Laporan Kebencanaan Geologi, 4 Desember 2021

esdm_kecil

Hari ini, sabtu, 4 Desember 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut:

 

1. GUNUNG API

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

SIAGA

●     Asap kawah utama putih sedang hingga tebal tinggi sekitar 20-100 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan guguran, hembusan asap kawah, dan pertumbuhan kubah lava serta aktivitas tektonik.

- 176 kali gempa Guguran

- 4 kali gempa Hembusan

- 24 kali gempa Fase banyak

- 7 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

●    Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

2

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

●     Asap putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-700 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, hembusan asap kawah, dan   getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 27 kali gempa Letusan/Erupsi

- 99 kali gempa Hembusan

- 6 kali Tremor Non-Harmonik

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5 mm

●    Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

●    Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

3

Sinabung

(Sumatera Utara)

●     Asap putih dengan intensitas tipis, tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan pertumbuhan kubah lava serta aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Fase banyak

- 1 kali gemoa vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

4

Ile Werung/Hobal

(Nusa Tenggara Timur)

 

●     Gunungapi jelas. Asap kawah tidak teramati

Gempa vulkanik dan aktivitas tektonik.

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat direkomendasikan untuk sementara waktu agar menghindar aktifitas di sekitar pantai di area lokasi bualan dan menghindar berlayar/melaut di sekitar area tersebut, untuk mengantisipasi potensi perubahan/kenaikan muka air laut

5

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

●     Asap kawah nihil

 

-  Tidak terekam kegempaan

 

●    Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

6

Karangetang

(Sulawesi Utara)

●     Asap kawah I, putih dengan intensitas tebal, bertekanan lemah, tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak.

●     Asap kawah II, putih sedang tinggi 50 meter dari puncak.

 

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma dan aktivitas tektonik

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.25 mm

●    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

7

Semeru

(Jawa Timur)

●     Asap kawah tidak teramati

●     Guguran lava dengan jarak luncur 500-800 meter, dengan pusat guguran 500 mdi bawah kawah.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran dan hembusan asap kawah

- 54 kali gempa Letusan/Erupsi

- 4 kali gempa Guguran

- 18 kali gempa Hembusan

●    Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak G. Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru.

8

Anak Krakatau

(Lampung)

●     Asap kawah putih tipis tinggi sekitar 25 meter dari puncak.

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-15 mm (dominan 1 mm)

●    Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

9

Dukono

(Maluku Utara

●     Gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan dan Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik.

- 2 kali gempa Letusan

- 7 kali gempa Tektonik Lokal

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-4 mm (dominan 2 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

10

Ibu

(Maluku Utara)

●     Asap kawah utama putih dan kelabu tipis-tebal, bertekanan lemah, tinggi 200-400 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran, hembusan asap kawah serta dan Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik

- 72 kali gempa Letusan/Erupsi

- 93 kali gempa Guguran

- 11 kali gempa Hembusan

- 134 kali gempa Tremor

Harmonik

- 1 kali Low frequency

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

11

Gamalama

(Maluku Utara

●     Gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati.

Aktivitas tektonik

- 6 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

12

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

●     Asap kawah putih dengan intensitas sedang, tinggi sekitar 25-50 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan aktivitas tektonik

- 110 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

13

Bromo

(Jawa Timur)

●     Asap kawah putih tipis hingga tebal, bertekanan lemah hingga sedang, tinggi sekitar 50-400 meter dari puncak.

●     Tercium bau belerang ringan di

PPGA Bromo

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma,

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

●    Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

14

Soputan

(Sulawesi Utara)

●     Asap kawah putih tipis, bertekanan lemah, tinggi sekitar 20 meter dari puncak.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan guguran, hembusan asap kawah dan aktivitas tektonik

- 3 kali gempa Guguran

- 1 kali gempa Hembusan

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

●    Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

 

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)


 

2. GERAKAN TANAH

 

No

Lokasi Gerakan Tanah

Waktu Kejadian

Faktor Penyebab

Dampak/

Sumber Berita

Rekomendasi

1

Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten

 

Koordinat perkiraan dan belum terverifikasi:

6°49'5.25"S

106°"E

Jumat (3/12/2021)

  • Kemiringan lereng yang curam
  • Lereng tersusun oleh tuf dan breksi gunungapi
  • Kondisi tanah pelapukan yang poros dan mudah meluruh
  • Dipicu oleh curah hujan tinggi

 

 

Tergerusnya tebing yang berada di sisi jalanan

 

 

Sumber:

https://www.inews.id/mult

imedia/photo/jalan

-longsor-antarprovinsi

-banten-jawa-barat-longsor

 

 

 

  • Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah dan para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya,
  • Melandaikan lereng, mengatur drainase, dan pembuatan penahan lereng (talud) yang mengikuti kaidah – kaidah geologi teknik/ geoteknik.
  • Daerah bukit yang rawan longsor agar dilakukan penguatan bioengineering
  • Menutup retakan dsupaya air tidak masuk kedalam retakan dan mempercepat pergerakan tanah
  • Pemasangan rambu rawan bencana gerakan tanah untuk meningkatkan kewaspadaan.
  • Masyarakat setempat agar mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

2

Kelurahan Sanggeng, Kecamatan Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat

 

Koordinat prakiraan:

0°51'31.28"S

134° 3'8.97"E

 22'34.55

Jum’at (3/12/2021) 10.00 WIT

  • Kemiringan lereng yang curam
  • Lereng tersusun oleh batupasir, dan batugamping
  • Kondisi tanah pelapukan yang poros dan mudah meluruh
  • Dipicu oleh curah hujan tinggi

 

2 rumah rusak

 

 

Sumber:

https://www.medcom.id/

nasional/daerah/GKdJr8db

-longsor-di-manokwari-2-

rumah-warga-terkubur

 

 

  • Segera membersihkan material longsor yang menimbun rumah dan selalu mengutamakan keselamatan dan waspada terhadap gerakan tanah susulan.
  • Masyarakat yang berada disekitar lokasi bencana agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah hujan deras yang berlangsung lama karena masih berpotensi terjadinya gerakan tanah susulan
  • Melandaikan lereng, mengatur drainase, dan pembuatan penahan lereng (talud) yang mengikuti kaidah – kaidah geotek.
  • Tidak membuat bangunan terlalu dekat dengan tebing/lereng
  • Menjaga fungsi lahan dengan menanami vegetasi berakar dalam dan kuat serta menata aliran air permukaan pada tebing.
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

2

Banjar Asah, Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali

 

Koordinat perkiraan dan belum terverifikasi:

8°18'8.53"S

114°58'58.49"E

 

Jum’at (3/12/2021) 10.28 WITA

  • Kemiringan lereng yang curam
  • Lereng tersusun oleh breksi vulkanik
  • Kondisi tanah pelapukan yang poros dan mudah meluruh
  • Dipicu oleh curah hujan tinggi

 

 

 

Material longsoran menutupi saluran irigasi

 

 

Sumber:

https://www.balipost.com

/news/2021/12/03/23384

7/Saluran-Irigasi-di-Subak-

Suka...html

  • Segera membersihkan material longsor yang menimbun irigasi agar tidak terjadi pembendungan yang bisa menyebabkan banjir bandang namun selalu mengutamakan keselamatan dan waspada terhadap gerakan tanah susulan.
  • Pemotongan tebing dan perkuatannya harap memperhatikan kaidah geologi teknik/geoteknik.
  • Pembuatan penahan lereng (talud) yang mengikuti kaidah geologi teknik/geoteknik
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

 

Warna

Keterangan

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah rendah 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah menengah 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah tinggi