G. Semeru - Sejarah Letusan

 

SEJARAH LETUSAN

Sejarah letusan G. Semeru tercatat mulai 1818, urutan kegiatan di bawah ini dikutip dari Data Dasar Gunungapi Indonesia dengan beberapa penambahan.

TAHUN

KEJADIAN

1818

8 Nopember

1829

Pebruari

1830

15-16 Desember

1832

18 April, Lava ?

1836

3-5 Agustus

1838

Juli, Agustus

1842

Januari-Maret

1844 - 1845

September 1844-Juli 1845

1848

Pebruari-4 Agustus

1851

Januari

1856

10 September

1857

13 Agustus-September

1860

April-Juni

1864

Juli, Lava ?

1867

April, Mei

1872

23 Oktober

1877

April? , September

1878

?

1884

11 Desember

1885

Januari, April, Juli, September. Leleran lava.

1886

Januari, April, Juli, Agustus

1887

Pebruari-Maret. Leleran lava 10 September-10 Oktober

1888

Pebruari, Maret, Mei, Oktober

1889

Leleran lava, Januari-Maret, Juni, Oktober, Desember

1890

Januari-Desember

1891

Pebruari-Mei. Leleran lava

1892

Maret-April

1893

Januari-Mei, September

1894

Pebruari

1895

22 Mei-10 Juli, 1 Oktober leleran lava, lahar. Tanah Garapan rusak

1896

Mei-Juni

!897

Januari. Leleran lava

1898

Pebruari. Leleran lava

1899

Januari, Maret Agustus, Desember

1900

29 Maret-11 April. Leleran lava

1901

29-30 Januari

1903

26 Maret-Juni

1904

2-16 Januari

1905

4 Agustus

1907

7-10 Januari

1908

Januari-Desember

1909

September-Desember. Awan panas. Tanah garapan rusak.

1910

Januari-Desember

1911

Januari, Pebruari ? Leleran lava ? Awan panas. Tanah garapan rusak. Nopember-Desember

1912

28 Agustus

1913

23 Juni

1941 - 1942

 

Letusan dalam celah radial. Leleran lava. 21 September 1941-Pebruari 1942. Letusan sampai di lereng sebelah timur pada ketinggian antara 1400 dan 1775m. Titik letusan sebanyak 6 tempat. Leleran lava masuk ke B. Semut dan menimbuni Pos Pengairan Bantengan. Aliran lava sepanjang 6,5km.

1945

12-18 Juni

1946

Awan panas. Tanah garapan rusak. Pebruari-Mei, Oktober-Desember. Pembentukan kubah (Adnawidjaja, 1947)

1947

Maret-Juni

1950

Juli, 23 Nopember-Desember, lava mengalir ke Besuk Sat dan guguran lava masuk ke Besuk Semut

1951

Nopember. Aliran lava masuk ke Besuk Semut

1952

Aliran lava masuk sampai ke Totogan Malang dan aliran lava ke Besuk Kobokan  sampai di Curah Lengkong

1953

Guguran vulkanik meningkat

1954

Nopember, aliran lava melalui Besuk Kobokan

1955 - 1957

Kegiatan terus berlangsung, 22 Pebruari dan 4 Mei 1957 aliran lava

1958

27 April terjadi aliran lava sepanjang 1 km melalui Kali Glidik, terjadi pula pembentukan kubah lava

1959

Mei

1960

April, Mei, Agustus

1961

Letusan tipe stromboli dengan tinggi abu lk 3000m di atas puncak (Sumopranoto, 1961, dalam Kusumadinata, 1979). Bahan letusan dilemparkan sampai Recopodo, hutan di sekitar hulu Besuk Sat dan Besuk Tompe terlewati. Aliran lava terjadi di Kali Glidik, Besuk Sat, Besuk Bang dan Besuk Kobokan.

1963

5 Mei mulai jam 14.10 terjadi awan panas dan aliran lava melanda Curah Lengkong, Kali Pancing dan Besuk Semut, awan panas mencapai 8 km dari kawah. Letusan berlangsung hingga akhir Juli.

1967

Letusan terjadi pada bulan September dan pembentukan kubah lava ditik letusan 1963 pinggir kawah selatan (hulu Kali Glidik, Besuk Bang dan Besuk Kobokan) mencapai ketinggian 3730m ( 54m di atas puncak Mahameru). Lahar terjadi di lembah kali Glidik, Besuk Kobokan dan Kali Rejali.

1968

Pertumbuhan kubah lava terus berlangsung. Banjir lahar membawa korban 3 orang penduduk Desa Sumber Wungkil.

1969

Pertumbuhan kubah lava terus berlangsung.

1972

Pertumbuhan kubah lava masih berlangsung terus mencapai ketinggian 3744,5m dpl. Awan panas guguran kadang-kadang terjadi melalui Kali Glidik sampai batas hutan. Di akhir tahun, letusan terjadi setiap 5 sampai 45 menit dengan tinggi asap maksimum 500m di atas bibir kawah, pasir dan debu terlontar sejauh lk 1km.

1973

Pembentukan kubah lava masih berlangsung selama Agustus. Letusan mencapai lk 1000m sering terjadi yang disertai aliran lava. Guguran lava pijar meningkat dan meluncur ke Besuk Sat dan Besuk Kobokan mencapai jarak 2km dari puncak, membakar hutan.

974

Kegiatan terus berlangsung, kubah lava makin tinggi.

1975 - 1976

Letusan di kawah utama disertai aliran lava.

1977

1 Desember terjadi guguran lava menghasilkan awan panas guguran berjarak 10km di Besuk Kembar  dengan volume endapan 6,4 juta m3 . Sebagian awan panas ini menyeleweng ke Besuk Kobokan. Sawah dan tegal seluas 110ha rusak di Desa Sumberurip, hutan pinus 450ha dan 1 jembatan rusak terbakar dan 2 buah rumah bilik hanyut.

1978

Letusan masih terjadi dengan tinggi asap maksimum mencapai 800m di atas tepi kawah. Awan panas guguran terjadi di Besuk Kembar 3 kali dalam bulan Maret dan 15 kali dalam bulan Mei dengan jarak luncur maksimum 7km.

1979

Letusan masih terjadi, guguran disertai awan panas meluncur ke Besuk Kembar mencapai jarak maksimum 3km.

1980

Letusan berlangsung setahun penuh, terjadi guguran diselingi awan panas ke Besuk Kobokan dan Besuk Kembar.

1981

Letusan - letusan kecil, lava mengalir lewat tepi kawah masuk ke Besuk Kembar dan membentuk lidah lava. Pada tanggal 28 Maret terjadi guguran lidah lava di Besuk Kembar diikuti awan panas guguran yang menyeleweng pada ketinggian 1400m dpl dan masuk ke Besuk Bang mencapai jarak maksimum 10km dari tepi kawah, tumpukan endapannya 6,2 juta m3. Suhu ladu atau endapan awan panas di dekat Dukuh Supit Tengah 120°C. Pada tanggal 29 Maret dan antara 3 dan 4 April terjadi beberapa kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 7km.

1982

Bulan Mei terjadi peningkatan jumlah letusan, guguran semuanya masuk ke Besuk Kembar, kadang disertai awan panas guguran mencapai jarak maksimum 3,5km dari kawah.

1983

Letusan berlangsung sepanjang tahun, guguran dan awan panas mencapai jarak luncur 3km di Besuk Kembar.

1984

16 Januari terjadi guguran kubah lava lama disertai awan panas guguran masuk ke Besuk Kobokan mencapai jarak luncur 2-4km.

1985

Letusan terjadi pada bulan Mei disertai awan panas guguran.

1986 - 1989

Letusan terus berlangsung diikuti awan panas guguran dengan tinggi asap maksimum 1,2km di atas tepi kawah, berselingan dengan pembentukan kubah lava.

1990

Nopember - Desember terjadi guguran kubah lava menghasilkan awan panas dan Kawah Jonggring Seloko terbuka sampai saat ini.

1992

Letusan stromboli dengan pembentukan kubah lava dan lidah lava sepanjang 1,5km dari kawah pada bulan  Nopember - Desember.

1994

2 Februari-15 Februari.

  • 2 Februari terjadi 9 kali letusan asap putih tebal dengan ketinggian 500m dan 34 kali guguran lava ke Besuk Kembar mencapai lk 1000m, disertai dengan meningkatnya gempa tremor selama 7 hari sebelum 3 Februari 1994.
  • 3 Februari pukul 03.50 terjadi letusan dan suara dentuman disertai hujan abu dan guguran lava membentuk awan panas guguran dari kubah lava dan lidah lava yang terbentuk sejak tahun 1992. Aliran awan panas guguran ini masuk ke Besuk Kobokan mencapai 11,5km, ke Besuk Kembar 7,5km dan ke Besuk Bang lk 3,5km. Volume awan panas tersebut diperkirakan mencapai 6,8 juta m3. Korban yang meninggal terlanda awan panas sebanyak 7 orang dan 2 orang hanyut oleh lahar pada tanggal 13 Februari 1994. Selanjutnya kegiatan berangsur menurun kembali menuju normal dengan aliran awan panas mencapai jarak lk 200- 750m dari puncak.

2002


































  • 11 Maret 2002 status G.api Semeru dinaikkan dari “Normal” menjadi “Waspada” sehubungan dengan adanya peningkatan jumlah gempa-gempa vulkanik dangkal maupun dalam sejak Januari 2002 dan mencapai puncaknya di bulan April 2002, masing-masing 10 dan 57 kali.
  • Terjadi peningkatan gempa tremor harmonis serie pertama di bulan Maret 2002 sampai dengan Juni 2002. Guguran lava pijar pun ikut meningkat secara tajam sejak April 2002 (610 kali) hingga Agustus 2002 (484 kali), namun sejak September hingga Desember 2002 menunjukkan penurunan (93-151 kali) kembali.
  • Penurunan guguran lava pijar digantikan oleh kemunculan aliran awan panas yang cukup signifikan di bulan Desember 2002, yang mengikuti munculnya kembali serie kedua gempa-gempa tremor harmonis sejak Agustus 2002. Gempa-gempa tremor harmonis ini mencapai puncaknya di bulan Desember 2002, dan sampai tanggal 3 Januari 2003 telah terjadi beberapa kali gempa tremor harmonis dengan amplitudo maksimum mencapai 4 mm.
  • 23 Desember 2002 terjadi 8 kali letusan di kawah utama.
  • 25 Desember 2002 terjadi 1 kali letusan.
  • 26 dan 27 Desember 2002 terjadi juga letusan di kawah utama masing-masing 7 dan 8 kali, yang diikuti oleh guguran lava pijar memasuki bagian hulu Besuk Kembar sejauh 250 meter pada tanggal 27 Desember 2002.
  • 29 Desember 2002 terjadi letusan di kawah utama sebanyak 7 kali.
  • 30 November 2002 awan panas guguran berjarak 5000 meter memasuki bagian hulu Besuk Bang. Awan panas berikut terjadi pada tanggal 13 Desember memasuki bagian hulu Besuk Bang dengan jarak luncur 5000 meter. Pada tanggal 16 Desember 2002 awan panas guguran kembali memasuki bagian hulu Besuk Kembar sejauh 4000 meter. Awan panas berikutnya terjadi pada tanggal 25 Desember 2002 memasuki bagian hulu Besuk Kobokan sejauh 5000 meter. Pada tanggal 28 Desember dua kali aliran awan panas guguran (17:26 dan 17:30) memasuki bagian hulu Besuk Kobokan, masing-masing sejauh 4000 meter.
  • Pukul 19:00 tanggal 29 Desember 2002 satu seri aliran awan panas guguran turun memasuki Besuk Bang sejauh 9000m mendekati dusun Supit Timur di sisi barat Besuk Bang, dan dusun Rawabaung di sisi timur Besuk Bang, masing-masing di ketinggian 750m dpl. Dusun Supit Timur terletak di punggungan yang terjepit di pertemuan antara sungai Besuk Bang dan Besuk Supit.
  • Aliran awan panas berikutnya terjadi pada tanggal 30 Desember 2002 pukul 07:20 memasuki Besuk Bang sejauh 2000m, dan kembali pada pukul 10:00 awan panas guguran memasuki Besuk Bang sejauh 2000 meter.
  • Pada tanggal 29 Desember 2002 dari pukul 17:00 s/d pukul 21:00, seismograf di Pos Pengamatan G.api Semeru di G. Sawur, mencatat pula adanya gempa banjir yang diperkirakan memasuki Besuk Bang, dan Besuk Kembangan.

Sejauh ini tidak terjadi korban jiwa maupun kerusakan rumah atau fasilitas umum baik di dusun Supit Timur maupun di dusun Rawabaung. Pagi hari tanggal 30 Desember 2002, Dusun Supit Timur telah dikosongkan oleh sebagian penduduknya, terutama anak-anak dan orang tua berusia lanjut. Para pemuda dan lelaki dewasa lainnya tetap berjaga-jaga di malam hari demi keamanan dusun tersebut secara keseluruhan.

2004

  • 20 Januari 2004 terjadi Awan panas guguran yang masuk ke Besuk  Bang sejauh 2500m kemudian pada tanggal 7 oktober kembali terjadi awan panas dengan jarak luncur 1000 m ke Besuk Bang. Awan panas terjadi dengan frekwensi lebih banyak pada bulan November dan desember dengan jarak luncur antara 1000–3000m menuju Besuk Bang.

2005

29 Desember 2005 terjadi Awan panas guguran yang masuk ke Besuk Bang sejauh masing-masing 1000, 1500 dan 2500m.

2007

15 Nopember 2007 terjadi awan panas guguran yang masuk ke Besuk Bang sejauh 1000m.

2008

  • 15 Mei 2008 terjadi guguran awan panas yang didahului oleh letusan asap dengan ketinggian + 600m. Arah awan panas ke Besuk Bang dengan jarak luncur 2500m.
  • 17 Mei 2008 terjadi guguran awan panas yang didahului oleh letusan asap dengan ketinggian + 500m. Arah awan panas ke Besuk Bang dengan jarak luncur 2000m.
  • 18 Mei 2008 terjadi 3x guguran awan panas yang didahului oleh letusan asap dengan ketinggian 500–600m. Arah awan panas ke Besuk Bang dengan jarak luncur 500, 1500, dan 2500m.
  • 19 Mei 2008 terjadi guguran awan panas yang didahului oleh letusan asap. Arah awan panas ke Besuk Bang dengan jarak luncur 1500m.
  • 21 Mei 2008 terjadi 6x guguran awan panas. Arah awan panas ke Besuk Bang, Besuk kembar dan Besuk Kobokan dengan jarak luncur  1000–3000 m.
  • 22 Mei 2008 terjadi 4x guguran awan panas. Arah awan panas ke Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2500m.

 

Karakter Letusan

Aktifitas G. Semeru tedapat di Kawah Jonggring Seloko yang terletak di sebelah tenggara puncak Mahameru. Letusan G. Semeru umumnya letusan abu bertipe vulkanian dan strombolian yang terjadi 3-4 kali setiap jam. Letusan tipe vulkanian dicirikan dengan letusan eksplosif yang kadang-kadang menghancurkan kubah dan lidah lava yang telah terbentuk sebelumnya. Selanjutnya terjadi letusan bertipe strombolian yang biasanya diikuti dengan pembentukan kubah dan lidah lava baru. Pada saat terjadi letusan eksplosif biasanya dikuti oleh terjadinya aliran awan panas yang mengalir ke lembah-lembah yang lebih rendah dan arah alirannya sesuai dengan bukaan kawah dan lembah-lembah di G. Semeru. Arah bukaan kawah G. Semeru saat ini mengarah ke arah tenggara atau mengarah ke hulu Besuk Kembar, Besuk Bang, Besuk Kobokan.

2

Letusan tahun 2005