Press Release Aktivitas Vulkanik G. Ijen 6 Januari 2023

Gunungapi Ijen secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Secara geografi G. Ijen berada pada koordinat 08o03,30’ LS - 114o14,31’ BT dan memiliki danau kawah pada ketinggian 2145 mdpl. Gunungapi Ijen dipantau secara visual dan intrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi yang berada di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Aktivitas erupsi G. Ijen sejak tahun 1900 adalah berupa letusan-letusan freatik yang bersumber dari danau kawah. Pada tahun 2018 juga terjadi tiga kali semburan gas (CO2 outburst), yaitu pada tanggal 10 Januari 2018, 19 Februari 2018 dan 21 Maret 2018 merupakan semburan gas yang cukup besar yang diikuti oleh kejadian aliran gas menyusuri lembah Sungai Banyu Pait hingga mencapai jarak lebih dari 7 km. Peningkatan kegiatan terakhir terjadi pada 17 Januari 2020, berupa kenaikkan jumlah Gempa Vulkanik Dangkal.

Perkembangan terakhir aktivitas G. Ijen hingga tanggal 5 Januari 2023 pukul 24.00 WIB sebagai berikut :

  1. Terjadi peningkatan suhu air danau kawah dari 16oC pada bulan Desember 2022 menjadi 45.6oC pada tanggal 5 Januari 2023. Hal ini menunjukkan terjadinya pemanasan pada air danau kawah G. Ijen.
  2. Kegempaan G. Ijen sejak 1 Januari 2023 masih didominasi oleh gempa permukaan yaitu Gempa Vulkanik Dangkal yang terekam sebanyak 56 kali dan Gempa Hembusan yang terekam sebanyak 36 kali. Dengan adanya gempa-gempa pada kedalaman yang dangkal tersebut menunjukkan adanya akumulas tekanan yang disertai pula oleh proses pelepasan tekanan. Hal ini juga menyebabkan permeabilities batuan di dasar kawah G. Ijen meningkat sehingga memudahkan gas vulkanik bergerak ke permukaan.
  3. Teramati asap kawah berwarna putih tipis dengan tinggi sekitar 50 – 200 meter di atas puncak.
  4. Potensi bahaya yang bisa ditimbulkan dari aktivitas vulkanik di Gunung Ijen pada saat ini adalah munculnya gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi di sekitar kawah yang berasal dari aktivitas solfatara di dinding kawah Ijen dan juga difusi gas-gas vulkanik dari dalam kawah ke permukaan; terjadinya erupsi freatik berupa semburan gas dari danau kawah. Erupsi freatik bisa terjadi tanpa didahului oleh peningkatan aktivitas baik visual maupun kegempaan.

 Sehubungan dengan aktivitas G. Ijen dalam tingkat aktivitas Level I (Normal), maka direkomendasikan:

 

  1. Masyarakat disekitar G. Ijen dan pengunjung/wisatawan/penambang agar tidak mendekati bibir kawah maupun turun dan mendekati dasar kawah G. Ijen, serta tidak menginap di kawasan G. Ijen dalam radius 500 meter dari kawah.
  2. Masyarakat yang bertempat tinggal di sepanjang aliran Sungai Banyu Pait agar selalu waspada terhadap potensi ancaman aliran gas vulkanik yang berbahaya dan tetap memperhatikan perkembangan aktivitas G. Ijen.
  3. Jika tercium bau gas sulfur/belerang yang menyengat/pekat, maka masyarakat agar menggunakan masker penutup alat pernapasan. Untuk jangka pendek/darurat dapat menggunakan kain basah sebagai penutup alat pernapasan (hidung/mulut).

 

Sumber Data :

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Badan Geologi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

 

LAMPIRAN:

Visual Kawah Ijen Tanggal 4 Januari 2023 Pukul 10.46 WIB

Ijen-1

 

Peta Rekomendasi G. Ijen Pada Tingkat Aktivitas Level I (Normal).

Ijen-2