Laporan Kebencanaan Geologi, 15 November 2021

esdm_kecil

Hari ini, Senin 15 November 2021, Bencana Geologi yang terjadi sebagai berikut:

1. GUNUNGAPI

 

No.

Gunungapi

Status

Visual

Kegempaan

Rekomendasi

1

Merapi

(DIY dan Jawa Tengah)

SIAGA

  • Asap putih sedang-tebal tinggi 50-400 meter dari puncak.
  • Guguran lava pijar dengan jarak luncur 1500 – 2000 meter ke arah baratdaya.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah, guguran dan pertumbuhan kubah lava.

 

- 268 kali gempa Guguran

- 25 kali gempa Hembusan

- 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.
  • Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

2

Ili Lewotolok

(Nusa Tenggara Timur)

  • Asap putih dan kelabu dengan intensitas tipis-tebal tinggi sekitar 100-600 meter dari puncak.
  • Letusan disertai suara gemuruh lemah, sinar api, dan lontaran lava pijar 100 meter ke arah timur

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, hembusan asap kawah, dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

 

- 19 kali gempa Letusan/Erupsi

- 176 kali gempa Hembusan

- 55 kali gempa Tremor Non-Harmonik

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 2 kali gempa Tektonik Lokal

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok.
  • Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.

 

3

Sinabung

(Sumatera Utara)

  • Asap putih tipis tinggi 50-200 meter dari puncak

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan pertumbuhan kubah lava.

 

- 1 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Hybrid/Fase Banyak

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 5 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

 

4

Sirung

(Nusa Tenggara Timur)

WASPADA

  • Gunungapi jelas, asap kawah tidak teramati.

 

Tidak ada kegempaan.

 

  • Masyarakat di sekitar G. Sirung maupun pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak/kawah G. Sirung.

5

Karangetang

(Sulawesi Utara)

  • Asap kawah utama putih tebal tinggi sekitar 25 meter dari puncak.
  • Asap kawah 2 putih sedang tinggi 25 meter dari puncak.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

 

- 19 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Tektoni Lokal

- 11 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0,25 mm (dominan 0,25 mm)

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2,5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

 

6

Semeru

(Jawa Timur)

  • Asap putih kelabu sedang tinggi 300-600 meter dari puncak.

Gempa vulkanik yang berkaitan denga letusan dan hembusan asap kawah

 

- 86 kali gempa Letusan/Erupsi

- 10 kali gempa Hembusan

- 2 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak G. Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru.

7

Anak Krakatau

(Lampung)

  • Asap putih tipis tebal tinggi 25-100 meter dari puncak.

Gempa vulkanik dan getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

 

- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

- Tremor Menerus, amplitudo 1-6 mm (dominan 3 mm)

  • Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah

8

Dukono

(Maluku Utara

  • Asap kawah putih kelabu tebal tinggi 50-200 meter dari puncak

Gempa Vulkanik dan Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma.

 

- 1 kali gempa Vulkanik Dalam

- 1 kali gempa Tektonik Lokal

- 4 kali gempa Tektonik Jauh

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-4 mm (dominan 1 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km

9

Ibu

(Maluku Utara)

  • Asap kawah utama putih dan kelabu tipis-tebal, tinggi 200-800 meter dari puncak.

 

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan dan hembusan asapa kawah.

 

- 78 kali gempa Letusan/Erupsi

- 122 kali gempa Guguran

- 12 kali gempa Hembusan

- 126 kali gempa Tremor Harmonik

- 1 kali gempa Low Frequency

- 3 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

10

Gamalama

(Maluku Utara

  • Asap kawah tidak teramati

Gempa vulkanik yang disertai laharan

 

- 1 kali gempa Low Frequency

- 10 kali gempa Tektonik Jauh

- 1 kali gempa Getaran Banjir

 

  • Masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G. Gamalama.

11

Kerinci

(Jambi, Sumatera Barat)

  • Asap putih tipis tinggi 50-150 meter dari puncak

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan hembusan asap kawah

 

- 107 kali gempa Hembusan

 

  • Masyarakat disekitar Gunungapi Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak Gunungapi Kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas didalam radius bahaya/KRB III).

12

Bromo

(Jawa Timur)

  • Asap putih tipis tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak

Getaran menerus yang berkaitan dengan aktivitas magma

- Tremor Menerus, amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm)

  • Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan/ pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif G. Bromo.

 

13

Soputan

(Sulawesi Utara)

  • Gunung api tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan guguran dan hembusan asap kawah

- 5 kali gempa Guguran

- 1 kali gempa Hembusan

- 1 kali gempa Tektonik Jauh

  • Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 2,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

 

2. GERAKAN TANAH

 

No

Lokasi Gerakan Tanah

Waktu Kejadian

Faktor Penyebab

Dampak

Rekomendasi

1

Dusun Sumingkir Desa Bantarbarang RT 02 RW 08 Kecamatan Rembang, Purbalingga.

 

Ket:

Koordinat longsor tidak ada/ belum terverifikasi

 

Sabtu, 14/11/2021

Malam hari

l  Kondisi batuannya tersusun oleh breksi dan batulempung Formasi Halang dan Batupasir Formasi Tapak sehingga mudah longsor

l  Kemiringan lereng yang curam

l  Tebing tanpa perkuatan lereng

l  Sistem drainase lereng yang kurang baik

l  Longsor dipicu oleh curah hujan yang tinggi.

l  Satu rumah tertimbun kerugian mencapai 20 juta

 

sumber

https://lensapurbalingga.pikiran-rakyat.com/info-purbalingga/pr-213010111/hujan-deras-akibatkan-tanah-longsor-rumah-warga-desa-bantarbarang-purbalingga-rusak-parah

l  Masyarakar disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran

l  Warga yang rumahnya rusak agar mengungsi dan waspada longsor susulan

l  Pemotongan tebing dan perkuatannya harap memperhatikan kaidah geologi teknik/geoteknik

l  Penataan air limpasan/ sistem drainase agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

l  Perlu dilakukan bioengineering pada bukit yang terjal dan rawan longsor

1

Jalan Kolonel Masturi tepatnya di Kampung Karamat, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), JABAR.

Ket:

Koordinat longsor tidak ada/ belum terverifikasi

 

Sabtu, 14/11/2021

Malam hari

l  Kondisi batuannya tersusun oleh produk gunungapi dengan tanah pelapukan yang tebal

l  Kemiringan lereng yang curam

l  Tebing setinggi 20 m tanpa perkuatan lereng

l  Sistem drainase lereng yang kurang baik

l  Longsor dipicu oleh curah hujan yang tinggi.

l  Tebing setinggi 20 m longsor

l  Jalan tertutup material longsor

 

sumber

https://news.detik.com/foto-news/d-5811014/awas-waspada-longsor-susulan-di-jalan-kolonel-masturi-lembang/2

l  Pengguna jalan/ masyarakar disekitar harap waspada terhadap potensi longsor susulan dan memantau retakan, rembesan sebagai tanda awal longsoran

l  Diberlakukan buka tutup jalan untuk antisipasi longsor susulan

l  Pemotongan tebing dan perkuatannya harap memperhatikan kaidah geologi teknik/geoteknik

l  Penataan air limpasan/ sistem drainase agar tidak dialirkan tebing rawan longsor.

l  Perlu dilakukan bioengineering pada bukit yang terjal dan rawan longsor