Laporan Kebencanaan Geologi, 29 November 2021

esdm_kecil

Hari ini, Senin, 29 November 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut:

 

1. GUNUNG API

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

SIAGA

  • Asap kawah utama putih tebal tinggi sekitar 20 meter dari puncak.
  • Guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.500 meter ke arah barat daya.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah, guguran dan pertumbuhan kubah lava.

- 137 kali gempa Guguran

- 15 kali gempa Hembusan

- 14 kali gempa Fase banyak

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.
  • Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

2

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

  • Asap putih dan kelabu dengan intensitas tipis-tebal tinggi sekitar 100-600 meter dari puncak.
  • Letusan disertai gemuruh lemah, teramati sinar api.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, hembusan asap kawah, dan   getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 29 kali gempa Letusan/Erupsi

- 95 kali gempa Hembusan

- 1 kali Tremor Harmonik

- 27 kali Tremor Non-Harmonik

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5 – 1 mm (dominan 1 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.
  • Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

3

Sinabung

(Sumatera Utara)

  • Gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan pertumbuhan kubah lava.

- 1 kali gempa Guguran

- 1 kali gempa Low Frequency

- 1 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 3 kali gempa Tektonik Lokal

- 9 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

4

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

  • Asap kawah nihil.

 

-  Tidak terekam kegempaan

 

  • Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

5

Karangetang

(Sulawesi Utara)

  • Gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 5 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0,25 mm (dominan 0,25 mm)

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

6

Semeru

(Jawa Timur)

  • Gunung jelas, asap kawah tidak teramati.

Gempa vulkanik yang berkaitan denga letusan dan hembusan asap kawah

- 71 kali gempa Letusan/Erupsi

- 2 kali gempa Hembusan

  • Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak G. Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru.

7

Anak Krakatau

(Lampung)

  • Gunung jelas, asap kawah tidak teramati.

Gempa vulkanik dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 2 kali gempa Low Frequency

- 1 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- Tremor Menerus, amplitudo 3-17 mm (dominan 5 mm)

  • Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

8

Dukono

(Maluku Utara

  • Gunung tertutup kabut, asap kawah tidak teramati.

Gempa Vulkanik dan Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 1 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

9

Ibu

(Maluku Utara)

  • Asap kawah utama putih dan kelabu tipis-sedang, tinggi 200-800 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan dan hembusan asap kawah.

- 79 kali gempa Letusan/Erupsi

- 61 kali gempa Guguran

- 43 kali gempa Hembusan

- 19 kali gempa Tremor

Harmonik

  • Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

10

Gamalama

(Maluku Utara

  • Asap kawah putih sedang dengan tinggi 10-20 meter dari puncak

Gempa vulkanik yang disertai laharan

- 6 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali Getaran Banjir

  • Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

11

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

  • Asap kawah putih tipis dengan tinggi 50 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah

- 153 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkank Dangkal

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

12

Bromo

(Jawa Timur)

  • Asap putih tipis-sedang tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0,5 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

13

Soputan

(Sulawesi Utara)

  • Asap putih tipis tinggi sekitar 50 meter dari puncak.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan guguran dan hembusan asap kawah

-   21 kali gempa Guguran

-   5 kali gempa Hembusan

- 7 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

 

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)

 

2. GERAKAN TANAH

 

No

Lokasi Gerakan Tanah

Waktu Kejadian

Faktor Penyebab

Dampak/

Sumber Berita

Rekomendasi

1

Kampung Cukang Genteng RT 01/01, Desa Cukang Genteng, Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Koordinat perkiraan:

7°5'4.30"S, 107°30'0.81"E

Sabtu, 27/11/2021 (22.00 WIB)

  • Kemiringan lereng yang curam
  • Lereng tersusun oleh tuf dan breksi
  • Kondisi tanah pelapukan yang poros dan mudah meluruh
    • Dipicu oleh curah hujan tinggi

1 orang meninggal dunia

1 unit rumah rusak berat

 

 

 

Sumber:

https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5830558/tertimbun-longsor-balita-di-pasirjambu-bandung-meninggal-dunia

 

 

 

 

  • Masyarakat di sekitar lokasi harap waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran
  • Evakuasi dan pembersihan material longsoran harap memperhatikan faktor cuaca dan potensi longsoran susulan
  • Pemotongan tebing dan perkuatannya harap memperhatikan kaidah geologi teknik/geoteknik.
  • Retakan yang ditemukan di sekitar tebing yang longsor agar segera segera ditutup dengan tanah liat/lempung/material kedap dan dipadatkan
  • Penataan air limpasan agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.
  • Perlu dilakukan bioengineering pada bukit yang terjal dan rawan longsor
  • Perlu dilakukan penguatan lereng pada tebing yang rawan longsor

2

Kecamatan Sukawening dan Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

 

Lokasi koordinat daerah terdampak Banjir Bandang pada zona kerentanan gerakan tanah rendah:

7º8’6,719”S, 107º59’59,801”E

Lokasi longsor terletak dibagian hulu pada zona kerentanan gerakan tanah menengah - tinggi

Sabtu, 27/11/2021

14.30 WIB

  • Sifat tanah pelapukan pada bagian hulu berupa endapan breksi dan tuf
  • Kemungkinan bagian sisi tebing/ sungai mudah tererosi
  • Kemiringan lereng yang curam
    • Dipicu oleh curah hujan tinggi

2 kecamatan (Sukawening dan Karangtengah, 8 Desa Kecamatan Sukawening Desa Mekarwangi, Desa Sukamukti, Desa Sukawening, Desa Mekarhurip, dan Desa Mekarluyu. Sebanyak 112 rumah terendam akibat banjir.

 

Kecamatan Karangtengah: Desa Cinta, Desa Cintamanik, dan Desa Caringin. Di ketiga titik terdampak banjir bandang, sebanyak 200 rumah terendam

 

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211128202413-20-727141/banjir-bandang-garut-meluas-ke-8-desa-286-warga-mengungsi.

 

 

 

  • Mengingat curah hujan yang diperkirakan masih tinggi, masyarakat yang berada di sekitar lokasi bencana dan pada alur sungai agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah hujan deras yang berlangsung lama untuk mengantisipasi terjadinya gerakan tanah susulan yang berkembang kembali menjadi aliran bahan rombakan/banjir bandang;
  • Tidak membangun rumah atau tempat berkumpul warga di sekitar aliran sungai terutama yang berhulu di daerah perbukitan yang rawan longsor;
  • Perlu ditanam vegetasi berakar dalam dan kuat untuk menahan lereng pada bekas longsor serta untuk menahan laju erosi dan aliran banjir bandang/ aliranbahan rombakan;
  • Agar dilakukan pemantauan mandiri pada aliran sungai yang melibatkan peran serta masyarakat terhadap material longsor/ batang pohon/ kayu yang menghambat aliran sungai, segera dilancarkan aliran sungai tersebut agar tidak terjadi pembendungan yang bisa berkembang menjadi aliran bahan rombakan/banjir bandang saat debit sungai meningkat;
  • Sebagai usaha pencegahan jika ditemukan retakan pada tebing atas, maka segera menutup retakan dengan tanah liat dan dipadatkan;
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah/BPBD setempat.

3

Desa Kranggan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang

Koordinat perkiraan:

-

Sabtu, 27/11/2021

 

  • Kemiringan lereng yang curam
  • Lereng tersusun oleh batuan breksi dan lava
  • Kondisi tanah pelapukan yang poros dan mudah meluruh
    • Dipicu oleh curah hujan tinggi

Material longsor sempat menutupi jalan dan menimpa 1 unit truk.

 

 

Sumber:

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5830793/longsor-di-ngajum-malang-timpa-truk-pengangkut-pupuk

 

 

 

  • Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah dan para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya,
  • Proses pembersihan material longsoran agar mengutamakan keselamatan, kegiatan agar dihentikan sementara saat terjadi hujan deras untuk mengantisipasi longsor susulan,
  • Para pengendara agar mengutamakan lewat jalan lain dan tidak memaksakan untuk lewat jalan terdampak hingga pembersihan selesai dilakukan dan dinyatakan aman oleh pemerintah setempat,
  • Tidak memarkir kendaraan atau berhenti di bawah lereng terjal terutama saat hujan deras turun dan sesaat setelahnya,
  • Hindari konsenterasi masyarakat yang banyak atau dipasang pembatas agar masyarakat tidak berkumpul atau menonton kejadian tersebut,
  • Membangun perkuatan lereng, pelandaian atau membuat sengkedan pada lereng terjal untuk meningkatkan kestabilan lereng,
  • Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya,
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah,



Warna

Keterangan

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah rendah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah menengah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah tinggi