Peningkatan Status G. Raung

Peningkatan Status G. Raung dari Normal (Level I) menjadi Waspada (level II)

Hasil evaluasi kegiatan G. Raung di Provinsi Jawa Timur, periode 1 hingga 29 Juli 2022 sebagai berikut

I. PENDAHULUAN

Gunungapi Raung muncul di lereng sebelah barat kompleks Kawah Ijen, dengan tinggi puncaknya 3332 m di atas permukaan laut. Kawah G. Raung terletak di bagian dasar kalderanya dan sampai sekarang masih memperlihatkan aktivitas, yaitu ditandai dengan adanya hembusan solfatara/fumarola. Pada tanggal 27 November 2020, tingkat aktivitas G. Raung diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal) setelah tidak teramati adanya hembusan gas serta jenis gempa yang terekam hanya gempa Tektonik jauh dan gempa Tektonik lokal. Kegiatan vulkanik G. Raung dipantau dari Pos PGA yang terletak di bagian tenggara G. Raung, yaitu di Dusun Mangaran, Desa Sumber Arum, Kecamatan Songon, Kanupaten Banyuwangi, pada ketinggian 650 m dpl.

II. Hasil Pengamatan

2.1 Visual

Gunungapi Raung pada perioda 1 – 27 Juli 2022 terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang, tinggi sekitar 50 - 400 meter dari puncak. Pada tanggal 27 Juli 2022, pukul 17.19 WIB terjadi erupsi terekam pada sesimograf, namun secara visual dari pos tertutup kabut, berdasarkan laporan warga dari sisi lain tinggi erupsi diperkirakan 1000-1500 meter di atas puncak.

Anomali panas yang terdeteksi oleh citra satelit Terra dan Aqua di permukaan kawah terdeteksi pada tanggal 28 Juli 2022 sebesar 2 mW dan yang mengindiikasikan dinamika magma pada perukaan kawah G. Raung.

2.2 Kegempaan

Jenis gempa yang terekam selama periode 1 hingga 26 Juli 2022 yaitu Gempa Hembusan, Tremor, Tektonik Lokal dan Tektonik Jauh, dengan rincian 377 kali gempa Hembusan, 18 kali gempa Vulkanik Dangkal, 8 kali gempa Tektonik Lokal, 264 kali gempa Tektonik Jauh, dan gempa Tremor menerus dengan amplituda 0.5-8 mm (dominan 1 mm). Pada tanggal 8 – 19 Juli 2022 terjadi peningkatan Gempa Hembusan hingga mencapai rata rata 28 kejadian per hari.

2.3 Deformasi

Pemodelan GPS mengkonfirmasi bahwa telah terjadi inflasi di satu titik yang jaraknya lebih dari 10 km dari puncak pada permukaan kawah G. Raung periode Juni-Juli 2022 yang dapat disimpulkan bahwa terjadi migrasi massa pada kedalaman (2900 m di bawah puncak) yang menyebabkan perubahan dimensi 1,7 juta m3.

III. Evaluasi

  1. Secara visual warna asap yang muncul umumnya putih tipis, menunjukkan bahwa hembusan asap tidak membawa material abu. Namun pada tanggal 27 Juli 2022 Pukul 17.19 WIB terekam Gempa letusan yang menunjukkan terjadinya peningkatan tekanan secara tiba-tiba pada permukaan yang dangkal. Peningkatan ini terjadi setelah adanya peningkatan Gempa Vulkanik Dangkal, Gempa Hembusan dan Gempa Tektonik Jauh.
  2. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi pergerakan pusat tekanan menuju permukaan yang selanjutnya menghasilkan letusan eksplosif. Dengan masih terekamnya Gempa Tremor Menerus maka pergerakan fluida ke permukaan diperkirakan masih terjadi meskipun dalam tingkat yang rendah.
  3. Potensi ancaman bahaya saat ini berupa lontaran material batuan pijar, namun sebarannya masih terbatas di dalam kawah, sedangkan material berukuran abu dapat tersebar lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin.
  4. Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis kegempaan, serta belum stabilnya kondisi kawah Gunung Raung maka terhitung 29 Juli 2022, pukul 08:00 WIB, tingkat aktivitas G. Raung dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Pemantauan secara intensif terus dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas G. Raung dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Status kegiatan G. Raung akan dinaikan/diturunkan jika terjadi peningkatan/penurunan aktivitas.

 

IV. REKOMENDASI

Sehubungan dengan tingkat aktivitas G. Raung Waspada (Level II), maka direkomendasikan :

  1. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati pusat erupsi di kawah puncak dengan radius 3 km.
  2. Masyarakat di sekitar G. Raung diharap tenang tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Raung, dan agar senantiasi mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember.
  3. Pemerintah Daerah dan BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Pos Pengamatan Gunungapi Raung.
  4.  Masyarakat maupun pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi G. Raung melalui aplikasi/website MAGMA INDONESIA (Playstore/magma.esdm.go.id).

 

LAMPIRAN 1

Grafik Kegempaan G. Raung dan RSAM 1 Januari 2022 – 29 Juli 2022

raung-129722

raung-229722

LAMPIRAN 2

Pemodelan GPS G. Raung

raung-329722

LAMPIRAN 3

Anomali Panas pada G. Raung yang terdeteksi hingga kini

raung-429722

LAMPIRAN 4

Peta Kawasan Rawan Bencana G. Raung

 

raung-529722