Laporan Kebencanaan Geologi, 24 Desember 2021

esdm_kecil

Hari ini, Jumat 24 Desember 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut 

 

1. GUNUNG API

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Semeru

(Jawa Timur)

SIAGA

●        Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih dan kelabu tebal tinggi 500 meter dari puncak.

●        Teramati 3 kali guguran dengan jarak luncur maksimum 500 meter ke arah Besuk Kobokan.

●        Teramati api diam dan sinar api pada saat visual gunungapi terlihat jelas

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 22 kali gempa Guguran

- 3 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 3 kali gempa Tektonik Lokal

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali gempa Getaran Banjir

●    Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

●    Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)

●    Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan

 

2

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih sedang hingga tebal tinggi 20-100 meter dari puncak.

●     Teramati 18 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter ke arah barat daya.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 3 kali gempa Awan Panas Guguran

- 162 kali gempa Guguran

- 3 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

●    Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

3

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih dan kelabu tipis hingga tebal dengan tinggi 100-500 meter dari puncak

●     Letusan disertai lontaran lava pijar sejauh 200-300 ke segala arah dan gemuruh lemah.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik

- 33 kali gempa Letusan/Erupsi

- 95 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Tremor Harmonik

- 4 kali gempa Tremor Non-Harmonik

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Lokal

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-2 mm (dominan 1 mm)

 

●    Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

●    Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

4

Sinabung

(Sumatera Utara)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih tebal dengan tinggi sekitar 100-150 meter dari puncak.

 

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 2 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Low Frequency

- 20 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

5

Ile Werung/Hobal

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah tidak teramati.

Gempa terkait aktivitas   magma dan tektonik.

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

 

 

●    Masyarakat direkomendasikan untuk sementara waktu agar menghindar aktifitas di sekitar pantai di area lokasi bualan dan menghindar berlayar/melaut di sekitar area tersebut, untuk mengantisipasi potensi perubahan/kenaikan muka air laut.

 

6

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah tidak teramati.

Gempa nihil.

 

●    Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

7

Karangetang

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih tebal dengan tinggi 50-100 meter dari puncak.

●     Asap kawah 2 berwarna putih tebal tinggi 150 meter dari puncak. Teramati sinar api tinggi 10 meter dan hembusan berwarna putih kelabu tebal tinggi 100-300 meter dari puncak.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 54 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.25-1 mm (dominan 1 mm)

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

8

Anak Krakatau

(Lampung)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang tinggi 25-50 meter dari puncak.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 9 kali gempa Low Frequency

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 1-12 mm (dominan 3 mm)

 

●    Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

9

Dukono

(Maluku Utara)

●     Gunungapi berkabut. Asap kawah tidak teramati.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-4 mm (dominan 2 mm)

 

●    Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

10

Ibu

(Maluku Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih dan kelabu tipis hingga sedang tinggi 200-800 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran, hembusan asap kawah dan aktivitas magma.

- 68 kali gempa Letusan/Erupsi

- 43 kali gempa Guguran

- 19 kali gempa Hembusan

- 7 kali gempa Tremor Harmonik

- 38 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

11

Gamalama

(Maluku Utara

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang tinggi sekitar 25-50 meter dari puncak.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 6 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

12

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih tipis hingga tebal tinggi 50-150 meter dari puncak.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik

- 46 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

13

Bromo

(Jawa Timur)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah putih tipis hingga sedang, tinggi 50-300 meter dari puncak.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 1 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

14

Soputan

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah putih tipis tinggi 50 meter dari puncak.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 3 kali gempa Guguran

- 1 kali gempa Hembusan

 

●    Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

●    Mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang dan Londola Kelewahu

 

15

Awu (Sulawesi Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah tidak teramati.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 6 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Awu.

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)

 

2. GEMPA BUMI

 

No.

Waktu

Lokasi Gempa Bumi

Parameter

Gempa Bumi

Penyebab

Dampak

Gempa Bumi

Rekomendasi

1.

23/12/2021

11:13:18 WIB

Sorong, Papua Barat

Episenter: 0,66° LS dan 131,58° BT; 40 km Timurlaut Kota Sorong; magnitudo M4,5; kedalaman 4 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala III MMI di Sorong yang secara umum tersusun oleh alluvium, batuan sedimen Tersier. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi menengah.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Sorong dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

2.

23/12/2021

13:33:59 WIB

Sumur, Banten

Episenter: 7,02° LS dan 105,49° BT; 41 km baratdaya Sumur; magnitudo M4,9; kedalaman 15 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala II-III MMI di pantai selatan Banten dan Sukabumi yang secara umum tersusun oleh alluvium, batuan gunungapi dan batuan sedimen Tersier. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi menengah.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Pantai Selatan Banten dan Sukabumi, dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

3.

23/12/2021

14:44:18 WIB

Lombok

Episenter: 8,24° LS dan 116,47° BT; 36 km Timurlaut Lombok Utara; magnitudo M4,1; kedalaman 10 km

Zona Penunjaman

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala II-III MMI di Lombok dan Mataram yang secara umum tersusun oleh alluvium dan endapan gunungapi Kuarter. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi menengah-tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Lombok dan Mataram, dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

Keterangan Singkatan : KRB (Kawasan Rawan Bencana)

Keterangan warna

 

KRB Gempa Bumi Tinggi

 

KRB Gempa Bumi Menengah

 

KRB Gempa Bumi Rendah

 

KRB Gempa Bumi Sangat Rendah