Laporan Kebencanaan Geologi, 26 Desember 2021

esdm_kecil

Hari ini Minggu, 26 Desember 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut :

 

 1. GUNUNG API

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Semeru

(Jawa Timur)

SIAGA

●        Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga kencang ke arah timur laut, selatan dan barat laut. Suhu udara sekitar 21-26°C.

●        Terekam Gempa Letusan, namun secara visual tinggi letusan dan warna abu tidak teramati.

●        Terjadi Guguran, namun secara visual, jarak dan arah luncuran tidak teramati.

●        Teramati api diam, Letusan,hembusan asap secara visual tdk teramati kerena gunung kebanyakan tertutup kabut, Visual Gunungapi Semeru jelas sampai dengan tertutup kabut , Gunung jelas teramati api diam

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 3 kali gempa Letusan

- 5 kali gempa Guguran

- 12 kali gempa Hembusan

- 5 kali gempa Tremor Harmonik

- 8 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

●    Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)

●    Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan

 

2

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 20-400 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah utara, timur laut dan timur.

●     Teramati 10 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 2.000 m ke arah barat daya , Teramati 5 kali guguran dengan jarak luncur maksimal 1.800 m ke arah barat daya , Teramati guguran lava 3 kali jarak luncur 1200 meter ke arah barat daya., Teramati 14 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.800 m ke arah barat daya

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 186 kali gempa Guguran

- 8 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

●    Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

3

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah timur.

●     Letusan disertai gemuruh lemah dan teramati lontaran lava pijar lk sejauh 100mdpck ke segala arah, Letusan disertai gemuruh lemah, Letusan disertai gemuruh lemah hingga sedang, Letusan disertai gemuruh lemah dan teramati lontaran lava pijar sejauh lk 300m di atas puncak ke arah barat

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik

- 24 kali gempa Letusan/Erupsi

- 158 kali gempa Hembusan

- 14 kali gempa Tremor Non-Harmonik

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 3 kali gempa Tektonik Lokal

- 7 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-3.0 mm (dominan 1 mm)

 

●    Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

●    Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

4

Sinabung

(Sumatera Utara)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah tenggara, selatan, barat daya dan barat.

 

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 2 kali gempa Tornillo

- 7 kali gempa Hybrid

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

5

Ile Werung/Hobal

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

●     Gunung api terlihat jelas. Asap kawah nihil. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah barat.

Gempa terkait aktivitas   magma dan tektonik.

- 2 kali gempa Low Frequency

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 1 kali gempa Terasa

- 7 kali gempa Tektonik Jauh

 

 

●    Masyarakat direkomendasikan untuk sementara waktu agar menghindar aktifitas di sekitar pantai di area lokasi bualan dan menghindar berlayar/melaut di sekitar area tersebut, untuk mengantisipasi potensi perubahan/kenaikan muka air laut.

 

6

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Asap kawah nihil. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah timur laut dan timur.

Gempa nihil.

 

●    Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

 

7

Karangetang

(Sulawesi Utara)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 100 meter dari puncak. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan tenggara.

●     Teramati asap kawah 2 (utara) putih tipis, tinggi lk 25m.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 11 kali gempa Hembusan

- 3 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 9 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.25-0.5 mm (dominan 0.25 mm)

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

8

Anak Krakatau

(Lampung)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 25-100 meter dari puncak. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah timur laut dan selatan.

●     Ombak laut tenang Visual CCTV teramati asap putih tipis-sedang tinggi lk 25-100 m.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- Tremor Menerus, amplitudo 1-8 mm (dominan 2 mm)

 

●    Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

9

Dukono

(Maluku Utara)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50-200 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah selatan.

●     Aktifitas kawah, gunung jelas - 0II kabut, asap putih tebal, tinggi lk. 50 - 200 m. tekanan asap lemah, Condong, ke selatan

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-4 mm (dominan 2 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

10

Ibu

(Maluku Utara)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 200-1000 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah utara, timur dan selatan.

●     Teramati 56 kali Letusan dengan tinggi 200-1000 m dan warna asap putih dan kelabu.

●     Terekam Gempa Letusan, namun secara visual tinggi letusan dan warna abu tidak teramati.

●     Terjadi Guguran, namun secara visual, jarak dan arah luncuran tidak teramati.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran, hembusan asap kawah dan aktivitas magma.

- 56 kali gempa Letusan/Erupsi

- 34 kali gempa Guguran

- 31 kali gempa Hembusan

- 13 kali gempa Tremor Harmonik

- 23 kali gempa Vulkanik Dangkal

●    Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

11

Gamalama

(Maluku Utara

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang tinggi sekitar 20-50 meter dari puncak.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas tektonik.

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

12

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih tipis tinggi 50-100 meter dari puncak.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik

- 77 kali gempa Hembusan

 

●    Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

13

Bromo

(Jawa Timur)

●     Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah timur, tenggara, selatan, barat daya dan barat.

●     Tercium bau belerang ringan di Pos PGA Bromo.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

14

Soputan

(Sulawesi Utara)

●     Gunung api tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah tenggara.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 1 kali gempa Terasa (di Bolaang Mongondow)

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

●    Mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang dan Londola Kelewahu

 

15

Awu (Sulawesi Utara)

●     Gunung api tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah selatan.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 2 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 19 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Awu.


Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)