Penurunan Status Tingkat Aktivitas Gunungapi Agung, Bali

agung 2 juli

Evaluasi aktivitas Gunungapi Agung hingga 13 September 2021, sebagai berikut:

I.  Pengamatan visual

Visual gunungapi dalam periode 1 Januari – 13 September 2021 didominasi oleh asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 20-50 meter dari puncak. Erupsi terakhir terjadi pada 13 Juni 2019 pukul 01:38 WITA dan aktivitas permukaan yang terekam kini didominasi oleh hembusan gas vulkanik yang terjadi sesekali dengan intensitas lemah Secara visual dapat teramati jelas terjadi penurunan aktivitas permukaan kawah yang cukup signifikan. 

II.  Pengamatan instrumental

Kegempaan dalam periode 1 Januari – 13 September 2020 didominasi oleh gempa Tektonik Lokal, Tektonik Jauh, Vulkanik Dalam, dan Hembusan, dengan rincian 

  • 7 kali gempa Hembusan,
  • 1 kali gempa Vulkanik Dangkal,
  • 12 kali gempa Vulkanik Dalam,
  • 72 kali gempa Tektonik Lokal, dan
  • 404 kali gempa Tektonik.
 Jumlah kegempaan Vulkanik Dalam maupun Vulkanik Dangkal dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir secara umum mengalami penurunan. Saat ini kegempaan vulkanik yang terekam jumlahnya tidak signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa pergerakan magma ke permukaan yang terjadi intensitasnya rendah (Lampiran 1). Selain itu, gempa tektonik yang terekam tidak berkaitan secara langsung dengan aktivitas gunungapi.

Anomali panas di permukaan kawah terakhir terdeteksi oleh satelit Modis pada bulan Oktober 2019 dan setelah itu anomali panas tidak lagi teramati. Penurunan temperatur di permukaan kawah ini mengindikasikan penurunan suplai magma ke permukaan secara signifikan (Lampiran 1).

Data deformasi dalam kurun waktu satu tahun terakhir menunjukkan bahwa perubahan tekanan dalam sistem vulkanik G. Agung cenderung stabil dan belum mengindikasikan adanya akumulasi tekanan magma yang baru. 

III. Evaluasi dan rekomendasi
  1. Berdasarkan analisis dan pemodelan data pemantauan gunungapi secara komprehensif dapat disimpulkan bahwa aktivitas G. Agung mengalami penurunan yang signifikan dan menunjukkan indikasi kesetimbangan. Potensi bahaya primer untuk saat ini dapat berupa gas beracun di sekitar area kawah G. Agung.
  2. Potensi ancaman bahaya sekunder dapat berupa aliran lahar hujan yang terjadi terutama pada musim hujan, selama material erupsi-erupsi sebelumnya masih terpapar di area lereng dekat puncak. Area yang berpotensi terlanda aliran lahar hujan adalah aliran- aliran sungai yang berhulu di G. Agung terutama ke arah Utara, Timurlaut, Tenggara, Selatan dan Baratdaya.
  3. Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka tingkat aktivitas G. Agung diturunkan dari LEVEL II (WASPADA) ke LEVEL I (NORMAL) terhitung mulai tanggal 13 September 2021 pukul 13:00 WITA.
  4. Dalam tingkat aktivitas Level I (Normal), masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar membatasi aktivitas di area kawah puncak G. Agung.
  5. Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di G. Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area potensi landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di G. Agung.
  6. Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali dan/atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
  7. Seluruh masyarakat maupun Pemerintah Daerah, BNPB, BPBD Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Karangasem, dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi G. Agung setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui website https://magma.esdm.go.id dan/atau melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. Partisipasi masyarakat juga sangat diharapkan dengan melaporkan kejadian- kejadian yang berkaitan dengan aktivitas G. Agung melalui fitur Lapor Bencana. Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).

 

agung-1

Visual kawah terakhir dan anomali panas Gunung api Agung

agung-2

Grafik kegempaan G. Agung yang menunjukkan penurunan aktivitas hingga 13 September 2021

Agung-3

Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung api Agung

 

File Penurunan Status bisa di unduh disini