Laporan Kebencanaan Geologi, 27 November 2021

esdm_kecil

Hari ini, Sabtu 27 November 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut:

1. GUNUNG API

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

SIAGA

  • Gunung jelas, asap kawah tidak teramati.
  • Guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.500 meter ke arah barat daya.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah, guguran dan pertumbuhan kubah lava.

- 173 kali gempa Guguran

- 7 kali gempa Hembusan

- 10 kali gempa Fase banyak

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.
  • Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

2

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

  • Asap putih dan kelabu dengan intensitas tipis-tebal tinggi sekitar 100-1000 meter dari puncak.
  • Letusan disertai gemuruh lemah, teramati sinar api.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, hembusan asap kawah, dan   getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 22 kali gempa Letusan/Erupsi

- 131 kali gempa Hembusan

- 2 kali Tremor Harmonik

- 51 kali Tremor Non-Harmonik

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5 – 1 mm (dominan 0,5 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.
  • Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

3

Sinabung

(Sumatera Utara)

  • Asap putih tipis-tebal tinggi 100-400 meter dari puncak

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan pertumbuhan kubah lava.

- 1 kali gempa Guguran

- 1 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Lokal

- 6 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

4

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

  • Asap kawah nihil.

 

-  Tidak terekam kegempaan

 

  • Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

5

Karangetang

(Sulawesi Utara)

  • Asap kawah utama putih tebal tinggi sekitar 25 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0,25 mm (dominan 0,25 mm)

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

6

Semeru

(Jawa Timur)

  • Asap kawah utama kelabu sedang tinggi sekitar 500 meter dari puncak.

Gempa vulkanik yang berkaitan denga letusan dan hembusan asap kawah

- 73 kali gempa Letusan/Erupsi

- 3 kali gempa Hembusan

  • Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak G. Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru.

7

Anak Krakatau

(Lampung)

  • Asap putih tipis-sedang tinggi 25-meter dari puncak.

Gempa vulkanik dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 9 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Low Frequency

- Tremor Menerus, amplitudo 1-7 mm (dominan 4 mm)

  • Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

8

Dukono

(Maluku Utara

  • Asap kawah nihil.

Gempa Vulkanik dan Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-2 mm (dominan 1 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

9

Ibu

(Maluku Utara)

  • Asap kawah utama putih dan kelabu tipis-tebal, tinggi 200-800 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan dan hembusan asap kawah.

- 82 kali gempa Letusan/Erupsi

- 77 kali gempa Guguran

- 53 kali gempa Hembusan

- 15 kali gempa Tremor

Harmonik

  • Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

10

Gamalama

(Maluku Utara

  • Gunungapi tertutup kabut, asap kawah tidak teramati.

 

Gempa vulkanik yang disertai laharan

- 2 kali gempa Low Frequency

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 15 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

11

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

  • Asap kawah putih tipis dengan tinggi 150-200 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah

- 127 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

12

Bromo

(Jawa Timur)

  • Asap putih tipis-sedang tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0,5 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

13

Soputan

(Sulawesi Utara)

  • Gunungapi tertutup kabut, asap kawah tidak teramati.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan guguran dan hembusan asap kawah

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)

 

2. GERAKAN TANAH

 

No

Lokasi Gerakan Tanah

Waktu Kejadian

Faktor Penyebab

Dampak

Rekomendasi

1

Jalan pintas di Banjar Badingkayu, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali

 

Koordinat perkiraan:

114.915198, -8.425934

Koordinat belum terverifikasi

Rabu, 24/11/2021 pukul 20.00 WITA

l  Kemiringan lereng yang curam

l  Lereng tersusun oleh batuan gunungapi Jembrana

l  Kondisi tanah pelapukan yang poros dan mudah meluruh

l  Dipicu oleh curah hujan tinggi

  • Akses jalan menuju Desa Pengeragoan terputus

 

Sumber :

https://bali.tribunnews.com/2021/11/25/akibat-guyuran-hujan-deras-longsor-terjadi-di-badingkayu-dan-tutup-akses-jalan

 

https://www.balipuspanews.com/tebing-longsor-tutup-jalan-pintas-banjar-bading-kayu.html

l  Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah dan para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya atau lewat jalur lainnya yang tidak rawan longsor,

l  Proses pembersihan material longsoran agar mengutamakan keselamatan, kegiatan agar dihentikan sementara saat terjadi hujan deras untuk mengantisipasi longsor susulan,

l  Tidak memarkir kendaraan atau berhenti di bawah lereng terjal terutama saat hujan deras turun dan sesaat setelahnya,

l  Hindari konsenterasi masyarakat agar tidak berkumpul atau menonton diarea longsoran,

l  Membangun perkuatan lereng, pelandaian atau membuat sengkedan pada lereng terjal untuk meningkatkan kestabilan lereng,

l  Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya,

l  Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah,

2

Jalan alternatif Sumedang – Majalengka, Dusun Cimungkal, Desa Cimungkal, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat

 

Koordinat perkiraan:

108.151194, -6.992698

 

Koordinat belum terverifikasi

Kamis, 25/11/2021 (17.30 WIB)

l  Kemiringan lereng yang curam,

l  Lereng tersusun oleh breksi gunungapi dan endapan lahar.

l  Kondisi tanah pelapukan yang poros dan mudah meluruh

l  Dipicu oleh curah hujan yang tinggi

 

 

  • Ruas jalan tertutup total sepanjang 10 meter

 

Sumber :

https://jabar.tribunnews.com/2021/11/26/diterjang-longsor-akses-jalan-alternatif-penghubung-sumedang-majalengka-terputus?_ga=2.86939096.1550789132.1637909993-1349363201.1630919145

 

l  Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah dan para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan atau lewat jalur lainnya yang tidak rawan longsor,

l  Proses pembersihan material longsoran agar mengutamakan keselamatan, kegiatan agar dihentikan sementara saat terjadi hujan deras untuk mengantisipasi longsor susulan,

l  Tidak memarkir kendaraan atau berhenti di bawah lereng terjal terutama saat hujan deras turun dan sesaat setelahnya,

l  Hindari konsenterasi masyarakat agar tidak berkumpul atau menonton diarea longsoran,

l  Membangun perkuatan lereng, pelandaian atau membuat sengkedan pada lereng terjal untuk meningkatkan kestabilan lereng,

l  Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya,

l  Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah,

2

Jalan antar dusun di Dusun Simpir Gunung, Desa Ngendrokilo, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

 

Koordinat perkiraan:

110.119822, -7.449257

 

 

Koordinat belum terverifikasi

Kamis, 25/11/2021 sore hari

l  Kemiringan lereng yang curam,

l  Lereng tersusun oleh Batuan Gunungapi Sumbing

l  Kondisi tanah pelapukan yang poros dan mudah meluruh

l  Dipicu oleh curah hujan yang tinggi

  • Akses jalan antara Dusun Simpir Gunung dan Dusun Krajan terputus

 

Sumber:

https://jateng.inews.id/berita/tebing-15-meter-longsor-akses-jalan-simpir-gunung-krajan-magelang-putus/all

 

l  Masyarakat di sekitar lokasi gerakan tanah dan para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor susulan terutama ketika turun hujan dan setelahnya atau atau lewat jalur lainnya yang tidak rawan longsor,

l  Proses pembersihan material longsoran agar mengutamakan keselamatan, kegiatan agar dihentikan sementara saat terjadi hujan deras untuk mengantisipasi longsor susulan,

l  Tidak memarkir kendaraan atau berhenti di bawah lereng terjal terutama saat hujan deras turun dan sesaat setelahnya,

l  Hindari konsenterasi masyarakat agar tidak berkumpul atau menonton diarea longsoran,

l  Membangun perkuatan lereng, pelandaian atau membuat sengkedan pada lereng terjal untuk meningkatkan kestabilan lereng,

l  Melestarikan vegetasi kuat dan berakar dalam pada lereng terjal dan di sekitar kaki lereng untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kestabilan lerengnya,

l  Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang rambu-rambu untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah,

 

Warna

Keteranhan

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah rendah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah menengah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah tinggi

 

3. GEMPA BUMI

 

No.

Waktu

Lokasi Gempa Bumi

Parameter

Gempa Bumi

Penyebab

Dampak

Gempa Bumi

Rekomendasi

1.

26/11/2021

00:10:30 WIB

Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung

Episenter: 5,36 LS dan 104,51 BT; 23 km baratlaut Tanggamus; magnitudo M2,6; kedalaman 8 km

Sesar Aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan, guncangan skala II MMI di Tanggamus dan Semangka, serta III MMI di Ulu Belu yang secara umum tersusun oleh batuan rombakan gunungapi berumur Kwarter. Wilayah-wilayah tersebut terletak pada KRB gempa bumi tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
    • Bangunan di Kabupaten Tanggamus dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

 

Keterangan Singkatan : KRB (Kawasan Rawan Bencana)

 

Keterangan warna

 

KRB Gempa Bumi Tinggi

 

KRB Gempa Bumi Menengah

 

KRB Gempa Bumi Rendah

 

KRB Gempa Bumi Sangat Rendah

 

 

 

Warna

Keteranhan

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah rendah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah menengah

 

Lokasi kejadian pada zona kerentanan gerakan tanah tinggi