Laporan Kebencanaan Geologi, 25 Desember 2021

esdm_kecil

Hari ini, Sabtu, 25 Desember 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut :

 

1. GUNUNG API

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Semeru

(Jawa Timur)

SIAGA

●        Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi 50-200 meter dari puncak.

●        Terekam Gempa Letusan, namun secara visual tinggi letusan dan warna abu tidak teramati.

●        Terjadi Guguran, namun secara visual, jarak dan arah luncuran tidak teramati.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 3 kali gempa Letusan

- 15 kali gempa Guguran

- 6 kali gempa Hembusan

- 7 kali gempa Tremor Harmonik

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali Getaran Banjir

 

●    Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

●    Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)

●    Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan

 

2

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih tipis hingga tebal tinggi 50-300 meter dari puncak.

●     Terjadi Guguran, namun secara visual, jarak dan arah luncuran tidak teramati.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 144 kali gempa Guguran

- 4 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

 

●    Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

●    Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

3

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih dan kelabu sedang hingga tebal dengan tinggi 100-500 meter dari puncak

●     Terjadi Letusan dengan tinggi 300-500 meter dari puncak, kolom abu letusan berwarna putih hingga kelabu.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik

- 19 kali gempa Letusan/Erupsi

- 127 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Tremor Harmonik

- 20 kali gempa Tremor Non-Harmonik

- 1 kali gempa Hybrid

- 3 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Lokal

- 12 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-2.0 mm (dominan 0.5 mm)

 

●    Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

●    Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

4

Sinabung

(Sumatera Utara)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih tipis hingga tebal dengan tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak.

●     Terjadi Guguran, namun secara visual, jarak dan arah luncuran tidak teramati.

 

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 3 kali gempa Guguran

- 2 kali gempa Hembusan

- 3 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 7 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

5

Ile Werung/Hobal

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah tidak teramati.

Gempa terkait aktivitas   magma dan tektonik.

- 8 kali gempa Tektonik Jauh

 

 

●    Masyarakat direkomendasikan untuk sementara waktu agar menghindar aktifitas di sekitar pantai di area lokasi bualan dan menghindar berlayar/melaut di sekitar area tersebut, untuk mengantisipasi potensi perubahan/kenaikan muka air laut.

 

6

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah tidak teramati.

Gempa nihil.

 

●    Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

 

7

Karangetang

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih tebal dengan tinggi 50-100 meter dari puncak.

●     Teramati asap kawah 2 (utara) putih tipis-sedang, tinggi lk 50m. Hembusan asap putih kelabu sedang-tebal, tinggi lk 100-200m, terjadi dari kawah 2 (utara). Sinar api kawah 2 (utara) tinggi lk 10m.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 29 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.25-1 mm (dominan 0.25 mm)

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

8

Anak Krakatau

(Lampung)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang tinggi 25-50 meter dari puncak.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-15 mm (dominan 2 mm)

 

●    Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

9

Dukono

(Maluku Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih tebal tinggi 100-400 meter dari puncak.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-4 mm (dominan 2 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

10

Ibu

(Maluku Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih dan kelabu tipis hingga sedang tinggi 200-800 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran, hembusan asap kawah dan aktivitas magma.

- 68 kali gempa Letusan/Erupsi

- 43 kali gempa Guguran

- 19 kali gempa Hembusan

- 7 kali gempa Tremor Harmonik

- 38 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

11

Gamalama

(Maluku Utara

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang tinggi sekitar 20-50 meter dari puncak.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas tektonik.

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

12

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih tipis tinggi 50-100 meter dari puncak.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik

- 77 kali gempa Hembusan

 

●    Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

13

Bromo

(Jawa Timur)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah putih tipis hingga sedang, tinggi 50-300 meter dari puncak.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 1 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

14

Soputan

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi tertutup kabut Asap kawah tidak teramati.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

●    Mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang dan Londola Kelewahu

 

15

Awu (Sulawesi Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah tidak teramati.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 7 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 2 kali gempa Tektonik Lokal

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Awu.

 

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)

 

2. GERAKAN TANAH

 

No

Lokasi Gerakan Tanah

Waktu Kejadian

Faktor Penyebab

Dampak

Rekomendasi

1

Jalan Nasional penghubung Kab. Bandung dan Kab. Cianjur di Kampung Cikondang Desa Malati Kec. Naringgul Kab. Cianjur, Jawa Barat

 

Koordinat longsoran belum terverifikasi

Jum’at, 24 Desember 2021

l  Batuan tersusun oleh batupasir tufaan, tufa batuapung dan batulempung, batulempung napalan, dan breksi tufan (Tmb).

l  Kemiringan lereng yang terjal.

l  Sistem drainase lereng yang kurang baik.

l  Curah hujan tinggi sebagai pemicu.

 

  • Jalan tertutup material longsoran setinggi 20m dan panjang 5m

 

Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211225020315-20-738501/jalan-penghubung-bandung-cianjur-putus-gegara-longsor

l  Pengguna jalan dan masyarakat disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan

l  Pembersihan material longsor agar memperhatikan cuaca dan potensi longsoran susulan.

l  Penataan air limpasan/ sistem drainase agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

l  Masyarakat yang berada disekitar lokasi bencana agar selalu waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau apabila ada retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran

l  Perkuatan lereng harus berdasarkan penyelidikan/asepek geologi Teknik/ geoteknik.

l  Pemasangan rambu rawan bencana longsor di sekitar lokasi bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.

2

Kampong Cikaramat, Desa Mekarmulya Kec. Talegong Kab. Garut, Jawa Barat

 

Koordinat longsoran belum terverifikasi

Sabtu, 25 Desember 2021.

l  Kemiringan lereng yang curam

l  Batuan tersusun oleh breksi andesit

l  Sistem drainase lereng yang kurang baik

l  Dipicu curah hujan tinggi

 

 

l  Beberapa rumah rusak akibat tertimpa material longsoran berupa tanah dan batu.

 

Sumber :

https://jabar.suara.com/read/2021/12/25/174929/longsor-terjang-rumah-warga-di-talegong-garut

l  masyarakat disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan dan menggungsi ketempat yang lebih aman.

l  Pembersihan material longsor agar memperhatikan cuaca.

l  Penataan air limpasan agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

l  Perkuatan lereng harus berdasarkan penyelidikan/asepek geologi Teknik/ geoteknik.

 

3

Jalur jalan utama Garut-Tasik, Kampung Cigangsang Desa Sukamaju Kec. Cilawu Kab. Garut, Jawa Barat

 

Koordinat longsoran belum terverifikasi

Sabtu, 25 Desember 2021.

l  Kemiringan lereng yang terjal.

l  Batuan tersusun oleh breksi andesit

l  Sistem drainase lereng yang kurang baik.

l  Curah hujan tinggi sebagai pemicu.

 

  • Jalan tertutup material longsoran sepanjang belasan meter.

 

Sumber :

https://www.merdeka.com/peristiwa/diterjang-longsor-jalur-garut-tasik-via-cilawu-tidak-bisa-dilewati.html

l  Pengguna jalan dan masyarakat disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan

l  Pembersihan material longsor agar memperhatikan cuaca dan potensi longsoran susulan.

l  Penataan air limpasan/ sistem drainase agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

l  Masyarakat yang berada disekitar lokasi bencana agar selalu waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau apabila ada retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran

l  Perkuatan lereng harus berdasarkan penyelidikan/asepek geologi Teknik/ geoteknik.

l  Pemasangan rambu rawan bencana longsor di sekitar lokasi bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.

4

Akses jalan penghubung desa Jati, Kec. Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan

 

Koordinat longsoran belum terverifikasi

Sabtu, 25 Desember 2021.

l  Kemiringan lereng yang terjal.

l  Sistem drainase lereng yang kurang baik.

l  Batuan diperkirakan merupakan produl batuan gunungapi

l  Curah hujan tinggi sebagai pemicu.

 

l  Jalan tertutup material longsoran

 

Sumber :

https://daerah.sindonews.com/read/638723/720/akibat-hujan-deras-longsor-tutup-jalan-lintas-lahat-pagaralam-1640401956

l  Pengguna jalan dan masyarakat disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan

l  Pembersihan material longsor agar memperhatikan cuaca dan potensi longsoran susulan.

l  Penataan air limpasan/ sistem drainase agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

l  Masyarakat yang berada disekitar lokasi bencana agar selalu waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau apabila ada retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran

l  Perkuatan lereng harus berdasarkan penyelidikan/asepek geologi Teknik/ geoteknik.

l  Pemasangan rambu rawan bencana longsor di sekitar lokasi bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.


Warna

Keterangan

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah rendah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah menengah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah tinggi