Laporan Kebencanaan Geologi, 18 Desember 2021

 

 

esdm_kecil

Hari ini, Sabtu, 18 Desember 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut:

 

1. GUNUNG API

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Semeru

(Jawa Timur)

SIAGA

●        Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah tidak teramati.

●        Teramati 2 kali Awan Panas Guguran dengan jarak luncur 500 meter arah Besuk Kobokan,

●        Teramati 1 kali letusan asap berwarna putih kelabu dengan tinggi 200 meter dari puncak mengarah ke barat daya.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Awan Panas Guguran

- 5 kali gempa Guguran

- 12 kali gempa Hembusan

- 3 kali gempa Vulkanik Dalam

- 8 kali gempa Tektonik Jauh

●    Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

●    Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)

●    Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan

2

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih sedang hingga tebal dengan tinggi sekitar 20-100 meter dari puncak.

●     Teramati 8 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Awan Panas Guguran

- 115 kali gempa Guguran

- 1 kali gempa Hembusan

- 18 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 2 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

●    Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

3

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu tipis hingga tebal dengan tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak

●     Letusan disertai gemuruh dan dentuman lemah hingga sedang. Teramati lontaran material lava pijar sejauh 150 m dari puncak ke segala arah.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik

- 15 kali gempa Letusan/Erupsi

- 113 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Harmonik

- 22 kali gempa Tremor Non-Harmonik

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 39 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5 mm (dominan 0.5 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

●    Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

4

Sinabung

(Sumatera Utara)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah tidak teramati.

 

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 5 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 7 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

5

Ile Werung/Hobal

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

●     Gunungapi jelas. Asap kawah nihil.

Gempa terkait aktivitas   tektonik.

- 27 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat direkomendasikan untuk sementara waktu agar menghindar aktifitas di sekitar pantai di area lokasi bualan dan menghindar berlayar/melaut di sekitar area tersebut, untuk mengantisipasi potensi perubahan/kenaikan muka air laut

6

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah tidak teramati.

Gempa nihil.

 

●    Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

7

Karangetang

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih tebal dengan tinggi sekitar 150 meter dari puncak

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 21 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm)

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

8

Anak Krakatau

(Lampung)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih tipis hingga tebal tinggi 25-50 meter dari puncak.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 7 kali gempa Low Frequency

- Tremor Menerus, amplitudo 2-15 mm (dominan 2 mm)

●    Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

9

Dukono

(Maluku Utara)

●     Gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 1 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

10

Ibu

(Maluku Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih dan kelabu tipis hingga sedang tinggi 200-1000 meter dari puncak.

●     Teramati 87 kali letusan dengan tinggi 200-1000 m, asap berwarna putih dan kelabu.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran, hembusan asap kawah dan aktivitas magma.

- 87 kali gempa Letusan/Erupsi

- 36 kali gempa Guguran

- 22 kali gempa Hembusan

- 6 kali Tremor Harmonik

- 30 kali gempa Vulkanik Dangkal

 

●    Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

11

Gamalama

(Maluku Utara

●     Gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih sedang hingga tebal, tinggi 50-75 m di atas puncak kawah.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

12

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

●     Gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih tipis tinggi 50 meter dari puncak.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik

- 76 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

13

Bromo

(Jawa Timur)

●     Gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah putih tipis hingga tebal, tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 1 mm)

 

●    Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

14

Soputan

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah putih tipis hingga sedang, tinggi sekitar 25 meter dari puncak.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 4 kali gempa Guguran

- 1 kali gempa Hembusan

- 12 kali gempa Harmonik

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

●    Mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang dan Londola Kelewahu

15

Awu (Sulawesi Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas. Asap kawah nihil.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 9 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 9 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Awu.

 

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)

 

 

2. GERAKAN TANAH

 

No

Lokasi Gerakan Tanah

Waktu Kejadian

Faktor Penyebab

Dampak & Sumber berita

Rekomendasi

1

Dusun III Desa Hilihao Kecamatan Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Sumatera Utara

 

 

Koordinat Perkiraan belum terverifikasi:

1°18'10"LU

97°35'12 BT

 

 

 

Sabtu, 18 Desember 2021 pukul 9.30 WIB

Batuan berupa napal, batulempung .

Kemiringan lereng

Drainase tidak memadai.

Tanah pelapukan yang tebal.

Curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama

1 (satu) orang meninggal, 3 Luka-luka

1 (satu) rumah rusak

 

https://depok.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-093265670/bencana-longsor-di-gunungsitoli-telan-satu-korban-jiwa-begini-kronologinya

Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya;

Penghuni rumah terdampak agar menghindari aktivitas di bagian rumah yang dekat dengan lereng;

Membangun perkuatan lereng, pelandaian atau membuat sengkedan pada lereng terjal untuk meningkatkan kestabilan lereng;

Tidak membangun rumah dekat dengan lereng

Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya;

Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;

Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

2

jorong Sarojo, jorong muko jalan, jorong dalu dalu, Kec. Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat

Koordinat Perkiraan belum terverifikasi:

 

Koordinat Perkiraan:

0°18'14,05" LS

100°13'53"BT

jam 3.00 Wib dini hari Sabtu tanggal, (18/12/2021) 

Batuan dari Penyusunnya Tufa Maninjau

Kemiringan lereng yang terjal.

Tanah pelapukan yang tebal.

Curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama

Tertutupnya jalan

 

 

https://sumbarlivetv.com/longsor-dimaninjau-di-jorong-sarojo/

Pengguna jalan dan masyarakat disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan

Penataan air limpasan/ sistem drainase agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

Memantau munculnya retakan dan rembesan air jika retakan bertambah lebar sebaiknya mengunsi ditempat yang aman.

Perkuatan lereng harus berdasarkan penyelidikan/asepek geologi Teknik/ geoteknik.

Pemasangan rambu rawan bencana longsor di sekitar lokasi bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.

3

akses ruas Jalan Nasional Pantai Barat yang menghubungkan Batang Toru dengan Madina, tepatnya di  Bahung, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Madina,  Sumatera Utara

 

 

Koordinat Perkiraan belum terverifikasi:

 

1°19'15.23" LS

98°58'47" BT

 

 

18/12/2021

Pukul 09.00 WIB dan 15:30 WIB

Batuan Endapan Gunungapi Tua berupa lahar dan lava

Drainase tidak memadai.

Tanah pelapukan yang tebal.

Curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama

Ada dua kali terjadi longsor di sekitar lokasi. Pertama dini hari tadi, ada sepanjang 20 meter badan jalan yang tertutup. Disusul sore ini sekitar pukul 15.30, dengan panjang jalan yang tertutup sekitar 10 meter

 

 

https://www.posmetromedan.com/2021/12/dalam-sehari-dua-kali-longsor-di-tapsel-jalan-menuju-mandailing-natal-putus-tota//

Pengguna jalan dan masyarakat disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan

Penataan air limpasan/ sistem drainase agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

Memantau munculnya retakan dan rembesan air jika retakan bertambah lebar sebaiknya mengunsi ditempat yang aman.

Perkuatan lereng harus berdasarkan penyelidikan/asepek geologi Teknik/ geoteknik.

Pemasangan rambu rawan bencana longsor di sekitar lokasi bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.

4

Desa Munggu, Kecamatan Bungkal dan Desa Mrayan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa TImur

 

Koordinat Perkiraan belum terverifikasi:

 

  8°01'50.83" LS

111°28'52.49" BT

 

 

 

17/12/2021 23.30 WIB

Batuan berupa batuan vulkanik

Kemiringan yang curam

Drainase tidak memadai.

Tanah pelapukan yang tebal.

Curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama

3 Rumah Rusak

 

 

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5860644/longsor-terjang-dua-rumah-di-ponorogo-usai-hujan-deras.

Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya;

Penghuni rumah terdampak agar menghindari aktivitas di bagian rumah yang dekat dengan lereng;

Membangun perkuatan lereng, pelandaian atau membuat sengkedan pada lereng terjal untuk meningkatkan kestabilan lereng;

Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya;

Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;

Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

 

5

RT 3 RW 12, Dusun Pejalakan Desa Ajibarang;  RT. 08 RW 05 Desa Karangbawang, dan RT 5 RW 3  Desa Cibangkong, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

Koordinat Perkiraan belum terverifikasi:

  7°23'21.42" LS

109°03'04.55" BT

 

 

 

17/12/2021 23.30 WIB

Batuan berupa batuan vulkanik

Kemiringan yang curam

Drainase tidak memadai.

Tanah pelapukan yang tebal.

Curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama

2 Rumah Rusak

 

 

https://radarbanyumas.co.id/hujan-deras-longsor-terjadi-di-banyumas-ajibarang-cilongok-dan-purwojati/

Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya;

Penghuni rumah terdampak agar menghindari aktivitas di bagian rumah yang dekat dengan lereng;

Membangun perkuatan lereng, pelandaian atau membuat sengkedan pada lereng terjal untuk meningkatkan kestabilan lereng;

Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya;

Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;

Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

 

 

Warna

Keterangan

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah rendah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah menengah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah tinggi

 

3. GEMPA BUMI

 

No.

Waktu

Lokasi Gempa Bumi

Parameter

Gempa Bumi

Penyebab

Dampak

Gempa Bumi

Rekomendasi

1.

18/12/2021

05:59:55 WIB

Karangasem, Bali

Episenter: 8,29° LS dan 115,65° BT; 15 km timurlaut Karangasem; magnitudo M3,2; kedalaman 10 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala II MMI di Karangasem, Bali, yang secara umum tersusun oleh alluvium, dan batuan gunung api Agung dan Seraya yang berumur Kuarter. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi tinggi.

·      Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.

·      Bangunan di Karangasem harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

 

2.

18/12/2021

06:56:53 WIB

Karangasem, Bali

Episenter: 8,29° LS dan 115,62° BT; 12 km Timurlaut Karangasem; magnitudo M3,2; kedalaman 14 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan dirasakan pada skala II MMI di Karangasem, Bali, yang secara umum tersusun oleh alluvium, dan batuan gunung api Agung dan Seraya yang berumur Kuarter. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi tinggi.

·      Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.

·      Bangunan di Karangasem, dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

3.

18/12/2021

08:12:31 WIB

Kendari, Sulawesi Tenggara

Episenter: 4,03° LS dan 122,59° BT; 4 km Baratdaya Abeli, Kendari; magnitudo M2,8; kedalaman 5 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan gempabumi dirasakan pada skala II-III MMI di Kendari, yang secara umum tersusun oleh alluvium batuan sedimen Tersier, batuan metamorf Pra Tersier. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi tinggi.

·      Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.

·      Bangunan di Kendari dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

 

4.

18/12/2021

23:30:50 WIB

Kaimana, Papua Barat

Episenter: 3,92° LS dan 133,56° BT; 36 km Baratdaya Kaimana; magnitudo M4,6; kedalaman 17 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan, guncangan skala III MMI di Damer, yang secara umum tersusun oleh alluvium, batuan sedimen Kuarter dan batugamping berumur Pra Tersier. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi menengah-tinggi.

·      Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.

·      Bangunan di Kaimana dan sekitarnya harus dibangun ,menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

 

 

No

Lokasi Gerakan Tanah

Waktu Kejadian

Faktor Penyebab

Dampak & Sumber berita

Rekomendasi

1

Dusun III Desa Hilihao Kecamatan Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Sumatera Utara

 

 

Koordinat Perkiraan belum terverifikasi:

1°18'10"LU

97°35'12 BT

 

 

 

Sabtu, 18 Desember 2021 pukul 9.30 WIB

·    Batuan berupa napal, batulempung .

·    Kemiringan lereng

·    Drainase tidak memadai.

·    Tanah pelapukan yang tebal.

·    Curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama

·       1 (satu) orang meninggal, 3 Luka-luka

·       1 (satu) rumah rusak

 

·       https://depok.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-093265670/bencana-longsor-di-gunungsitoli-telan-satu-korban-jiwa-begini-kronologinya

·    Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya;

·    Penghuni rumah terdampak agar menghindari aktivitas di bagian rumah yang dekat dengan lereng;

·    Membangun perkuatan lereng, pelandaian atau membuat sengkedan pada lereng terjal untuk meningkatkan kestabilan lereng;

·    Tidak membangun rumah dekat dengan lereng

·    Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya;

·    Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;

·    Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

2

jorong Sarojo, jorong muko jalan, jorong dalu dalu, Kec. Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat

Koordinat Perkiraan belum terverifikasi:

 

Koordinat Perkiraan:

0°18'14,05" LS

100°13'53"BT

jam 3.00 Wib dini hari Sabtu tanggal, (18/12/2021) 

Batuan dari Penyusunnya Tufa Maninjau

Kemiringan lereng yang terjal.

Tanah pelapukan yang tebal.

Curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama

Tertutupnya jalan

 

 

https://sumbarlivetv.com/longsor-dimaninjau-di-jorong-sarojo/

Pengguna jalan dan masyarakat disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan

Penataan air limpasan/ sistem drainase agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

Memantau munculnya retakan dan rembesan air jika retakan bertambah lebar sebaiknya mengunsi ditempat yang aman.

Perkuatan lereng harus berdasarkan penyelidikan/asepek geologi Teknik/ geoteknik.

Pemasangan rambu rawan bencana longsor di sekitar lokasi bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.

3

akses ruas Jalan Nasional Pantai Barat yang menghubungkan Batang Toru dengan Madina, tepatnya di  Bahung, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Madina,  Sumatera Utara

 

 

Koordinat Perkiraan belum terverifikasi:

 

1°19'15.23" LS

98°58'47" BT

 

 

18/12/2021

Pukul 09.00 WIB dan 15:30 WIB

·    Batuan Endapan Gunungapi Tua berupa lahar dan lava

·    Drainase tidak memadai.

·    Tanah pelapukan yang tebal.

·    Curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama

Ada dua kali terjadi longsor di sekitar lokasi. Pertama dini hari tadi, ada sepanjang 20 meter badan jalan yang tertutup. Disusul sore ini sekitar pukul 15.30, dengan panjang jalan yang tertutup sekitar 10 meter

 

 

https://www.posmetromedan.com/2021/12/dalam-sehari-dua-kali-longsor-di-tapsel-jalan-menuju-mandailing-natal-putus-tota//

·    Pengguna jalan dan masyarakat disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan

·    Penataan air limpasan/ sistem drainase agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

·    Memantau munculnya retakan dan rembesan air jika retakan bertambah lebar sebaiknya mengunsi ditempat yang aman.

·    Perkuatan lereng harus berdasarkan penyelidikan/asepek geologi Teknik/ geoteknik.

·    Pemasangan rambu rawan bencana longsor di sekitar lokasi bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.

4

Desa Munggu, Kecamatan Bungkal dan Desa Mrayan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa TImur

 

Koordinat Perkiraan belum terverifikasi:

 

  8°01'50.83" LS

111°28'52.49" BT

 

 

 

17/12/2021 23.30 WIB

·    Batuan berupa batuan vulkanik

·    Kemiringan yang curam

·    Drainase tidak memadai.

·    Tanah pelapukan yang tebal.

·    Curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama

·       3 Rumah Rusak

 

 

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5860644/longsor-terjang-dua-rumah-di-ponorogo-usai-hujan-deras.

·    Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya;

·    Penghuni rumah terdampak agar menghindari aktivitas di bagian rumah yang dekat dengan lereng;

·    Membangun perkuatan lereng, pelandaian atau membuat sengkedan pada lereng terjal untuk meningkatkan kestabilan lereng;

·    Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya;

·    Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;

·    Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

 

5

RT 3 RW 12, Dusun Pejalakan Desa Ajibarang;  RT. 08 RW 05 Desa Karangbawang, dan RT 5 RW 3  Desa Cibangkong, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

Koordinat Perkiraan belum terverifikasi:

  7°23'21.42" LS

109°03'04.55" BT

 

 

 

17/12/2021 23.30 WIB

Batuan berupa batuan vulkanik

Kemiringan yang curam

Drainase tidak memadai.

Tanah pelapukan yang tebal.

Curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama

2 Rumah Rusak

 

 

https://radarbanyumas.co.id/hujan-deras-longsor-terjadi-di-banyumas-ajibarang-cilongok-dan-purwojati/

Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya;

Penghuni rumah terdampak agar menghindari aktivitas di bagian rumah yang dekat dengan lereng;

Membangun perkuatan lereng, pelandaian atau membuat sengkedan pada lereng terjal untuk meningkatkan kestabilan lereng;

Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya;

Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;

Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.