Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Tanggal 24 April 2021

Talaud (240421)

Bersama ini, kami sampaikan analisis geologi kejadian gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, sebagai berikut:

1. Informasi gempa bumi

Kejadian gempa bumi terjadi pada hari Sabtu tanggal 24 April 2021 pukul 01:45:33 WIB. Menurut data BMKG, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 5,14°LU dan 126,50°BT dengan magnitudo (M5,0) pada kedalaman 38 km, berjarak sekitar 123 km barat laut Kota Melonguane (ibu kota Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara). Berdasarkan data The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 126,558° BT dan 5,190° LU, dengan magnitudo (M5,0) pada kedalaman 30,0 km.

 

2. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kepulauan Sangihe. Morfologinya berupa perbukitan, lembah dan dataran pantai. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter yang terdiri dari endapan pantai, endapan sungai dan batuan rombakan gunungapi muda yang sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

 

3. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi, kedalaman pusat gempa bumi, dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari USGS maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman ganda Punggungan Talaud Mayu dengan dengan mekanisme sesar naik (kedudukan N 178° E, dip 27°, rake 98°).

 

4.Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di daerah Melonguane dan Tahuna diperkirakan pada skala II MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

 

5. Rekomendasi

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang kekuatannya semakin mengecil.