Laporan Kebencanaan Geologi, 16 Desember 2021

esdm_kecil

Hari ini, Kamis, 16 Desember 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut:

 

1. GUNUNG API

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Semeru

(Jawa Timur)

SIAGA (Level III) per-tanggal 16 Desember 2021 pukul 23:00 WIB.

●        Gunungapi jelas hingga berkabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih tebal dengan tinggi sekitar 100-400 meter dari puncak.

●        Teramati 3 kali Awan Panas Guguran pada pukul 09.01, 09.30,dan 15.42 dengan jarak luncur maksimal 4,5 km ke arah Besuk Kobokan.

●        Pada malam hari teramati api diam dan 2 kali guguran lava pijar sejauh 500 m dari kawah ke arah Besuk Kobokan

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 3 kali gempa Letusan/Erupsi

- 3 kali gempa Awan Panas Guguran

- 21 kali gempa Guguran

- 7 kali gempa Hembusan

- 4 kali gempa Tektonik Lokal

- 1 kali gempa Terasa

- 7 kali gempa Tektonik Jauh

- 2 kali gempa Getaran Banjir

●    Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

●    Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)

●    Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan

2

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

SIAGA

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih sedang hingga tebal dengan tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak.

●     Teramati 37 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter kearah barat daya.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 162 kali gempa Guguran

- 7 kali gempa Hembusan

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

●    Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

3

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih kelabu, dan hitam tipis hingga tebal dengan tinggi sekitar 100-600 meter dari puncak

●     Letusan dan disertai gemuruh dan dentuman lemah hingga sedang. Teramati lontaran material lava pijar ke arah tenggara sejauh 200 m dari puncak

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik

- 37 kali gempa Letusan/Erupsi

- 108 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Harmonik

- 6 kali gempa Tremor Non-Harmonik

- 2 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 49 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

 

●    Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

●    Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

4

Sinabung

(Sumatera Utara)

●     Gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati.

 

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma, serta aktivitas tektonik .

- 2 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Lokal

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

5

Ile Werung/Hobal

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

●     Gunungapi jelas. Asap kawah Asap kawah nihil.

Gempa terkait aktivitas   tektonik.

- 7 kali gempa Terasa

- 98 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat direkomendasikan untuk sementara waktu agar menghindar aktifitas di sekitar pantai di area lokasi bualan dan menghindar berlayar/melaut di sekitar area tersebut, untuk mengantisipasi potensi perubahan/kenaikan muka air laut

6

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah nihil.

Gempa terkait aktivitas   magma.

- 2 kali gempa Hembusan

 

●    Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

7

Karangetang

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik.

- 3 kali gempa Hembusan

- 3 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm)

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

8

Anak Krakatau

(Lampung)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang tinggi 25-50 meter dari puncak.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 2 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Low Frequency

- Tremor Menerus, amplitudo 1-10 mm (dominan 3 mm)

 

●    Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

9

Dukono

(Maluku Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih tipis tinggi 50-100 meter dari puncak.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 1 mm)

 

●    Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

10

Ibu

(Maluku Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih dan kelabu tipis hingga sedang tinggi 200-800 meter dari puncak.

●     Teramati 61 kali letusan dengan tinggi 200-800 m, asap berwarna putih dan kelabu.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran, hembusan asap kawah dan aktivitas magma, serta aktivitas tektonik.

- 61 kali gempa Letusan/Erupsi

- 66 kali gempa Guguran

- 11 kali gempa Hembusan

- 13 kali Tremor Harmonik

- 54 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 6 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

11

Gamalama

(Maluku Utara

●     Gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang, tinggi 10-25 m di atas puncak kawah.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

12

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

●     Gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih tipis tinggi 50 meter dari puncak.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma.

- 82 kali gempa Hembusan

●    Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

13

Bromo

(Jawa Timur)

●     Gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah putih tipis hingga sedang, tinggi sekitar 50-600 meter dari puncak.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Terasa

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

 

●    Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

14

Soputan

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah putih tipis tinggi sekitar 50 meter dari puncak.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik .

- 1 kali gempa Hembusan

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

●    Mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang dan Londola Kelewahu

15

Awu (Sulawesi Utara)

●     Gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik .

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 11 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Awu.

 

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)

 

 

2. GERAKAN TANAH

 

No 

Lokasi Gerakan Tanah 

Waktu Kejadian 

Faktor Penyebab 

Dampak & Sumber berita

Rekomendasi 

1

Kampung Limus Gede, Desa Giri Mukti, Kecamatan Campaka, Cianjur Provinsi Jawa Barat

 

Koordinat Perkiraan dan belum terverifikasi:

:

6° 58' 31.64" LU

107° 06' 36.09" BT

15/12/2021

Malam hari

  • Batuan berupa perselingan endapan vulkanik dan sedimen berupa breksi tufaan
  • Kemiringan lereng yang terjal.
  • Tanah pelapukan yang tebal.
  • Curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama

 

  • Longsor material dari lereng tebing yang menimpa bangunan, 1 balita luka-luka

 

 

https://amp.kompas.com/regional/

read/2021/12/16/074115978/

longsor-di-cianjur-balita-17-bulan

-terluka-akibat-tertimbun-material

  • Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya;
  • Penghuni rumah terdampak agar menghindari aktivitas di bagian rumah yang dekat dengan lereng;
  • Membangun perkuatan lereng, pelandaian atau membuat sengkedan pada lereng terjal untuk meningkatkan kestabilan lereng;
  • Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya;
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya.
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

2

Dusun Pamah Semilir, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara

 

 

Koordinat Perkiraan dan belum terverifikasi:

3° 17' 46.93" LS

98° 22' 14.88" BT

 

 

 

15/12/2021

Sore hari

  • Batuan berupa endapan piroklastik gunungapi tua (Qvbu)
  • Kemiringan lereng yang terjal.
  • Tanah pelapukan yang tebal.
  • Curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama

 

  • Mengakibatkan bahu jalan sepanjang 15 meter dan materialnya menutup jalan, arus lalulintas tersendat

 

 

https://sumut.inews.id/berita/jalur-

langkat-karo-putus-diterjang-

longsor-ini-rekayasa-lalu-lintas

-polisi/2

  • Pengguna jalan dan masyarakat disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan
  • Penataan air limpasan/ sistem drainase agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.
  • Memantau munculnya retakan dan rembesan air jika retakan bertambah lebar sebaiknya mengunsi ditempat yang aman
  • Perkuatan lereng harus berdasarkan penyelidikan/asepek geologi Teknik/ geoteknik.
  • Pembersihan material longsor agar memperhatikan cuaca
  • Pemasangan rambu rawan bencana longsor di sekitar lokasi bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.

 

 

 

Warna

Keterangan

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah rendah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah menengah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah tinggi

 

3. GEMPA BUMI

 

No.

Waktu

Lokasi Gempa Bumi

Parameter

Gempa Bumi

Penyebab

Dampak

Gempa Bumi

Rekomendasi

1.

16/12/2021

06:01:33 WIB

Jember

Episenter: 8,55° LS dan 113,49° BT; 105,9 km baratdaya Jember; magnitudo M5,1; kedalaman 10 km

Sesar aktif

Terjadi kerusakan beberapa bangunan di Jember. Guncangan dirasakan pada skala II – III MMI di pantai selatan Bali, dan Pantai Selatan Jawa Timur, yang secara umum tersusun oleh alluvium, batuan Tersier dan sebagian tersusun oleh endapan Kuarter. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Masyarakat yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan diharapkan mengungsi ke tempat aman.
    • Bangunan di Pantai selatan Bali dan Jawa Timur harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.
    • Khususnya di daerah pantai upaya mitigasi tsunami perlu ditingkatkan.

2.

16/12/2021

09:09:44 WIB

Tana Toraja

Episenter: 2,94° LS dan 119,68° BT; 16 km Baratlaut Toraja; magnitudo M3,5; kedalaman 5 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan, guncangan skala II MMI di Toraja, yang secara umum tersusun oleh batuan gunungapi Kuarter dan batuan gunung api Tersier. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi menengah.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Toraja, dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

3.

16/12/2021

11:26:08 WIB

Maluku Barat Daya

Episenter: 7,11° LS dan 128,71° BT; 134 km Baratlaut Maluku Barat daya; magnitudo M5,6; kedalaman 26 km

Sesar aktif

Info dari media online, terjadi kerusakan bangunan di Desa Bebar Barat, Desa Ilih, dab Desa Kehli. Guncangan gempabumi dirasakan pada skala II-V MMI di Damer dan Tepa, yang secara umum tersusun oleh alluvium batugamping berumur Pra Tersier. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi menengah-tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Damer, Tepa, dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.
  • Masyarakat yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan diharapkan mengungsi ke tempat aman.

4.

16/12/2021

18:03:31 WIB

Maluku Barat Daya

Episenter: 6,21° LS dan 128,00° BT; 210 km Timurlaut Maluku Barat Daya; magnitudo M5,3; kedalaman 385 km

 

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan, guncangan skala IV MMI di Damer, yang secara umum tersusun oleh alluvium batugamping berumur Pra Tersier. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi menengah-tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Damer dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

5.

16/12/2021

21:40:20 WIB

 

Episenter: 0,72° LS dan 135,66° BT; 3 km Timurlaut Supiori; magnitudo M4,3; kedalaman 10 km, di darat

 

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan, guncangan skala III-IV MMI di Supiori, yang secara umum tersusun oleh batuan sedimen Tersier dan batuan sedimen Pra Tersier. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak pada KRB gempa bumi menengah-tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Supiori dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

 

Keterangan Singkatan : KRB (Kawasan Rawan Bencana)

 

Keterangan warna

 

KRB Gempa Bumi Tinggi

 

KRB Gempa Bumi Menengah

 

KRB Gempa Bumi Rendah

 

KRB Gempa Bumi Sangat Rendah