Penurunan Tingkat Aktivitas G. Awu

Penurunan tingkat aktivitas G. Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada)

Laporan evaluasi tingkat aktivitas G. Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, perioda 8 hingga 23 Agustus 2022, sebagai berikut:

I. Pendahuluan

Secara geografis, Gunung api Awu (G. Awu) terletak pada posisi koordinat 3.6828460 °LU dan 125.455980 °BT. Puncak G. Awu berada pada ketinggian 1320 m di atas permukaan laut. Secara administratif, G. Awu berada di Pulau Sangihe yang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

G. Awu diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berlokasi di Jl. Radar Tahuna, Kecamatan Apeng Sembeka, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

G. Awu memiliki interval erupsi berkisar antara 1 hingga 101 tahun. Erupsi terakhir terjadi pada Juni 2004, berupa erupsi magmatik menghasilkan kolom erupsi setinggi 3000 m di atas puncak. Tingkat aktivitas G. Awu adalah Level I (NORMAL) sejak 31 Oktober 2016, kemudian pada 12 Desember 2021 pukul 12.00 WITA dinaikkan menjadi Level II (WASPADA) terkait peningkatan jumlah gempa-gempa vulkanik. Pada 11 Mei 2022 pukul. 14.00 WITA, tingkat aktivitas G. Awu adalah Level III (SIAGA) terkait peningkatan jumlah gempa-gempa vulkanik yang semakin signifikan.

 

II. Pengamatan visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 25-50 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 23-31°C. Kelembaban 60-80%

 

III. Pengamatan instrumental

Jenis dan jumlah gempa yang terekam selama 8 hingga 23 Agustus 2022 (16 hari) adalah: 36 kali Gempa Hembusan, 9 kali Tremor Non-Harmonik, 93 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 137 kali Gempa Vulkanik Dalam, 4 kali Gempa Tektonik Lokal, 2 kali Gempa Terasa intensitas I hingga II MMI, dan 200 kali Gempa Tektonik Jauh.

 

IV. Potensi ancaman bahaya

Karakteristik erupsi Gunung Awu dapat bersifat magmatik eksplosif, efusif maupun freatik. Erupsi terakhirnya pada Juni 2004 menghasilkan kolom erupsi setinggi 3 km di atas puncak dan menyisakan kubah lava di dalam kawahnya yang memiliki diameter sekitar 370 meter dan tinggi sekitar 30 meter. Potensi bahaya G. Awu yang mungkin terjadi berupa erupsi magmatik menghasilkan lontaran material pijar dan/atau aliran piroklastik, maupun erupsi freatik yang didominasi uap, gas gunungapi maupun material erupsi sebelumnya.

Potensi pembongkaran kubah lava dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan.

Potensi bahaya lain berupa emisi gas gunungapi seperti CO, CO2, H2S, N2 dan CH4. Gas-gas tersebut dapat membahayakan jiwa jika konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.

Potensi bahaya sekunder jika erupsi telah terjadi berupa aliran lahar yang berasal dari material piroklastik yang jatuh di bagian lereng dan terbawa air hujan mengikuti alur-alur sungai yang berhulu dari G. Awu.

 

 V. Evaluasi dan rekomendasi

  1. Pengamatan visual (Lampiran 1) menunjukan saat ini masih terjadi aktivitas pelepasan gas diindikasikan dengan masih terekamnya Gempa Hembusan. Aktivitas hembusan gas pada periode ini bukan hanya terbatas di sekitar/dasar kawah seperti pada periode sebelumnya, tetapi sudah melampaui dinding kawah sehingga teramati dari arah PGA G. Awu, namun tidak menerus, hanya teramati dua kali selama periode pengamatan. Berdasarkan pengamatan warna dan intensitas, hembusan didominasi oleh gas/uap air, tidak ada material batuan/abu yang terbawa ke permukaan.
  2. Jumlah gempa-gempa vulkanik (Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal) berfluktuatif dan relatif masih tinggi (Lampiran 2 dan 3), tetapi jumlah kedua jenis gempa ini jauh lebih rendah dibandingkan periode Mei 2022 saat tingkat aktivitas dinaikkan menjadi Level III (Siaga). Terekamnya Gempa Vulkanik Dalam dan Dangkal ini mengindikasikan saat ini masih berlangsung proses peretakan batuan di bawah tubuh G. Awu diiringi dengan kenaikan fluida (batuan padat, gas, cairan) ke permukaan yang lebih dangkal, didukung dengan terekamnya Getaran Tremor yang menunjukkan adanya aktivitas permukaan. Namun demikian, grafik nilai RSAM (real seismic amplitude measurement) (Lampiran 4) berpola fluktuatif dan terindikasi stabil. Hal ini menunjukkan bahwa hingga akhir periode pengamatan, tidak terdeteksi adanya gempa-gempa yang memiliki energi besar.
  3. Pengamatan sejak Mei 2022 hingga saat ini menunjukkan tidak ada gejala kenaikkan kegiatan yang lebih signifikan yang menuju erupsi. Diduga rangkaian kenaikkan kegempaan pada Mei 2022 merupakan proses erupsi yang terhenti diakibatkan oleh kurangnya energi atau terhentinya supply magma di kedalaman tertentu sehingga magma tidak mencapai permukaan.
  4. Potensi ancaman bahaya G. Awu saat ini berupa erupsi magmatik eksplosif, aliran piroklastik dan efusif berupa aliran lava. Erupsi magmatik dapat diawali dengan erupsi freatik sebagaimana terjadi pada erupsi terakhir pada Juni 2004. Pembongkaran kubah lava dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan. Potensi bahaya lainnya berupa emisi gas beracun gunungapi yang dapat membahayakan jiwa jika konsentrasi yang terhirup melebihi ambang batas aman.
  5. Mengingat karakteristik erupsi G. Awu, potensi ancaman bahaya, hasil pemantauan visual dan kegempaan, maka tingkat aktivitas G. Awu dapat diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung sejak tanggal 24 Agustus 2022 pukul 14.00 WITA.
  6. Tingkat aktivitas G. Awu ini akan ditinjau kembali jika terdapat kemunculan gempa-gempa vulkanik yang berkaitan dengan proses supply magma (Gempa Low Frequency atau Tremor) dalam jumlah yang signifikan.
  7. Dalam tingkat aktivitas Level II (WASPADA), masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius 3 km dari kawah puncak Gunung Awu, terkait potensi bahaya gas vulkanik konsentrasi tinggi serta lontaran batuan jika terjadi erupsi freatik yang tiba tiba, tanpa didahului oleh gejala kenaikan aktivitas yang jelas.
  8. atau magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (Facebook, Twitter, dan Instagram @pvmbg_).
  9. Informasi aktivitas G. Awu dan koordinasi oleh Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten dapat juga diperoleh/dilaksanakan melalui Pos PGA G. Awu di Jl. Radar Kp. 116 Tahuna, Kelurahan Apengsembeka, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

 

Awu-1

Tinggi kolom hembusan gas G. Awu, 1 Januari – 23 Agustus 2022

 

Awu-2

Jumlah dan Jenis Gempa G. Awu, 1 Januari – 23 Agustus 2022

Awu-4

Jumlah dan Jenis Gempa G. Awu, 8 – 23 Agustus 2022

Awu-4

Nilai RSAM gempa G. Awu periode 1 Juli – 23 Agustus 2022 (stasiun KLGN)

 

Awu-5

Peta Kawasan Rawan Bencana G. Awu – Sulawesi Utara

 

File bisa di unduh disini