Laporan Kebencanaan Geologi, 20 Desember 2021

esdm_kecil

Hari ini, Senin 20 Desember 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut :

 

1. GUNUNG API

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Semeru

(Jawa Timur)

SIAGA

●        Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah tidak teramati.

●        Teramati 1 kali Awan Panas Guguran dengan jarak luncur 3.000 meter arah Besuk Kobokan dan 1 kali Awan Panas Guguran dengan jarak luncur 200 m ke arah Curah Kobokan,

●        Teramati api diam dan sinar api pada saat visual gunungapi terlihat jelas

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Awan Panas Guguran

- 23 kali gempa Guguran

- 10 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

●    Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

●    Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)

●    Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan

2

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih sedang hingga tebal dengan tinggi sekitar 20-100 meter dari puncak.

●     Teramati 17 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya.

●     Terdengan suara guguran material lava 1 kali dengan intensitas sedang

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 138 kali gempa Guguran

- 1 kali gempa Hembusan

- 19 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 7 kali gempa Vulkanik Dangkal

●    Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

●    Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

3

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih kelabu, dan hitam tipis hingga tebal dengan tinggi sekitar 50-1.000 meter dari puncak

●     Letusan disertai gemuruh dan dentuman lemah hingga sedang. Teramati lontaran material lava pijar sejauh 300 m dari puncak ke arah timur.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik

- 36 kali gempa Letusan/Erupsi

- 113 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Harmonik

- 14 kali gempa Tremor Non-Harmonik

- 4 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 2 kali gempa Tektonik Lokal

- 28 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5 mm (dominan 0.5 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

●    Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

4

Sinabung

(Sumatera Utara)

●     Gunungapi berkabut. Asap kawah tidak teramati.

 

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Guguran

- 5 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

5

Ile Werung/Hobal

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

●     Gunungapi jelas. Asap kawah nihil.

Gempa terkait aktivitas   magma dan tektonik.

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 4 kali gempa Terasa

- 19 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat direkomendasikan untuk sementara waktu agar menghindar aktifitas di sekitar pantai di area lokasi bualan dan menghindar berlayar/melaut di sekitar area tersebut, untuk mengantisipasi potensi perubahan/kenaikan muka air laut

6

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi jelas. Asap kawah nihil.

Gempa nihil.

 

●    Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

7

Karangetang

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih tebal dengan tinggi sekitar 150 meter dari puncak

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 11 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

8

Anak Krakatau

(Lampung)

●     Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah berwarna putih tipis hingga tebal tinggi 25-50 meter dari puncak.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1 kali gempa Hembusan

- 132 kali gempa Harmonik

- Tremor Menerus, amplitudo 1-16 mm (dominan 5 mm)

●    Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

9

Dukono

(Maluku Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih tebal tinggi 50-100 meter dari puncak.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-4 mm (dominan 2 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

10

Ibu

(Maluku Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih dan kelabu tipis hingga tebal tinggi 200-800 meter dari puncak.

●     Teramati 64 kali letusan dengan tinggi 200-800 m, asap berwarna putih dan kelabu.

●     Teramati guguran dengan jarak luncur 100-400 m ke arah barat laut.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran, hembusan asap kawah dan aktivitas magma.

- 64 kali gempa Letusan/Erupsi

- 76 kali gempa Guguran

- 11 kali gempa Hembusan

- 9 kali gempa Harmonik

- 45 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

11

Gamalama

(Maluku Utara

●     Gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

12

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

●     Gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang tinggi 50-100 meter dari puncak.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik

- 53 kali gempa Hembusan

 

●    Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

13

Bromo

(Jawa Timur)

●     Gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah putih tipis hingga sedang, tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

 

●    Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

14

Soputan

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi berkabut. Asap kawah tidak teramati.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 5 kali gempa Guguran

- 1 kali gempa Harmonik

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

●    Mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang dan Londola Kelewahu

15

Awu (Sulawesi Utara)

●     Gunungapi tertutup kabut. Asap kawah nihil.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 4 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 16 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Awu.

 

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)

 

2. GEMPA BUMI

 

No.

Waktu

Lokasi Gempa Bumi

Parameter

Gempa Bumi

Penyebab

Dampak

Gempa Bumi

Rekomendasi

1.

19/12/2021

01:26:01 WIB

Sorong, Papua Barat

Episenter: 0,63° LS dan 131,49° BT; 35 km timurlaut Kota Sorong; magnitudo M5,5; kedalaman 10 km

Diikuti gempabumi susulan dengan magnitude M4,9; kedalaman 4 km

Sesar Sorong

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala II-IV MMI di Sorong, Sorong Selatan, Raja Ampat, Tambrauw, yang secara umum tersusun oleh alluvium, batuan gunungapi Tersier, dan batuan sedimen Kuarter. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi rendah-menengah.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
    • Bangunan di Sorong dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

 

2.

19/12/2021

03:27:32 WIB

Larantuka, NTT

Episenter: 8,03° LS dan 122,42° BT; 68 km Baratlaut Larantuka; magnitudo M4,6; kedalaman 11 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala II-III MMI di Larantuka dan Maumere, NTT yang secara umum tersusun oleh alluvium, dan endapan gunungapi tua yang berumur Kuarter-Tersier. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Larantuka, dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

3.

19/12/2021

06:36:58 WIB

Sorong

Episenter: 0,69° LS dan 131,49° BT; 30 km Timurlaut Kota Sorong; magnitudo M4,5; kedalaman 10 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala III MMI di Sorong yang secara umum tersusun oleh alluvium. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi rendah-menengah.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Sorong dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

 

4.

19/12/2021

21:34:57 WIB

Takengon, Aceh Tengah

Episenter: 4,59° LU dan 96,4° BT; 40 km Timurlaut Kabupaten Nagan Raya; magnitudo M4,9; kedalaman 2 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala II MMI di Takengon yang secara umum tersusun oleh rombakan gunung api berumur Kuarter, batuan sedimen dan batuan metamorf Tersier. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi menengah-tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Takengon dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

 

5.

19/12/2021

22:49:54 WIB

Lombok

Episenter: 8,17° LS dan 116,48° BT; 41 km Timurlaut Lombok Utara; magnitudo M4,2; kedalaman 10 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala II-III MMI di Lombok Utara dan Mataram yang secara umum tersusun oleh alluvium dan endapan gunung api Kuarter. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi menengah-tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Lombok Utara dan Mataram dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

 

 

Keterangan Singkatan : KRB (Kawasan Rawan Bencana)

Keterangan warna

 

KRB Gempa Bumi Tinggi

 

KRB Gempa Bumi Menengah

 

KRB Gempa Bumi Rendah

 

KRB Gempa Bumi Sangat Rendah