Laporan Kebencanaan Geologi, 22 November 2021

esdm_kecil

Hari ini, Senin 22 November 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut:

 

1. GUNUNG API

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

SIAGA

  • Asap putih sedang-tebal tinggi 20-50 meter dari puncak.
  • Guguran lava pijar dengan jarak luncur 2000 meter ke arah baratdaya.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah, guguran dan pertumbuhan kubah lava.

 

- 138 kali gempa Guguran

- 13 kali gempa Hembusan

 

  • Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.
  • Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

2

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

  • Asap putih dan kelabu dengan intensitas tipis-tebal tinggi sekitar 50-1000 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, hembusan asap kawah, dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

 

- 17 kali gempa Letusan/Erupsi

- 122 kali gempa Hembusan

- 26 kali gempa Harmonik

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5 – 12.4 mm (dominan 5 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.
  • Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

3

Sinabung

(Sumatera Utara)

  • Asap putih tipis tinggi 50-100 meter dari puncak

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan pertumbuhan kubah lava.

 

- 1 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Low Frequency

- 6 kali gempa Fase Banyak

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

 

4

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

  • Gunungapi jelas, asap kawah tidak teramati.

 

-  Tidak terekam kegempaan

 

  • Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

5

Karangetang

(Sulawesi Utara)

  • Asap kawah utama putih tebal tinggi sekitar 100 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 4 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0,25 mm (dominan 0,25 mm)

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

6

Semeru

(Jawa Timur)

  • Gunungapi jelas, asap kawah tidak teramati.
  • Termatai letusan asap dengan tinggi 500 meter

Gempa vulkanik yang berkaitan denga letusan dan hembusan asap kawah

 

- 59 kali gempa Letusan/Erupsi

- 5 kali gempa Hembusan

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali Getaran Banjir

  • Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak G. Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru.

7

Anak Krakatau

(Lampung)

  • Asap putih tipis tebal tinggi 25-100 meter dari puncak.

Gempa vulkanik dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 8 kali gempa Hembusan

- 10 kali gempa Low Frequency

- 2 kali gempa Fase Banyak

- 9 kali gempa Vulkanik Dangkal

- Tremor Menerus, amplitudo 1-12 mm (dominan 2 mm)

  • Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

8

Dukono

(Maluku Utara

  • Asap kawah dengan tinggi 100 – 200 m ke arah Barat dan Barat Daya berwarna putih tebal

Gempa Vulkanik dan Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-4 mm (dominan 1 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

9

Ibu

(Maluku Utara)

  • Asap kawah utama putih dan kelabu tipis-tebal, tinggi 200-800 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan dan hembusan asap kawah.

- 63 kali gempa Letusan/Erupsi

- 84 kali gempa Guguran

- 27 kali gempa Hembusan

- 124 kali gempa Tremor

Harmonik

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

10

Gamalama

(Maluku Utara

  • Asap kawah tidak teramati.

 

Gempa vulkanik yang disertai laharan

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali gempa Getaran Banjir

  • Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

11

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

  • Asap kawah putih tipis-sedang dengan tinggi 50-150 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah

- 153 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 3 kali gempa Vulkanik Dalam

  • Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

12

Bromo

(Jawa Timur)

  • Asap putih tipis tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

13

Soputan

(Sulawesi Utara)

  • Asap kawah putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 100 meter dari puncak.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan guguran dan hembusan asap kawah

- 15 kali gempa Guguran

- 3 kali gempa Hembusan

- 6 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)


 

 

2. GEMPA BUMI


No.

Waktu

Lokasi Gempa Bumi

Parameter

Gempa Bumi

Penyebab

Dampak

Gempa Bumi

Rekomendasi

1.

21/11/2021

04:02:39 WIB

Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur

Episenter : 8,21 LS dan 112,33 BT; 21,9 km tenggara kota Blitar; magnitudo (M3,3); kedalaman 10 km

Sesar aktif

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan, guncangan skala II MMI di Kab. Blitar yang

tersusun oleh endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier. Wilayah Kabupaten Blitar dominan terletak pada KRB gempa bumi menengah.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
    • Bangunan di Kabupaten Blitar harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

Keterangan Singkatan : KRB (Kawasan Rawan Bencana)

 Keterangan warna :

 

KRB Gempa Bumi Tinggi

 

KRB Gempa Bumi Menengah

 

KRB Gempa Bumi Rendah

 

KRB Gempa Bumi Sangat Rendah