Laporan Kebencanaan Geologi, 18 November 2021

esdm_kecil

Hari ini, Kamis 18 November 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut:

 

1. GUNUNG API

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

SIAGA

  • Asap putih sedang-tebal tinggi 20-450 meter dari puncak.
  • Guguran lava pijar dengan jarak luncur 2000 meter ke arah baratdaya.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah, guguran dan   pertumbuhan kubah lava.

 

- 167 kali gempa Guguran

- 34 kali gempa Hembusan

- 12 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

  • Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.
  • Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

2

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

  • Asap putih dan kelabu dengan intensitas tipis-tebal tinggi sekitar 50-600 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, hembusan asap kawah, dan   getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

 

- 15 kali gempa Letusan/Erupsi

- 109 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Harmonik

- 36 kali gempa Tremor Non-Harmonik

- 1 kali gempa Tornilo

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 3 kali gempa Tektonik Lokal

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5 – 22.5mm (dominan 13 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.
  • Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

3

Sinabung

(Sumatera Utara)

  • Asap putih tipis tinggi 50-100 meter dari puncak

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan pertumbuhan kubah lava.

 

- 3 kali gempa Low Frequency

- 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

 

4

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

  • Gunungapi jelas, asap kawah tidak teramati.

 

-  Tidak terekam kegempaan

 

  • Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

5

Karangetang

(Sulawesi Utara)

  • Asap kawah utama putih tebal tinggi sekitar 100 meter dari puncak.
  • Asap kawah 2 putih sedang tinggi 50 meter dari puncak.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

 

- 9 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0,25 mm (dominan 0,25 mm)

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

6

Semeru

(Jawa Timur)

  • Asap kawah dengan tinggi 200 - 500m kearah Utara dan Timur berwarna putih kelabu

Gempa vulkanik yang berkaitan denga letusan dan hembusan asap kawah

 

- 71 kali gempa Letusan/Erupsi

- 3 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Harmonik

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak G. Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru.

7

Anak Krakatau

(Lampung)

  • Asap putih tipis tebal tinggi 25-100 meter dari puncak.

Gempa vulkanik dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1 kali gempa Hembusan

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-5 mm (dominan 2 mm)

  • Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

8

Dukono

(Maluku Utara

  • asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak.

Gempa Vulkanik dan Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-4 mm (dominan 2 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

9

Ibu

(Maluku Utara)

  • Asap kawah utama putih dan kelabu tipis-tebal, tinggi 200-800 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan dan hembusan asapa kawah.

 

- 60 kali gempa Letusan/Erupsi

- 78 kali gempa Guguran

- 10 kali gempa Hembusan

- 69 kali gempa Tremor Harmonik

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

10

Gamalama

(Maluku Utara

  • asap kawah utama tidak teramati

Gempa vulkanik yang disertai laharan

- 2 kali gempa Tektonik Lokal

- 12 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali gempa Getaram Banjir

  • Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

11

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

  • Asap kawah tidak teramati

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah

 

- 178 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

12

Bromo

(Jawa Timur)

  • Asap putih tipis tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma

- 2 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

13

Soputan

(Sulawesi Utara)

  • Asap kawah tidak teramati.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan guguran dan hembusan asap kawah

- 5 kali gempa Guguran

- 6 kali gempa Harmonik

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

 

2. GEMPA BUMI

Pada tanggal 17 November 2021 terjadi gempa bumi yang dirasakan, yaitu :

No.

Waktu

Lokasi Gempa Bumi

Parameter

Gempa Bumi

Penyebab

Dampak

Gempa Bumi

Rekomendasi

1.

17/11/2021

10:30:34 WIB

Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu

Episenter : 3,46 LS dan 101,61 BT, 66,8 km barat kota Argamakmur, magnitudo (M5,0), kedalaman 22 km

Zona interface

Tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan, guncangan skala III MMI di Kab. Bengkulu Utara yang

tersusun oleh endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier. Wilayah Kabupaten Bengkulu Utara dominan terletak pada KRB gempa bumi tinggi.

  • Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.
    • Bangunan di Kabupaten Bengkulu Utara harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

 

3. GERAKAN TANAH

No

Lokasi Gerakan Tanah

Waktu Kejadian

Faktor Penyebab

Dampak

Rekomendasi

1

Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah


Rabu 17/11/2021

l  Batuannya tersusun oleh produk Gunung Slamet

l  Kemiringan lereng yang terjal

l  Tebing tanpa perkuatan

l  Sistem drainase lereng yang kurang baik

 

l  Tebing setinggi 30 m longsor

l  Pengendara luka-luka terkena material longsor

 

https://regional.kompas.com/read/2021/11/18/055635778/tebing-di-banyumas-mendadak-longsor-dan-timpa-pengguna-jalan

 

l  Pengguna jalan/ masyarakar disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran

l  Diberlakukan buka tutup jalan untuk antisipasi longsor susulan

l  Pemotongan tebing dan perkuatannya harap memperhatikan kaidah geologi teknik/geoteknik

l  Penataan air limpasan agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

l  Perlu dilakukan bioengineering pada bukit yang terjal dan rawan longsor

2

Sungai Siwaluh, Kampung Gerdurejo, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar Kota, Karanganyar, Jawa Tengah


Ket:

Koordinat longsor tidak ada/ belum terverifikasi

Rabu 17/11/2021

l  Batuannya endapan pasir kerikil, kerakal (endapan kuarter)

l  Erosi sungai dan gangguan pada kaki tebing sungai pada saat perbaikan

l  Kemiringan lereng yang curam

l  Sistem drainase lereng yang kurang baik

 

l  Talud sungai setinggi 13 m ambrol

l  1 orang pekerja meninggal

 

sumber

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5815593/pekerja-tertimbun-talut-longsor-di-karanganyar-ditemukan-tewas

l  Pekerjaan talud harap memperhatikan erosi sungai pada kaki tebing dan gangguan pada kaki tebing

l  Masyarakar disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau retakan.

l  Penataan air limpasan/ sistem drainase agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

l  Pembuatan atau penataan talud agar memperhatikan fktor cuaca dan mengikuti kaidah keteknisan

3

Dusun Belang Desa Salamwates, Kecamatan Dongko, Kab. Trenggalek, JAWA TIMUR


Ket:

Koordinat longsor tidak ada/ belum terverifikasi

 

Rabu 17/11/2021

l  Batuannya breksi andesit. Pelapukan breksi andesit mudah longsor pada saat hujan deras

l  Kemiringan lereng yang curam

l  Tebing tanpa perkuatan

l  Sistem drainase lereng yang kurang baik

 

l  Tebing setinggi 10 m longsor menimbun jalan dan menyebabkan dinding rumah ambrol

 

sumber

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5816270/tebing-setinggi-7-10-meter-longsor-terjang-rumah-hingga-tutup-akses-jalan

l  Pengguna jalan/ masyarakar disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran

l  Warga yang rumahnya rusak agar mengungsi dan waspada longsor susulan

l  Diberlakukan buka tutup jalan untuk antisipasi longsor susulan

l  Pemotongan tebing dan perkuatannya harap memperhatikan kaidah geologi teknik/geoteknik

l  Penataan air limpasan agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

l  Perlu dilakukan bioengineering pada bukit yang terjal dan rawan longsor

3

Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah


Rabu 17/11/2021

l  Batuannya tersusun oleh produk Gunung Slamet

l  Kemiringan lereng yang terjal

l  Tebing tanpa perkuatan

l  Sistem drainase lereng yang kurang baik

 

l  Tebing setinggi 30 m longsor

l  Pengendara luka-luka terkena material longsor

 

https://regional.kompas.com/read/2021/11/18/055635778/tebing-di-banyumas-mendadak-longsor-dan-timpa-pengguna-jalan

 

l  Pengguna jalan/ masyarakar disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran

l  Diberlakukan buka tutup jalan untuk antisipasi longsor susulan

l  Pemotongan tebing dan perkuatannya harap memperhatikan kaidah geologi teknik/geoteknik

l  Penataan air limpasan agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

l  Perlu dilakukan bioengineering pada bukit yang terjal dan rawan longsor