Laporan Kebencanaan Geologi, 15 Desember 2021

esdm_kecil

Hari ini, Rabu, 15 Desember 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut :

 

1. GUNUNG API

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

SIAGA

●        Gunungapi jelas hingga berkabut. Tidak teramati asap kawah.

●   Terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 1500 m ke arah barat.

●   Terjadi guguran lava dengan jarak luncur 1800 m ke arah barat.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Awan Panas Guguran

- 205 kali gempa Guguran

- 5 kali gempa Hembusan

- 5 kali gempa Fase Banyak

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

●    Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

2

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu, intensitas tipis -sedang dengan tinggi sekitar 50-600 meter dari puncak

●        Terjadi Letusan dengan tinggi 200-600 meter dari puncak, kolom abu letusan berwarna putih hingga kelabu, disertai lontaran material pijar lk. 200 m di atas puncak.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik

- 29 kali gempa Letusan

- 88 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Tremor Hamonik

- 8 kali gempa Tremor Non Harmonik

- 4 kali gempa Tektonik Lokal

- 95 kali gempa Tektonik Jauh, 4 diantaranya adalah Gempa Terasa I-III MMI

- Getaran Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

●    Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

3

Sinabung

(Sumatera Utara)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap putih dengan intensitas tipis-tebal tinggi sekitar 50-350 meter dari puncak.

 

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma, serta aktivitas tektonik .

- 1 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

4

Ile Werung/Hobal

(Nusa Tenggara Timur)

 

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah Asap kawah nihil.

Gempa terkait aktivitas magma dan tektonik.

- 1 kali gempa Low Frekuensi

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat direkomendasikan untuk sementara waktu agar menghindar aktifitas di sekitar pantai di area lokasi bualan dan menghindar berlayar/melaut di sekitar area tersebut, untuk mengantisipasi potensi perubahan/kenaikan muka air laut

5

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

●     Gunungapi jelas hinga berkabut. Asap kawah nihil.

Tidak terekam kegempaan

●    Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

6

Karangetang

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma.

- 6 kali gempa Hembusan

- 9 kali gempa Tektonik Jauh

- Getaran Tremor Menerus dengan amplitudo 0,25 mm

 

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

7

Semeru

(Jawa Timur)

●        Gunungapi jelas hingga berkabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang, tinggi sekitar 300 meter dari puncak.

●        Terekam Gempa Letusan dengan tinggi kolom erupi 400 m berwarna putih kelabu condong ke arah baratlaut.

●        Terjadi Guguran lava pijar dengan jarak luncur 200-800 m dari ujung lidah lava ke arah Curah Kobokan. Pusat guguran berada 1800 m dari bawah puncak.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 8 kali gempa Letusan

- 73 kali gempa Guguran

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali getaran Banjir

 

●    Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak G. Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru.

8

Anak Krakatau

(Lampung)

●     Gunungapi jelas hingga berkabut. Asap kawah teramati putih tipis hingga sedang, tinggi 25-50 di atas puncak.

Gempa yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 13 kali gempa Low Frekuensi

- 1 getaran Tremor Harmonik

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

- Getaran Tremor Menerus amplitudo 1-18 mm, dominan 3 mm

●    Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

9

Dukono

(Maluku Utara)

●     Gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal, tinggi 50-100 meter di atas puncak.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 6 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-6 mm (dominan 2 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

10

Ibu

(Maluku Utara)

●     Gunungapi tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi 200-400 meter dari puncak. Teramati 82 kali letusan dengan tinggi asap 200-400 meter di atas puncak.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran, hembusan asap kawah dan aktivitas magma, serta aktivitas tektonik.

- 82 kali gempa Letusan/Erupsi

- 63 kali gempa Guguran

- 22 kali gempa Hembusan

- 118 kali Tremor Harmonik

- 3 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Terasa

- 7 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

11

Gamalama

(Maluku Utara

●     Gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati

Gempa berkaitan dengan aktivitas tektonik.

- 15 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

12

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

●     Gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan aktivitas tektonik.

- 90 kali gempa Hembusan

- 1 kai gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak agar tidak mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif serta beraktifitas didalam Kawasan Rawan Bencana III.

13

Bromo

(Jawa Timur)

●     Gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah putih tipis hingga tebal, tinggi sekitar 50-600 meter dari puncak.

 

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik .

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

- Getaran Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0,5 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

14

Soputan

(Sulawesi Utara)

●     Gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati.

Gempa berkaitan dengan aktivitas pelepasan gas dan tektonik .

- 1 kali gempa Guguran

- 2 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

●    Mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang dan Londola Kelewahu

15

Awu (Sulawesi Utara)

 

●     Gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati.

Gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan tektonik .

- 5 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 3 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 12 kali gempa Tektonik Jauh

 

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Awu.

 

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)

 

2. GERAKAN TANAH

 

No 

Lokasi Gerakan Tanah 

Waktu Kejadian 

Faktor Penyebab 

Dampak 

Rekomendasi

1

Tebing di tepi Jalan Raya Di Dusun Sawiran Desa Dawuhan Sengon, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan






9/12/2021

l  Batuan berupa tufa merupakan produk gunungapi

l  Kemiringan lereng yang terjal.

l  Tanah pelapukan yang tebal.

l  Curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama

 

l  Sebagian badan jalan tertimbun longsor

 

 

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5854919/tebing-longsor-luberan-lumpur-macetkan-jalur-purwodadi-nongkojajar?_ga=2.98158367.1641280280.1639523960-1196383443.1639523960

l  Pengguna jalan dan masyarakat disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan

l  Penataan air limpasan/ sistem drainase agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

l  Memantau munculnya retakan dan rembesan air jika retakan bertambah lebar sebaiknya mengunsi ditempat yang aman

l  Perkuatan lereng harus berdasarkan penyelidikan/asepek geologi Teknik/ geoteknik.

l  Pembersihan material longsor agar memperhatikan cuaca

l  Pemasangan rambu rawan bencana longsor di sekitar lokasi bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.

 

 

Warna

Keterangan

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah rendah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah menengah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah tinggi