Peningkatan Aktivitas G. Dieng Dari Level I (normal) Menjadi Level Ii (waspada)

I. Pendahuluan

Kawasan Dataran Tinggi Dieng merupakan suatu komplek gunungapi aktif tipe - A dan secara administratif masuk ke dalam wilayah: Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Gunungapi Dieng memiliki beberapa kerucuk vulkanik dan beberapa lapangan fumarole. Pada kurun waktu 20 tahun terakhir, Kawah Timbang dan Kawah Sileri tercatat paling sering mengalami peningkatan aktivitas dan erupsi.

Aktivitas di Kawah Timbang terjadi pada tanggal 23 Mei 2011, dan mengalami peningkatan kembali pada tanggal 27 Maret 2013, mengeluarkan aliran gas CO2 dengan konsentrasi yang sangat berbahaya sejauh maksimum 2 km kearah selatan, dengan tinggi asap maksimum mencapai 500 meter.

Aktivitas terakhir di Kawah Sileri terjadi pada tanggal 29 April 2021 berupa erupsi freatik. Erupsi ini tidak didahului oleh peningkatan gempa-gempa vulkanik yang signifikan, yang menandakan tidak ada suplai magma yang naik kepermukaan, erupsi tersebut disebabkan oleh terjadinya akumulasi tekanan uap air di level yang dangkal di bawah permukaan. Material yang dilontarkan berupa lumpur dengan radius kurang dari 500 meter. Tidak ada peningkatan konsentrasi gas-gas vulkanik seperti CO2, CO, H2S maupun SO2.

Aktivitas lainnya terjadi pada Kawah Siglagah pada tanggal 30 Juli 2021 yang berupa erupsi freatik atau pun semburan lumpur dengan radius semburan sekitar 10 meter.. Material semburan berupa lumpur, disertai suara dentuman yang sesekali terdengar hingga jarak 100 meter.

 

II. Pengamatan Visual dan Instrumental

2.1.     Visual

Pada kurun waktu tanggal 1 Januari 2023 – 7 Januari 2023, cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang. Suhu udara sekitar 12-20°C. Asap Kawah Sileri berwarna putih bertekanan lemah dengan intensitas tipis hingga tebal, tinggi asap antara 10 -60 meter dari permukaan kawah. Tidak tampak adanya aliran gas dari Kawah Timbang.

Pada kurun waktu tanggal 8 Januari 2023 -13 Januari 2023, cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang. Suhu udara sekitar 12-20°C. Asap Kawah Sileri berwarna putih bertekanan lemah dengan intensitas tipis hingga tebal, tinggi asap antara 10 -60 meter dari permukaan kawah. Tidak tampak adanya aliran gas dari Kawah Timbang.

 2.2.     Instrumental

Pada kurun waktu tanggal 1 Januari 2023 – 7 Januari 2023 tercatat 14 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 8-42.7 mm, S-P 0.52-1.8 detik dan lama gempa 7.3-15.2 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 40.1 mm, S-P 15 detik dan lama gempa 108 detik.

Pada kurun waktu tanggal 8 Januari 2023 – 13 Januari 2023 tercatat 6 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 13.4-42.7 mm, S-P 0.85-1.2 detik dan lama gempa 6.4-13.2 detik. 170 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 5.3-42.7 mm, S-P 0.4-5 detik dan lama gempa 5.87-22.5 detik. 2 kali gempa Terasa, skala I hingga II MMI dengan amplitudo 42.7 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 25.5-38.3 detik.5 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 12-42.7 mm, S-P 10.5-16.42 detik dan lama gempa 23-449.2 detik.

 

III. Evaluasi dan Potensi Bahaya

Berdasarkan data pengamatan visual dan instrumental terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang ditandai dengan meningkatnya kejadian Gempa Vulkanik Dalam dan Gempa Tektonik Lokal sejak 9 Januari 2023. Hal ini dapat mengindikasikan terjadinya “rekahan” di bawah permukaan sebagai akibat dari aktivitas vulkanik di Gunungapi Dieng.

Hasil pengukuran gas CO2 di Kawah Timbang pada kurun waktu tanggal 1 Januari 2023 – 13 Januari 2023 cenderung meningkat dengan rata-rata antara 0,09% - 0,11%. Sedangkan hasil pengukuran suhu air Kawah Sileri pada kurun waktu tanggal 1 Januari 2023 – 13 Januari 2023 antara 68,5-68,6oC dan suhu tanah di Kawah Sileri menunjukkan antara 21,6-21,7oC, menunjukkan relatif stabil..

Potensi bahaya yang bisa ditimbulkan akibat meningkatnya aktivitas vulkanik di Dieng saat ini adalah meningkatnya konsentrasi gas vulkanik terutama CO2 di Kawah Timbang, yang dapat diikuti oleh terjadinya aliran gas CO2; dan erupsi freatik di Kawah Sileri berupa semburan lumpur atau lontaran material. Erupsi freatik atau semburan lumpur bisa terjadi tanpa didahului oleh adanya peningkatan aktivitas baik visual maupun kegempaan.

 

IV. Kesimpulan dan Rekomendasi

1.  Berdasarkan hasil evaluasi secara menyeluruh maka tingkat aktivitas G.Dieng dinaikan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) terhitung sejak tanggal 13 Januari 2023 pukul 23:00 WIB dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

2.  Tingkat aktivitas G. Dieng dapat dievaluasi kembali jika terdapat perubahan aktivitas secara visual dan instrumental yang signifikan.

3.  Sehubungan dengan aktivitas G. Dieng dalam tingkat aktivitas Level II (Waspada), maka direkomendasikan:

  • Masyarakat dan wisatawan tidak mendekati Kawah Sileri pada jarak 1 km meter dari bibir kawah.
  • Masyarakat tidak melakukan aktivitas di Kawah Timbang, dan agar waspada jika melakukan penggalian tanah di sekitar Kawah Timbang karena dapat berpotensi terpapar gas CO2 yang berbahaya bagi kehidupan.
  • Masyarakat dan wisatawan agar tidak memasuki kawah-kawah di Komplek Dieng yang dapat berpotensi terjadi erupsi freatik berupa semburan lumpur atau lontaran material; dan dan di kawah-kawah dengan konsentrasi gas vulkanik yang tinggi dan berbahaya bagi kehidupan.
  • Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Dieng di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Telp. 085326951587 atau Pusat Vulkanologi dan MItigasi Bencana Geologi-Badan Geologi.
LAMPIRAN
Dieng 1 (140123)
Jumlah Gempa Harian G. Dieng
Dieng 2 (140123)
Grafik kegempaan, konsetrasi gas, suhu tanah, dan suhu kawah di Kawah Timbang.
Dieng 3 (140123)
Grafik kegempaan, konsetrasi gas, suhu tanah, dan suhu air kawah di Kawah Sileri
Dieng 4 (140123)
Peta Kawasan Rawan Bencana G. Dieng, Jawa Tengah Level II/Waspada