Press Release Erupsi G. Ili Lewotolok 27 November 2020 Pukul 5:57 Wita

Logo_ESDM

Secara geografis, G. Ili Lewotolok berada pada koordinat 08°16'15" LS dan 123°30'18" BT (1423 mdpl). Secara administratif terdapat di wilayah Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gunungapi Ili Lewotolok diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan yang terdapat di Desa Laranwutun, Kecamatan Ili Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Tingkat aktivitas G. Ili Lewotolok adalah Waspada (Level II) sejak 7 Oktober 2017.

Data Pemantauan:

  1. Pasca status Waspada (Level II), visual tinggi asap G. Ili Lewotolok cenderung menunjukkan penurunan, dan dalam tiga bulan terakhir teramati tinggi asap rata-rata kurang dari 100 meter di atas puncak.
  2. Pasca status Waspada (Level II), kegempaan G. Ili Lewotolok berangsur menurun secara fluktuatif. Data kegempaan dalam tiga bulan terakhir (hingga 26 November 2020) terekam stabil dengan rata-rata harian sebesar 1 kali gempa Hembusan, 2 kali gempa Vulkanik Dalam, 1 kali gempa Tektonik Lokal, dan 1 kali gempa Tektonik Jauh. Untuk gempa lainnya terekam rata-rata kurang dari satu kejadian per hari.

Analisis:

Kronologi erupsi G. Ili Lewotolok 27 November 2020 pukul 5:57 WITA, diawali dengan terekamnya gempa Vulkanik Dalam (VA) tanggal 26 November 2020 pada pukul 19:47 WITA, kemudian terekam kembali secara beruntun pada pukul 19:51, 19:52, 19:53, dan pada pukul 22:55 WITA.

Pada tanggal 27 November 2020 terekam gempa Vulkanik Dalam pada pukul 2:42, 5:37, dan 5:56 WITA, dan gempa Tektonik Lokal pada pukul 4:11 WITA. Kemudian berlanjut terjadinya erupsi/letusan pada pukul 5:57 WITA, dan pasca letusan terekam tremor hingga pukul hingga pukul 7:50 WITA dengan amplitudo tremor 2-3 mm (dominan 2 mm).

Visual asap erupsi teramati dengan intensitas tebal berwarna abu-abu kehitaman dengan tinggi kolom asap sekitar 500 meter di atas puncak condong dan terbawa angin ke arah barat. Visual asap kembali berwarna putih dengan intensitas tebal sejak sekitar pukul 6:30 WITA tanggal 27 November 2020 dengan tinggi asap sekitar 500 meter di atas puncak.

Dengan data kegempaan dan visual seperti saat saat ini maka aktivitas G. Ili Lewotolok tergolong tinggi dan berpotensi terjadinya erupsi susulan.

Potensi Bahaya:

  1. Potensi bahaya G. Ili Lewotolok berupa lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat di dalam area radius 2 km dari puncak G. Ili Lewotolok (Kawasan Rawan Bencana III). Hujan abu berpotensi dapat menjangkau area yang lebih jauh tergantung dari arah dan kecepatan angin.
  2. Potensi bahaya lain berupa longsoran/guguran material lapuk dari bagian puncak yang merupakan bagian atas intrusi yang diperkirakan mempunyai volume sekitar 400.000 m3 mengarah ke tenggara. Selain itu terdapat potensi bahaya gas-gas vulkanik beracun seperti CO2, CO, dan SO2 di daerah puncak G. Ili Lewotolok.

Kesimpulan:

Tingkat aktivitas G. Ili Lewotolok saat ini berada pada status Waspada (Level II).

Rekomendasi:

  • Dalam tingkat aktivitas Waspada (Level II) direkomendasikan masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok dan pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah G. Ili Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 2 km dari puncak/pusat aktivitas G. Ili Lewotolok.
  • Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok diharap tetap tenang, dan seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan berita bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Ili Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.
  • Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar mengikuti himbauan Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten/Kota, BPBD Provinsi/Kabupaten beserta aparatur terkait lainnya sesuai dengan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi sehingga jika diperlukan upaya-upaya mitigasi strategis yang cepat, dapat dilakukan dengan segera dan tanpa menunggu waktu yang lama.