Laporan Kebencanaan Geologi, 28 November 2021

 

 

 

esdm_kecil

Hari ini, Minggu 28 November 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut:

 

1. GUNUNG API

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

SIAGA

  • Gunung jelas, asap kawah tidak teramati.
  • Guguran lava pijar dengan jarak luncur 2.000 meter ke arah barat daya.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah, guguran dan pertumbuhan kubah lava.

- 149 kali gempa Guguran

- 8 kali gempa Hembusan

- 12 kali gempa Fase banyak

- 2 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.
  • Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

2

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

  • Asap putih dan kelabu dengan intensitas tipis-tebal tinggi sekitar 100-600 meter dari puncak.
  • Letusan disertai gemuruh lemah, teramati sinar api.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, hembusan asap kawah, dan   getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 25 kali gempa Letusan/Erupsi

- 100 kali gempa Hembusan

- 1 kali Tremor Harmonik

- 31 kali Tremor Non-Harmonik

- 7 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5 – 7 mm (dominan 1 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.
  • Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

3

Sinabung

(Sumatera Utara)

  • Gunungapi tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan pertumbuhan kubah lava.

- 2 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

4

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

  • Asap kawah nihil.

 

-  Tidak terekam kegempaan

 

  • Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

5

Karangetang

(Sulawesi Utara)

  • Asap kawah utama putih tebal tinggi sekitar 50 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 4 kali gempa Hembusan

- 1 kali gema Terasa

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0,25 mm (dominan 0,25 mm)

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

6

Semeru

(Jawa Timur)

  • Gunung jelas, asap kawah tidak teramati.

Gempa vulkanik yang berkaitan denga letusan dan hembusan asap kawah

- 75 kali gempa Letusan/Erupsi

- 4 kali gempa Hembusan

  • Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak G. Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru.

7

Anak Krakatau

(Lampung)

  • Gunung jelas, asap kawah tidak teramati.

Gempa vulkanik dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Low Frequency

- Tremor Menerus, amplitudo 3-20 mm (dominan 5 mm)

  • Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

8

Dukono

(Maluku Utara

  • Asap kawah nihil.

Gempa Vulkanik dan Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-2 mm (dominan 1 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

9

Ibu

(Maluku Utara)

  • Asap kawah utama putih dan kelabu tipis-tebal, tinggi 200-800 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan dan hembusan asap kawah.

- 59 kali gempa Letusan/Erupsi

- 88 kali gempa Guguran

- 15 kali gempa Hembusan

- 90 kali gempa Tremor

Harmonik

-   1 kali gempa Vulkanik Dalam

-   5 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

10

Gamalama

(Maluku Utara

  • Asap kawah putih sedang dengan tinggi 10-25 meter dari puncak

Gempa vulkanik yang disertai laharan

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali Getaran Banjir

  • Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

11

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

  • Asap kawah putih tipis-tebal dengan tinggi 50-500 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah

- 158 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

  • Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

12

Bromo

(Jawa Timur)

  • Asap putih tipis-sedang tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0,5 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

13

Soputan

(Sulawesi Utara)

  • Gunungapi tertutup kabut, asap kawah tidak teramati.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan guguran dan hembusan asap kawah

-   15 kali gempa Guguran

-   2 kali gempa Hembusan

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)

 

2. GEMPA BUMI

 

No.

Waktu

Lokasi Gempa Bumi

Parameter

Gempa Bumi

Penyebab

Dampak

Gempa Bumi

Rekomendasi

1.

27/11/2021

07:32:44 WIB

Perairan Kota Sabang, Provinsi Aceh

Episenter: 5,89 LU dan 95,19 BT; 14 km baratdaya Kota Sabang; magnitudo M3,2; kedalaman 5 km

Sesar Aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan, guncangan skala II MMI di Kota Sabang yang secara umum tersusun oleh batuan rombakan gunungapi berumur Kwarter. Wilayah Kota Sabang tersebut terletak pada KRB gempa bumi tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
    • Bangunan di Kota Sabang harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

2.

27/11/2021

13:01:39 WIB

Perairan Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara

Episenter: 4,67 LU dan 126,42 BT; 79 km baratlaut Melonguane; magnitudo M5,8; kedalaman 57 km

Zona Penunjaman

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan, guncangan skala II MMI di Tahuna yang dominan

tersusun oleh batuan rombakan gunungapi berumur. Wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud terletak pada KRB gempa bumi menengah hingga tinggi.

 

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Kabupaten Kepulauan Talaud harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

Keterangan Singkatan : KRB (Kawasan Rawan Bencana)

Keterangan warna

 

KRB Gempa Bumi Tinggi

 

KRB Gempa Bumi Menengah

 

KRB Gempa Bumi Rendah

 

KRB Gempa Bumi Sangat Rendah

 

3. GERAKAN TANAH

 

No

Lokasi Gerakan Tanah

Waktu Kejadian

Faktor Penyebab

Dampak/

Sumber Berita

Rekomendasi

1

Ruas Jalan Mantap penghubung Desa Silau Jawa dan Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara

 

Koordinat perkiraan:

2°51'29.46"N, 99°19'16.65"E

 

Koordinat belum terverifikasi

Kamis, 25/11/2021

 

  • Kemiringan lereng yang curam
  • Lereng tersusun oleh batuan tufa
  • Kondisi tanah pelapukan yang poros dan mudah meluruh
    • Dipicu oleh curah hujan tinggi

Jalanan longsor dan amblas sepanjang kurang lebih 30 meter, akibatnya,  akses antar desa terputus hingga sama sekali tak bisa dilalui kendaraan.

 

 

Sumber:

https://mediasumutku.com/longsor-jalan-penghubung-desa-di-asahan-putus /

 

 

 

 

  • Masyarakat dan pengguna jalan di sekitar lokasi gerakan tanah agar waspada terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya,
  • Pembersihan material longsoran agar agar dihentikan sementara saat terjadi hujan untuk mengantisipasi longsor susulan,
  • Pengendara menghindari area longsor atau mencari jalan yang tidak rawan hingga pembersihan selesai dan dinyatakan aman oleh pemerintah setempat,serta tidak memarkir atau berhenti di bawah lereng terjal pada saat dan setelah saat hujan deras,
  • Hindari konsenterasi masyarakat atau dipasang pembatas agar masyarakat tidak berkumpul atau menonton kejadian tersebut,
  • Membangun perkuatan lereng, pelandaian atau membuat sengkedan pada lereng terjal untuk meningkatkan kestabilan lereng,
  • Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya,
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya.

2

Dusun Lemak Nanga Desa Baturotok, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB

Koordinat perkiraan:

8°39'52.46"S, 117° 6'59.81"E

Koordinat belum terverifikasi

Jum’at, 26/11/2021 (16.30 WITA)

  • Kemiringan lereng yang curam
  • Lereng tersusun oleh breksi yang bersifat andesit dengan sisipan tufa
  • Kondisi tanah pelapukan yang poros dan mudah meluruh
    • Dipicu oleh curah hujan tinggi

Perkebunan kopi sekitar 1 Ha dan persawahan sekitar -+ ½ Ha rusak.

 

 

 

  • Masyarakat yang berhuni dan beraktivitas di sekitar perkebunan harap waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran
  • Penataan air limpasan/ sistem drainase di area perkebunan yang longsor.
  • Jika ditemukan retakan di area perkebunan agar segera segera ditutup dengan tanah liat/lempung/material kedap dan dipadatkan.
  • Daerah rawan longsor sebaiknya ditanami vegetasi berakar dalam dan kuat untuk menahan lereng pada area bekas longsor.
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami erakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana erakan tanah.

Dusun Nong Ular Desa Baturotok, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB

Koordinat perkiraan:

8°39'58.49"S, 117° 6'55.63"E

Koordinat belum terverifikasi

Perkebunan kopi sekitar -+ ½ Ha rusak.

 

 

Sumber:

https://bpbd.ntbprov.go.id/detailpost/laporan-kejadian-tanah-longsor-kabupaten-sumbawa-jum-at-26-november-2021

3

Kampung Gunung Batu RT04/RW08, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat

 

Koordinat perkiraan:

6°44'32.57"S, 107° 0'41.77"E

 

Koordinat belum terverifikasi

Jum’at, 26/11/2021 (11.00 WIB)

  • Kemiringan lereng yang curam
  • Lereng tersusun oleh breksi dan lahar.
  • Kondisi tanah pelapukan yang poros dan mudah meluruh
    • Dipicu oleh curah hujan tinggi

1 (satu) rumah rusak tertimpa material longsor.

 

 

Sumber:

https://cianjur.pojoksatu.id/baca/longsor-terjang-cianjur-satu-rumah-warga-rusak/

 

 

 

 

  • Masyarakat di sekitar kejadian longsor harap mewaspadai potensi longsor susulan dan memantau retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran
  • Pembersihan material longsoran harap memperhatikan faktor cuaca dan potensi longsoran susulan
  • Pemotongan dan perkutan tebing perkuatannya harap memperhatikan kaidah geologi teknik/ geoteknik.
  • Retakan yang ditemukan di sekitar tebing yang longsor agar segera ditutup dengan tanah material kedap dan dipadatkan
  • Penataan air limpasan agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.
  • Perlu dilakukan bioengineering pada bukit yang terjal dan rawan longsor

4

Akses jalan daerah Gunung Abang penghubung Desa Buahan dan Desa Batu Dinding, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali

 

Koordinat perkiraan:

8°17'28.61"S, 115°23'1.15"E

 

Koordinat belum terverifikasi

Jum’at, 26/11/2021

  • Kemiringan lereng yang curam
  • Lereng tersusun oleh batuan tuf dan lahar
  • Kondisi tanah pelapukan yang poros dan mudah meluruh
    • Dipicu oleh curah hujan tinggi

Material batu runtuh dari atas bukit menghalangi akses jalan Desa Buahan menuju Desa Batu Dinding.

 

 

Sumber:

https://www.balipost.com/news/2021/11/27/232021/Bukit-Abang-Kembali-Longsor,Bongkahan...html

 

 

 

 

  • Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah dan para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya,
  • Pembersihan material longsoran agar dihentikan sementara saat terjadi hujan untuk mengantisipasi longsor susulan,
  • Para pengendara agar mengutamakan lewat jalan lain dan tidak memaksakan untuk lewat jalan terdampak,
  • Tidak memarkir kendaraan dan berhenti di bawah lereng terjal pada saat dan setelah hujan,
  • Hindari konsenterasi masyarakat agart tidak berkumpul atau menonton kejadian tersebut,
  • Membangun perkuatan lereng, pelandaian atau membuat sengkedan pada lereng terjal untuk meningkatkan kestabilan lereng,
  • Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya,
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya.

5

Kampung Nagrak RT07/ RW05, Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat

Koordinat perkiraan:

7°4'11.55"S, 106°53'45.69"E

 

Koordinat belum terverifikasi

Jum’at, 26/11/2021 (18.00 WIB)

  • Kemiringan lereng yang curam
  • Lereng tersusun oleh breksi gunungapi dan breksi lahar dari Formasi Beser.
  • Kondisi tanah pelapukan yang poros dan mudah meluruh
    • Dipicu oleh curah hujan tinggi

3 (tiga) rumah rusak tertimpa material longsor dengan panjang 20 m, tinggi 10 m, lebar 2 m.

 

 

Sumber:

https://lingkarpena.id/tiga-rumah-warga-di-purabaya-sukabumi-tertimpa-longsor/

 

 

 

 

  • Masyarakat di sekitar lokasi harap waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran
  • Evakuasi dan pembersihan material longsoran harap memperhatikan faktor cuaca dan potensi longsoran susulan
  • Pemotongan tebing dan perkuatannya harap memperhatikan kaidah geologi teknik/geoteknik.
  • Retakan yang ditemukan di sekitar tebing yang longsor agar segera segera ditutup dengan tanah liat/lempung/material kedap dan dipadatkan
  • Penataan air limpasan agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.
  • Perlu dilakukan bioengineering pada bukit yang terjal dan rawan longsor

6

Jalur Lintas Pusuk KLU-Lobar, daerah Pusuk Pass, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi NTB

 

Koordinat perkiraan:

8°27'54.25"S, 116° 5'0.07"E

 

Koordinat belum terverifikasi

Sabtu, 27/11/2021

(05.00 WITA)

  • Kemiringan lereng yang curam
  • Lereng tersusun oleh batuan breksi dan lava
  • Kondisi tanah pelapukan yang poros dan mudah meluruh
    • Dipicu oleh curah hujan tinggi

Material longsor sempat menutupi jalan dan mengakibatkan kemacetan panjang baik dari arah gunung sari menuju pemenang maupun pemenang menuju arah gunung sari.

 

 

Sumber:

https://humas.polri.go.id/2021/11/27/kembali-longsor-matrial-berupa-batu-dan-lumpur-menutupi-jalan-pusuk-pass/

 

 

 

 

  • Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah dan para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya,
  • Pembersihan material longsoran agar dihentikan sementara saat terjadi hujan untuk mengantisipasi longsor susulan,
  • Para pengendara agar mengutamakan lewat jalan lain dan tidak memaksakan untuk lewat jalan terdampak,
  • Tidak memarkir kendaraan dan berhenti di bawah lereng terjal pada saat dan setelah hujan,
  • Hindari konsenterasi masyarakat agart tidak berkumpul atau menonton kejadian tersebut,
  • Membangun perkuatan lereng, pelandaian atau membuat sengkedan pada lereng terjal untuk meningkatkan kestabilan lereng,
  • Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya,
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya.


Hari ini, Minggu 28 November 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut:

 

Warna

Keterangan

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah menengah 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah tinggi 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah rendah