat, dan barat daya

●        Terekam Gempa Letusan, namun secara visual tinggi dan warna kolom letusan tidak teramati.

●        Terjadi APG dengan jarak luncur 5000 m dari puncak ke arah tenggara.

●        Malam hari teramati api diam.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 2 kali gempa Letusan

- 19 kali gempa Guguran

- 9 kali gempa Hembusan

- 2 kali getaran Tremor Harmonik

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

●    Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)

●    Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan

 

2

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 20-100 meter dari puncak. Cuaca berawan, mendung hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat.

●     Teramati guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1300 – 2000 meter ke arah barat daya.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 135 kali gempa Guguran

- 3 kali gempa Hembusan

 

●    Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

●    Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

3

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 100-400 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin lemah hingga kencang ke arah timur dan tenggara.

●     Letusan terjadi disertai gemuruh lemah hingga sedang, dan lontaran material lava pijar Lk 300 m di atas puncak.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik

- 14 kali gempa Letusan/Erupsi

- 92 kali gempa Hembusan

- 28 kali getaran Tremor Non-Harmonik

- 1 kali getaran Tremor Harmonik

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-3 mm (dominan 1 mm)

 

●    Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

●    Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

4

Sinabung

(Sumatera Utara)

●     Gunung api tertutup Kabut, asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan, mednung dan hujan. Angin lemah hingga kencang ke arah barat, barat laut dan selatan.

 

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 5 kali gempa Hybrid

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 6 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

5

Ile Werung/Hobal

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

●     Gunung api terlihat jelas hingga kabut. Asap kawah nihil. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah selatan dan barat.

Gempa terkait aktivitas   magma dan tektonik.

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 8 kali gempa Tektonik Jauh, dengan satu Terasa skala I MMI

 

 

●    Masyarakat direkomendasikan untuk sementara waktu agar menghindar aktifitas di sekitar pantai di area lokasi bualan dan menghindar berlayar/melaut di sekitar area tersebut, untuk mengantisipasi potensi perubahan/kenaikan muka air laut.

 

6

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah utama tidak teramati. Cuaca berawan, angin lemah ke arah timur.

 

Tidak terekam kejadian gempa

 

●    Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

 

7

Karangetang

(Sulawesi Utara)

●     Gunung api tertutup Kabut. Asap kawah utama tidak teramati. Cuaca mendung hingga hujan, Angin lemah hingga sedang ke arah tenggara dan selatan.

●     Teramati sinar api dari kawah II (utara) tinggi lk 10m.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 16 kali gempa Hembusan

- 4 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 5 kali gempa Vulkanik Dalam

- 7 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo dominan 0.25 mm

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

8

Anak Krakatau

(Lampung)

●     Gunung api jelas. Asap kawah teramati berwarna putih intesnsitas tipis sampai sedang, tinggi 25-100 m dari atas puncak. Cuaca berawan, mendung, hingga hujan. Angin lemah ke arah timur laut.

●     visual CCTV jelas teramati asap putih tipis-sedang tinggi lk. 25-50 m. Ombak laut tenang.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 2 kali gempa Vulkanik Dangkal

Tremor Menerus, amplitudo 0.5-7 mm (dominan 2 mm)

 

●    Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

9

Dukono

(Maluku Utara)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 25-50 meter dari puncak.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

Tremor Menerus, amplitudo 0.5-4 mm (dominan 2 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

10

Ibu

(Maluku Utara)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu, intensitas tipis hingga sedang, tinggi 200-1000 m di atas puncak.

●     Terjadi Guguran, namun secara visual, jarak dan arah luncuran tidak teramati.

●     Teramati Letusan dengan tinggi 200-1000 m dan warna asap putih dan kelabu.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran, hembusan asap kawah dan aktivitas magma.

- 81 kali gempa Letusan/Erupsi

- 31 kali gempa Guguran

- 23 kali gempa Hembusan

- 19 kali gempa Vulkanik Dangkal

●    Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

11

Gamalama

(Maluku Utara)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah utama tidak teramati. Cuaca berawan, mendung hingga hujan. Angin lemah hingga sedang ke arah tenggara dan selatan..

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas tektonik dan banjir/lahar hujan.

- 6 kali gempa Tektonik Jauh

- 2 kali Getaran Banjir

●    Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

12

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

●     Gunung api tertutup Kabut. Asap kawah utama tidak eramati. Cuaca cerah, mendung hingga hujan. Angin lemah ke arah timur.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma

- 40 kali gempa Hembusan

 

●    Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

13

Bromo

(Jawa Timur)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak. Cuaca cerah , berawan, mendung hingga hujan. Angin lemah ke arah timur, tenggara, barat daya dan barat.

●     Tercium bau belerang ringan di Pos PGA Bromo yang berjarak 2,5 Km dari Kawah.

Getaran Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 1 mm) yang berkaitan dengan aktivitas magma.

●    Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

14

Soputan

(Sulawesi Utara)

●     Gunung api tertutup Kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan, mendung hingga hujan. Angin lemah hingga sedang ke arah timur dan tenggara.

●     Terjadi guguran dengan jarak dan arah guguran tidak teramati

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 6 kali gempa guguran

- 1 kali gempa Hembusan

- 12 kali getaran Tremor Harmonik

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

●    Mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang dan Londola Kelewahu

 

15

Awu (Sulawesi Utara)

●     Gunung api tertutup Kabut Asap kawah tidak teramati. Cuaca mendung hingga hujan, angin kencang ke arah selatan.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 9 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Awu.

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)

 

 

2. GEMPA BUMI

 

No.

Waktu

Lokasi Gempa Bumi

Parameter

Gempa Bumi

Penyebab

Dampak

Gempa Bumi

Rekomendasi

1.

31/12/2021

02:05:12 WIB

Nusa Laut, Maluku Tengah

Episenter: 3,53° LS dan 128,79° BT; 3,4 16 km utara Nusalaut, Maluku Tengah, magnitudo M3,4; kedalaman 10 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala II MMI di Saparua yang secara umum tersusun batugamping Koral berumur Kuarter. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Saparua dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

2.

31/12/2021

08:54:57 WIB

Muara Enim

Episenter: 3,82° LS dan 103,73° BT; 20 km Baratdaya Muara Enim; magnitudo M3,7; kedalaman 5 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala II MMI di Muara Enim yang secara umum tersusun oleh batuan sedimen dan batuan gunung api berumur Kuarter-Tersier. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi menengah.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Muara Enim dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

3.

31/12/2021

10:55:41 WIB

Barat P Obi, Maluku Utara

Terjadi serangkaian gempabumi dengan parameter: 1. Lokasi 1,46° LS dan 127,35° BT; M4,8; kedalaman 10 km

2. lokasi 1,47° LS dan 127,32° BT M4,8, kedalaman 10 km

3. Lokasi 1,39° LS dan 127,35° BT; M3,8; kedalaman 10 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala III MMI di Kawasi yang secara umum tersusun oleh alluvium dan batuan Pra Tersier. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi menengah-tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Kawasi dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

4.

31/12/2021

12:53:41 WIB

Teluk Tomini

Episenter: 0,05° LU dan 120,36° BT; 76 km Baratdaya Parigimountong; magnitudo M5,0; kedalaman 87 km

Zona Penunjaman

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala II-III MMI di Toli-toli, Kotaraya, Kalukubula yang secara umum kota -kota tersebut tersusun oleh alluvium. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Toli-toli, Kotaraya, Kalukubula harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

 

Keterangan Singkatan : KRB (Kawasan Rawan Bencana)

 Keterangan warna

 

KRB Gempa Bumi Tinggi

 

KRB Gempa Bumi Menengah

 

KRB Gempa Bumi Rendah

 

KRB Gempa Bumi Sangat Rendah