Press Release Kebakaran Hutan Di Lereng Gunungapi Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur Akibat Lontaran Lava Pijar 28 Juli 2021

Gunungapi Ili Lewotolok terdapat di wilayah Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan koordinat puncaknya berada pada 08°16'15" LS dan 123°30'18" BT (1423 mdpl). Gunungapi ini mengalami erupsi sejak akhir November 2020 dan masih terus berlangsung secara fluktuatif hingga saat ini.Aktivitas erupsinyadidominasi oleh tipe Strombolian atau erupsi yang disertai dengan lontaran lava pijar. Tingkat aktivitas G. Ili Lewotolok dinaikkan dari Level Il (Waspada) menjadi Level Ill (Siaga)pada 29 November 2020 pukul 13:00 WITA. 

Data Pemantauan:

  1. Pada tanggal 28 Juli 2021 pukul 00.23 WITA terjadi erupsi yang terekam di seismogram dengan amplitudo 45 mm dan durasi 49 detik. Erupsi disertai lontaran lava pijar dan dentuman kuat. Jangkauan lontaran lava pijar sejauh lk. 700-800 m ke segala arah. Selanjutnya pada pukul 07.22 WITA terjadi lagi erupsi yang terekam di seismogram dengan amplitudo 34 mm dan durasi 29 detik. Erupsi disertai lontaran lava pijar dan dentuman kuat, serta jangkauan lontaran lava pijar sejauh lk. 1000 m ke arah tenggara. Lontaran lava pijar hari ini mengakibatkan dan menjadi awal kebakaran vegetasi/hutan di lereng G. Ili Lewotolok.
  2. Tanggal 30 Juli 2021 pukul 08.40 WITA kembali terjadi erupsi yang terekam di seismogram dengan amplitudo 45 mm dan durasi 32,5 detik. Erupsi disertai lontaran lava pijar dan gemuruh kuat. Jangkauan lontaran lava pijar sejauh lk. 1000 m ke arah tenggara.

 

Analisis:

  1. Material erupsi yang terlontar ke arah hutan di sekitar gunungapi mengakibatkan terbakarnya vegetasi/hutan di lereng bagian selatan dan baratdaya G. Ili Lewotolok. Kemudian kebakaran meluas karena didukung oleh kondisi cuaca yang panas dan kering (musim kemarau) yangmencapai sektor tenggara danbarat.Sebaran api diperkirakan mencapai jarak 2 km dari puncak gunungapi. Kebakaran ini teramati hingga tanggal 29 Juli 2021 malam, kemudian pada 30 Juli 2021 pagi hari masih terpantau titik api namun perlahan mulai berkurang dan berangsur padam.
  2. Hingga saat ini kebakaran masih melanda wilayah yang berada di dalam radius 2 km dari puncak.PVMBG melalui Pos PGA Ili Lewotolok telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait kejadian kebakaran ini.


Potensi Bahaya:

Intensitas erupsi G. Ili Lewotolok masih tinggi dengan ancaman bahaya berupa lontaran lava pijar ke segala arah. Dengan faktor cuaca yang panas dan kering (musim kemarau) maka lontaran lava pijar masih dimungkinkan dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran di sekitar G. Ili Lewotolok. Selain itu, potensi ancaman bahaya erupsi G. Ili Lewotolok lainnya dapat berupa hujan abu yang penyebarannya bergantung arah dan kecepatan angin, longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak ke arah bukaan kawah (tenggara-timur), gas-gas vulkanik beracun seperti CO2, CO, dan SO2 di daerah puncak/kawah, dan aliran lahar pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok pada saat musim hujan.


Kesimpulan:  

  1. Aktivitas vulkanik G. Ili Lewotolok masih tinggi dan berada padaLevel III (Siaga) sejak 29 November 2020.Kebakaran hutan masih berpotensi terjadi jika erupsi dengan lontaran lava pijar menjangkau area vegetasi di lereng G. Ili Lewotolok.
  2. Masyarakat dihimbau untuk tetap mengikuti rekomendasi dari PVMBG dan mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah dan para pemangku kepentingan di wilayahnya.

Rekomendasi:

  1. Dalam tingkat aktivitas Level Ill (Siaga), masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok. Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah G. Ili Lewotolok.
  2. Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
  3. Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling G. Ili Lewotolok maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar terutama di saat musim hujan.
  4. Seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi G. Ili Lewotolok setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui website https://magma.esdm.go.id atau melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).
  5. Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Ili Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.
  6. Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Ili Lewotolok di Deşa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

 

lewotolo-1

Gambar 1. Kondisi kebakaran hutan di Gunung Ile Lewotolok pada 28 Juli 2021 pukul 23:17 WITA

lewotolo-2

Gambar 2. Kondisi kebakaran hutan di Gunung Ile Lewotolok pada 30 Juli 2021 pukul 19:40 WITA

lewotolo-3

Gambar 3. Kondisi kebakaran hutan di Gunung Ile Lewotolok pada 31 Juli 2021 pukul 05:53 WITA