Laporan Kebencanaan Geologi, 16 November 2021

esdm_kecil

Hari ini, Selasa 16 November 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut:

1. GUNUNG API

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

SIAGA

  • Asap putih sedang-tebal tinggi 50-500 meter dari puncak.
  • Guguran lava pijar dengan jarak luncur 2000 meter ke arah baratdaya.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah, guguran dan pertumbuhan kubah lava.

 

- 203 kali gempa Guguran

- 24 kali gempa Hembusan

- 47 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 2 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.
  • Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

2

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

  • Asap putih dan kelabu dengan intensitas tipis-tebal tinggi sekitar 100-500 meter dari puncak.
  • Letusan disertai suara gemuruh lemah, sinar api, dan teramati sinar api

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, hembusan asap kawah, dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

 

- 9 kali gempa Letusan/Erupsi

- 135 kali gempa Hembusan

- 30 kali gempa Tremor Non-Harmonik

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-32 mm (dominan 15 mm)

 

  • Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.
  • Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

3

Sinabung

(Sumatera Utara)

  • Asap putih tipis tinggi 100-500 meter dari puncak

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan pertumbuhan kubah lava.

 

- 1 kali gempa Hembusan

- 4 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 3 kali gempa Tektonik Lokal

- 7 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

 

4

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

  • Gunungapi jelas, asap kawah tidak teramati.

 

-  1 kali gempa Hembusan

 

  • Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

5

Karangetang

(Sulawesi Utara)

  • Asap kawah utama putih tebal tinggi sekitar 150 meter dari puncak.
  • Asap kawah 2 putih sedang tinggi 25 meter dari puncak.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

 

- 4 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0,25-1 mm (dominan 0,25 mm)

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

6

Semeru

(Jawa Timur)

  • Asap kawah tidak teramati

Gempa vulkanik yang berkaitan denga letusan dan hembusan asap kawah

 

- 75 kali gempa Letusan/Erupsi

- 1 kali gempa Guguran

- 9 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Harmonik

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

 

  • Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak G. Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru.

7

Anak Krakatau

(Lampung)

  • Asap putih tipis tebal tinggi 25-100 meter dari puncak.

Gempa vulkanik dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

 

- Tremor Menerus, amplitudo 1-6 mm (dominan 2 mm)

  • Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

8

Dukono

(Maluku Utara

  • Asap kawah tidadk teramati

Gempa Vulkanik dan Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

 

- 2 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-8 mm (dominan 2 mm)

 

  • Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

9

Ibu

(Maluku Utara)

  • Asap kawah utama putih dan kelabu tipis-tebal, tinggi 200-800 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan dan hembusan asapa kawah.

 

- 81 kali gempa Letusan/Erupsi

- 73 kali gempa Guguran

- 46 kali gempa Hembusan

- 21 kali gempa Tremor Harmonik

 

  • Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

10

Gamalama

(Maluku Utara

  • Asap kawah tidak teramati

Gempa vulkanik yang disertai laharan

 

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 7 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali gempa Getaran Banjir

 

  • Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

11

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

  • Asap putih tipis tinggi 200-300 meter dari puncak

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah

 

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- 1 kali gepa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

 

  • Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

12

Bromo

(Jawa Timur)

  • Asap putih tipis tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

 

  • Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

13

Soputan

(Sulawesi Utara)

  • Asap kawah tidak teramati.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan guguran dan hembusan asap kawah

- 7 kali gempa Guguran

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

 

  • Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.
2. GERAKAN TANAH

No

Lokasi Gerakan Tanah

Waktu Kejadian

Faktor Penyebab

Dampak

Rekomendasi

1

Kampung Cigadel, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor

 

Ket:

Koordinat longsor tidak ada/ belum terverifikasi

Kamis, 11/11/2021 dan sampai saat ini masih mengalami pergerakan

 

l  Batuannya tersusun oleh batulempung dan serpih sehingga mudah terjadi gerakan tanah

l  Gerakan tanah lama (2002) yang aktif kembali

l  Kemiringan lereng yang curam + 50◦

l  Sistem drainase lereng yang kurang baik

l  Gerakan tanah dipicu oleh curah hujan yang tinggi.

l  182 warga mengungsi

l  Panjang retakan 300m, lebar 15 cm

 

sumber

https://www.republika.co.id/berita/r2lyrv384/182-warga-sukawangi-terdampak-pergeseran-tanah

l  Desa Sukawangi sering terjadi Gerakan tanah sehingga masyarakar disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran

l  Warga yang rumahnya rusak agar mengungsi dan waspada longsor susulan

l  Penataan air limpasan/ sistem drainase agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

l  Perlu dilakukan bioengineering pada bukit yang terjal dan rawan longsor

1

RT 1/ RW1, Desa Winduaji, Kecamatan Kedung Banteng, Banyumas, JATENG

Ket:

Koordinat longsor tidak ada/ belum terverifikasi

 

Senin, 15/11/2021

Malam hari

l  Batuan tersusun oleh pelapukan produk gunungapi

l  Talud yang tidak sesuai kaidah keteknisan dan bagian bawah talud terkikis oleh drainase

l  Sistem drainase lereng yang kurang baik

 

l  Talud dengan tinggi 4 m, lebar 4 m longsor

l  Satu orang tertimpa

 

sumber

https://www.jpnn.com/news/talut-tiba-tiba-longsor-warga-banyumas-tertimbun

l  Pekerja atau pembersiahan saluran drainase agar waspada terhadap potensi longsoran tebing/talud

l  Penataan air limpasan/ sistem drainase agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

l  Pengontrolan erosi oleh alur atau aluran drainase

l  Pemotongan tebing dan perkuatannya harap memperhatikan kaidah geologi teknik/geoteknik