Laporan Kebencanaan Geologi, 19 November 2021

esdm_kecil

Hari ini, Jumat 19 November 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut:

 

1. GUNUNG API

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

 

SIAGA

  • Asap putih sedang-tebal tinggi 20-100 meter dari puncak.
  • Guguran lava pijar dengan jarak luncur 1200 meter ke arah baratdaya.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah, guguran dan   pertumbuhan kubah lava.

 

- 133 kali gempa Guguran

- 35 kali gempa Hembusan

- 13 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.
  • Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

2

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

  • Asap putih dan kelabu dengan intensitas tipis-tebal tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, hembusan asap kawah, dan   getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

 

- 21 kali gempa Letusan/Erupsi

- 120 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Harmonik

- 27 kali gempa Tremor Non-Harmonik

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5 – 15 mm (dominan 8 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.
  • Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

3

Sinabung

(Sumatera Utara)

 

  • Asap putih tipis tinggi 50-300 meter dari puncak

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan pertumbuhan kubah lava.

 

- 3 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Low Frequency

- 2 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 9 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

 

4

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

 

WASPADA

  • Gunungapi jelas, asap kawah tidak teramati.

 

-  Tidak terekam kegempaan

 

  • Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

5

Karangetang

(Sulawesi Utara)

  • Asap kawah utama putih tebal tinggi sekitar 100 meter dari puncak.
  • Asap kawah 2 putih sedang tinggi 50 meter dari puncak.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 9 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0,25 mm (dominan 0,25 mm)

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

6

Semeru

(Jawa Timur)

  • Asap kawah dengan tinggi 200 - 700m kearah Utara berwarna putih kelabu

Gempa vulkanik yang berkaitan denga letusan dan hembusan asap kawah

 

- 75 kali gempa Letusan/Erupsi

- 5 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak G. Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru.

7

Anak Krakatau

(Lampung)

  • Asap putih tipis tebal tinggi 25-100 meter dari puncak.

Gempa vulkanik dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Low Frequency

- Tremor Menerus, amplitudo 1-15 mm (dominan 4 mm)

  • Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

8

Dukono

(Maluku Utara

  • asap kawah utama tidak teramati.

Gempa Vulkanik dan Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-2 mm (dominan 1 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

9

Ibu

(Maluku Utara)

  • Asap kawah utama putih dan kelabu tipis-tebal, tinggi 200-800 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan dan hembusan asap kawah.

- 58 kali gempa Letusan/Erupsi

- 40 kali gempa Guguran

- 24 kali gempa Hembusan

- 16 kali gempa Tremor Harmonik

  • Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

10

Gamalama

(Maluku Utara

  • asap kawah utama tidak teramati

Gempa vulkanik yang disertai laharan

- 2 kali gempa Tektonik Lokal

- 12 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali gempa Getaran Banjir

  • Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

11

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

  • Asap kawah tidak teramati

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah

- 158 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

12

Bromo

(Jawa Timur)

  • Asap putih tipis tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

13

Soputan

(Sulawesi Utara)

 

  • Asap kawah putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 20 meter dari puncak.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan guguran dan hembusan asap kawah

- 10 kali gempa Guguran

- 2 kali gempa Hembusan

- 4 kali gempa Harmonik

- 6 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

 

Keterangan warna:

 

LEVEL III (Siaga)

 

LEVEL II (Waspada)


 

2. GERAKAN TANAH


No

Lokasi Gerakan Tanah

Waktu Kejadian

Faktor Penyebab

Dampak

Rekomendasi

1

Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo

 

Ket:

Koordinat longsor tidak ada/ belum terverifikasi

Kamis

18/11/2021

  • Batuan berupa breksi vulkanik yang tanah pelapukannya mudah longsor jika hujan deras
  • Kemiringan tebing yang terjal
  • Tebing tanpa perkuatan
  • Curah hujan tinggi sebagai pemicu

 

  • Satu rumah rusak/jebol terkena longsor

 

https://regional.kompas.com/read/2021/11/18/191452278/tanah-longsor-di-ponorogo-terjang-rumah-tukijo-hingga-jebol?page=all

  • Masyarakat terdampak longsor mengungsi ke lokasi yang lebih aman
  • masyarakar disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran
  • Pemotongan tebing dan perkuatannya harap memperhatikan kaidah geologi teknik/geoteknik
  • Penataan air limpasan agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

2

Kampung Buni Pasir, RT 03/RW 06 Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur

 

Ket:

Koordinat longsor tidak ada/ belum terverifikasi

Rabu 17/11/2021

  • Batuan berupa endapan vulknaik G. Gede
  • Tanah pelapukan yang tebal
  • Kemiringan lereng yang curam
  • Sistem drainase lereng yang kurang baik

 

  • Tebing setinggi 15 m dan lebar 10 m longsor
    • Longsor menimpa ribuan hektar persawahan dan perkebunan warga

 

sumber

https://cianjurtoday.com/tebing-longsor-di-cugenang-ribuan-hektar-sawah-terancam-gagal-panen/

  • Tata guna lahan yang kurang tepat daerah berlereng terjal dengan penggunaan lahan persawahan
  • Masyarakar disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan
  • Penataan air limpasan/ sistem drainase agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.
  • Perlu dilakukan bioengineering pada bukit yang terjal dan rawan longsor

 

 

3

Bekas Pabrik Batu Apu Panendjoan, Desa Tagog Apu, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat

Ket:

Koordinat longsor tidak ada/ belum terverifikasi

Kamis

18/11/2021

  • Batuan berupa batugamping
  • Kemiringan lereng yang curam
  • Tebing tanpa perkuatan
  • Sistem drainase lereng yang kurang baik
  • Dipicu curah hujan tinggi

 

 

  • Tebing longsor
  • Bekas bangunan pabrik jebol

 

sumber

https://jabarekspres.com/berita/2021/11/18/hujan-deras-mengakibatkan-longsor-di-bekas-pabrik-batu-apu-padalarang/

  • Masyarakat disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran
  • Penataan air limpasan agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.
  • Perlu dilakukan bioengineering pada bukit yang terjal dan rawan longsor
  • Tebing tanpa perkuatan lereng

 

4

Kp Cisupan, Desa Janggala, Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

 

 

Ket:

Koordinat longsor tidak ada/ belum terverifikasi


Kamis

18/11/2021

  • Batuan berupa batupasir dan batulanau
  • Tanah pelapukan tebal
  • Kemiringan lereng yang terjal
  • Dipicu curah hujan tinggi

 

  • Retakan 20-40 cm pada lahan
  • Mengancam 6 rumah

 

https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5816611/longsor-pergerakan-tanah-ancam-sejumlah-rumah-di-tasikmalaya

  • Segera menutup retakan pada lahan dan mengalihkan air agar tidak masuk ke dalam retakan
  • Masyarakar disekitar harap waspada terhadap potensi longsor dan memantau perkembangan retakan.
  • Warga yang rumahnya rusak berat sebaiknya mengungsi dahulu
  • Penataan air limpasan agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.
  • Perlu dilakukan bioengineering pada bukit yang terjal dan rawan longsor

 

5

Desa Ngasem, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur

 

Ket:

Koordinat longsor tidak ada/ belum terverifikasi

Kamis

18/11/2021

  • Batuan berupa endapan vulkanik muda
  • Tanah pelapukan tebal
  • Kemiringan lereng yang terjal
  • Dipicu curah hujan tinggi

 

  • Longsor menutup jalan Desa Ngasem ke Jalur lingkar barat

 

https://jatim.tribunnews.com/2021/11/18/tanah-longsor-di-ngajum-malang-tutup-jalan-penghubung-antardesa-akses-warga-dialihkan

  • Pembersihan material longsor agar memperhatikan cuaca
  • Pengguna jalan dan masyarakar disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran
  • Pemotongan tebing dan perkuatannya harap memperhatikan kaidah geologi teknik/geoteknik
  • Penataan air limpasan agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

 

Keterangan; Warna menunjukan lokasi desa berada pada Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (hijau; rendah, kuning; menengah, merah; tinggi) namun lokasi detil koordinat belum ada atau belum terverifikasi