Penurunan Tingkat Aktivitas G. Raung, Jawa Timur

Logo_ESDM_Remake_FINAL-2

 

PRESS RELEASE

Penurunan tingkat aktivitas G. Raung, Jawa Timur

dari Level II (Waspada) ke Level I (Normal), 27 November 2020

  

Gunung api Raung merupakan salah satu gunung api aktif yang berada di Jawa Timur, dengan ketinggian puncak mencapai 3332 meter di atas permukaan laut. Gunung api ini merupakan gunung api strato berkaldera, dengan kawah utama Kaldera Raung berbentuk ellips dengan ukuran 1750 x 2250 m, dalamnya 400-550 m dari pematang gunung. Posisi G. Raung secara administratif termasuk dalam tiga wilayah Kabupaten, yakni Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember.

Tingkat aktivitas G. Raung adalah Level II (Waspada) sejak 17 Juli 2020.

 

Data pemantauan: 

1. Visual: Paska rangkaian erupsi Juli – Agustus 2020, selama periode 1 hingga 3 Oktober 2020, teramati asap kawah utama berwarna kelabu dengan intensitas sedang tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak. Erupsi masih terjadi pada tanggal 1 dan 2 Oktober 2020, menghasilkan kolom erupsi setinggi maksimum 300 m dari atas puncak, berwarna kelabu tebal. Sejak tanggal 4 Oktober hingga 26 November 2020, tidak teramati adanya hembusan gas atau pun kejadian erupsi efusif maupun eksplosif.

2. Kegempaan: Paska erupsi 2 Oktober 2020, kegempaan didominasi oleh gempa-gempa tektonik. Gempa-gempa Vulkanik (Tremor dan Hembusan) masih terjadi dengan jumlah yang tidak signifikan dan cenderung menurun, seiring dengan penurunan energi gempa yang dicerminkan dari penurunan grafik RSAM. Sejak 15 November 2020 jenis gempa yang terekam hanya Gempa Tektonik Jauh dan Tektonik Lokal.

3. Deformasi: Pengukuran deformasi dengan menggunakan GPS Geodetik kontinyu pada 3 (tiga) stasiun permanen menunjukkan pola deflasi (pengempesan) tubuh gunung api

 

Analisis:

Sejak awal Oktober hingga akhir November 2020, tidak teramati adanya hembusan gas dari arah kawah/puncak, seiring menurunnya jumlah gempa-gempa vulkanik, serta pola pengempesan tubuh G. Raung. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas vulkanik sudah menurun secara signifikan. Saat ini tidak terjadi aktivitas kenaikan magma di bawah tubuh G. Raung yang menuju pada peningkatan aktivitas vulkanik atau erupsi lebih lanjut.

 

Potensi bahaya:

Potensi ancaman bahaya erupsi G. Raung adalah aliran lava, dan lontaran batuan pijar di dasar kawah. Pada saat erupsi meningkat, jarak lontaran material batuan pijar dapat mencapai bibir kawah. Saat ini potensi ancaman bahaya berupa hembusan gas-gas vulkanik yang sebarannya terbatas di dasar kawah.

 

Kesimpulan: 

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, serta potensi ancaman bahaya nya, maka tingkat aktivitas G. Raung diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal), terhitung sejak tanggal 27 November 2020, pukul 09.00 WIB.

 

Rekomendasi: 

Dalam status Level I (Normal) agar masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak turun ke dasar kawah atau mendekati kawah yang ada di puncak, serta tidak berkemah di sekitar puncak/bibir kaldera/kawah G. Raung untuk menghindari potensi bahaya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan jiwa manusia.

 

Sumber data: 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Badan Geologi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi