Laporan Kebencanaan Geologi, 26 November 2021

esdm_kecil

Hari ini, Jumat 26 November 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut:

 

1. GUNUNG API

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

SIAGA

  • Gunung jelas, asap kawah tidak teramati.
  • Guguran lava pijar dengan jarak luncur 2.000 meter ke arah baratdaya.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah, guguran dan pertumbuhan kubah lava.

- 110 kali gempa Guguran

- 16 kali gempa Hembusan

- 6 kali gempa Fase banyak

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.
  • Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

2

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

  • Asap putih dan kelabu dengan intensitas tipis-tebal tinggi sekitar 100-800 meter dari puncak.
  • Letusan disertai gemuruh lemah, teramati sinar api.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, hembusan asap kawah, dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 29 kali gempa Letusan/Erupsi

- 124 kali gempa Hembusan

- 24 kali Tremor Non-Harmonik

- 1 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5 – 3 mm (dominan 1 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.
  • Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

3

Sinabung

(Sumatera Utara)

  • Asap putih tipis tinggi 50-300 meter dari puncak

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan pertumbuhan kubah lava.

- 8 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali gempa Getaran Banjir

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

4

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

  • Asap putih tipis tinggi 20-50 meter dari puncak.

 

-  Tidak terekam kegempaan

 

  • Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

5

Karangetang

(Sulawesi Utara)

  • Asap kawah utama putih tebal tinggi sekitar 25 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 2 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0,25 mm (dominan 0,25 mm)

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

6

Semeru

(Jawa Timur)

  • Asap kawah utama kelabu tebal tinggi sekitar 100-500 meter dari puncak.
  • Letusan asap kelabu ke arah barat, suara gemuruh, guguran lava pijar 300 meter ke arah Besuk Kobokan.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan denga letusan dan hembusan asap kawah

- 79 kali gempa Letusan/Erupsi

- 6 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Getaran Banjir

  • Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak G. Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru.

7

Anak Krakatau

(Lampung)

  • Asap putih tipis tipis tinggi 25-100 meter dari puncak.

Gempa vulkanik dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 35 kali gempa Hembusan

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-8 mm (dominan 1 mm)

  • Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

8

Dukono

(Maluku Utara

  • Asap putih tipis tipis tinggi 50-100 meter dari puncak.

Gempa Vulkanik dan Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-2 mm (dominan 1 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

9

Ibu

(Maluku Utara)

  • Asap kawah utama putih dan kelabu tipis-tebal, tinggi 200-800 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan dan hembusan asap kawah.

- 87 kali gempa Letusan/Erupsi

- 50 kali gempa Guguran

- 40 kali gempa Hembusan

- 19 kali gempa Tremor

Harmonik

  • Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

10

Gamalama

(Maluku Utara

  • Asap kawah putih tipis-sedang dengan tinggi 10 - 50 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang disertai laharan

- 2 kali gempa Tektonik Lokal

- 7 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

11

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

  • Asap kawah putih tipis dengan tinggi 100 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah

- 111 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Vulkanik Dangkal

  • Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

12

Bromo

(Jawa Timur)

  • Asap putih tipis-sedang tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 1 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

13

Soputan

(Sulawesi Utara)

  • Gunungapi tertutup kabut, asap kawah tidak teramati.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan guguran dan hembusan asap kawah

- 19 kali gempa Guguran

- 1 kali Gempa Hembusan

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)

 

 

2. GEMPA BUMI

 

No.

Waktu

Lokasi Gempa Bumi

Parameter

Gempa Bumi

Penyebab

Dampak

Gempa Bumi

Rekomendasi

1.

25/11/2021

00:10:30 WIB

Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah

Episenter: 7,30 LS dan 110,41 BT; 10 km baratlaut Salatiga; magnitudo M2,8; kedalaman 11 km

Sesar Aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan, guncangan skala II MMI di Banyubiru, Ambrawa, Temenggungan, Pojoksari, Brongkol, Kalipawon, Tegalrejo, Jambu, Losari, Gondorio, Semilir, Garung, dan Bejalen yang secara umum tersusun oleh batuan gunungapi berumur Kwarter dan endapan permukaan (Aluvium) di sekitar Danau Rawapening. Wilayah-wilayah tersebut dominan terletak pada KRB gempa bumi rendah hingga menengah.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
    • Bangunan di Kabupaten Semarang dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

2.

25/11/2021

11:04:39 WIB

Perairan Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Episenter: 8,32 LS dan 116,04 BT; 13 km baratlaut Lombok Utara; magnitudo M3,6; kedalaman 11 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan, guncangan skala II-III MMI di Lombok Utara yang dominan

tersusun oleh batuan rombakan gunungapi berumur Kuarter hingga Tersier. Wilayah Kabupaten Lombok Utara dominan terletak pada KRB gempa bumi menengah.

 

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan di Kabupaten Lombok Utara harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

Keterangan Singkatan : KRB (Kawasan Rawan Bencana)

 

Keterangan warna

 

KRB Gempa Bumi Tinggi

 

KRB Gempa Bumi Menengah

 

KRB Gempa Bumi Rendah

 

KRB Gempa Bumi Sangat Rendah

 

3. GERAKAN TANAH

 

No

Lokasi Gerakan Tanah

Waktu Kejadian

Faktor Penyebab

Dampak

Rekomendasi

1

Sungai Ayung, Banjar Begawan, Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali

Ket:

Koordinat longsor tidak ada/ belum terverifikasi

 

Kamis, 25/11/2021

sore hari

l  Kondisi batuannya tersusun Endapan Tufa Lahar Buyan, Beratan dan Batur (batuan hasil endapan gunung api)

l  Kemiringan lereng yang curam

l  Tebing tanpa perkuatan lereng

l  Longsor dipicu oleh curah hujan yang tinggi.

l  2 orang meninggal, 1 orang hilang, 3 orang luka-luka

l  Tebing 100 m longsor

 

sumber

https://news.detik.com/berita/d-5827797/6-wisatawan-jadi-korban-tanah-longsor-di-sungai-gianyar-2-tewas-1-hilang

l  Wisatawan dan masyarakar disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran

l  Sebaiknya tidak berteduh atau beraktivitas dibawah tebing terjal atau diseketitar sungai ketika hujan lebat,

l  Pemotongan tebing dan perkuatannya harap memperhatikan kaidah geologi teknik/geoteknik

l  Penataan air limpasan/ sistem drainase agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

l  Perlu dilakukan bioengineering pada bukit yang terjal dan rawan longsor

 

Warna kuning menunjukan lokasi berada pada zona kerentanan gerakan tanah menengah