Update Aktivitas Vulkanik Gunung Ili Lewotolok

Gunungapi Ili Lewotolok terletak pada koordinat 08o 16’ 15” LS dan 123o 30’ 18” BT dan ketinggian puncak 1319 m di atas permukaan laut. Secara administratif, berada dalam wilayah Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Status kegiatan Gunungapi Ili Lewotolok saat ini adalah Siaga (LEVEL III) sejak 29 November 2020. Pengamatan visual pada bulan Mei 2022 menunjukkan gunungapi umumnya terlihat jelas hingga tertutup kabut. Erupsi masih terjadi dan teramati asap kawah utama berwarna putih, kelabu, dan hitam dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi 50 – 1200 meter dari puncak. Tinggi kolom letusan berkisar antara 100-500 meter berwarna putih hingga kelabu. Aliran lava umumnya masih berada di areal kawah Gunungapi Ili Lewotolok.

Kegempaan G. Ili Lewotolok Pada bulan Mei 2022 masih didominasi oleh gempa-gempa yang berkaitan dengan aktivitas pelepasan material/gas ke permukaan seperti Gempa Letusan sebanyak 564 kali dan Gempa Hembusan sebanyak 3526 kali, Gempa Tremor Harmonik 148, Gempa Tremor Non-Harmonik 1449 kali, Gempa Vulkanik Dangkal 34 kali, 15 kali Gempa Vulkanik Dalam 51 kali, Tremor menerus dengan amplitude 0.1 – 20.9 mm (dominan 5 mm). Pengukuran jarak miring dengan metoda EDM menunjukkan nilai yang fluktuatif dalam rentang 2 cm dan secara umum mengalami inflasi pada perioda ini cenderung inflasi pada titik LWT 1 dan titik LWT2.

Pada tanggal 31 Mei 2022 teramati aliran lava telah melewati bibir kawah sebelah timur sejauh 500 meter namun dengan volume yang relatif rendah. Hal ini diperkirakan akibat aktivitas erupsi efusif (aliran lava) terjadi lebih intensif pada akhir bulan Mei 2022 yang disertai dengan meningkatnya gempa hembusan dan Gempa Tremor Non-Harmonik yang signifikan. Dengan demikian terjadi peningkatan material erupsi dan pemanasan di area kawah sehingga material erupsi telah melebihi daya tampung kawah. Aliran lava ini mengarah ke Desa Jontona yang berada di sisi sebelah timur dengan pemukiman terdekat berjarak sekitar 4 km dari puncak. Potensi bahaya dari kondisi ini adalah terjadinya guguran lava pijar ke arah timur tenggara dengan jarak luncur sekitar 1 - 2 km.

Berdasarkan data visual dan instrumental saat ini maka status Gunung Ili Lewotolok hingga tanggal 31 Mei 2022 ditetapkan masih pada LEVEL III (SIAGA). masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok. Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok. Seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi G. Ili Lewotolok setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui website https://magma.esdm.go.id atau melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).

Informasi aktivitas Gunung Ili Lewotolok dapat diperoleh dengan mengubungi Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ili Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur melalu nomer telepon 0812-4648-1377 atau Kantor Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung, Provinsi Jawa Barat melalui nomer telepon 022-7272606.

 

Lewotolok31522

Foto Visual aliran lava G. Ili Lewotolok Tanggal 31 Mei 2022 dari arah timur kawah