Penurunan Status Gunungapi Slamet

Hasil evaluasi aktivitas Gunungapi Slamet - Provinsi Jawa Tengah hingga 9 Oktober 2020 sebagai berikut :

I. Pendahuluan

Gunungapi Slamet (G. Slamet) adalah gunungapi strato berbentuk kerucut dengan tinggi puncak 3432 mdpl. Secara administratif G. Slamet masuk ke dalam 5 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis puncak G. Slamet terletak pada posisi 7o 14’ 30” Lintang Selatan dan 109o 12’ 30” Bujur Timur. Tingkat aktivitas G. Slamet adalah Level I (Normal) sejak tanggal 9 September 2015. Aktivitas vulkanik G. Slamet terakhir terjadi pada Maret hingga Agustus 2014, berupa kenaikkan aktivitas diikuti erupsi menghasilkan material abu dan lontaran material pijar di sekitar kawah (Tipe strombolian).

Pada tanggal 9 Agustus 2019, tingkat aktivitas G. Slamet dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) setelah teramatinya peningkatan aktivitas secara kegempaan dan deformasi yang cukup signifikan, namun secara visual belum teramati adanya gejala erupsi.

Pemantauan aktivitas vulkanik G. Slamet dilakukan dari Pos PGA G. Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, berjarak sekitar 8.5 km sebelah utara dari puncak G. Slamet.

 

II. Data Pengamatan

1. Visual

Pengamatan visual Gunungapi Slamet dari periode Selasa, 1 September hingga Rabu, 30 September 2020 pada umumnya cuaca cerah hingga tertutup kabut dan hujan. Angin lemah hingga bertiup kencang ke arah timur, selatan dan barat. Suhu udara sekitar 21,1°- 24,0°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, tinggi berkisar 25 - 100 meter dari puncak.

Pengamatan visual Gunungapi Slamet dari periode Selasa, 1 Oktober hingga Rabu, 9 Oktober 2020 pada umumnya cuaca cerah hingga tertutup kabut dan hujan. Angin lemah hingga bertiup kencang ke arah selatan dan barat. Suhu udara sekitar 21,2°- 27,2°C. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, tinggi berkisar 25 - 50 meter dari puncak. 

 

2. Instrumental

  1. Kegempaan yang terekam selama periode 1 – 30 September 2020 adalah sebagai berikut: terekam 1211 kali gempa Hembusan dan 14 kali gempa Tektonik Jauh.
  2. Kegempaan yang terekam selama periode 1 – 9 Oktober 2020 adalah sebagai berikut: terekam 301 kali gempa Hembusan dan 3 kali gempa Tektonik Jauh.
  3. Kegempaan masih didominasi oleh gempa-gempa Hembusan. Aktivitas seismik dalam dua minggu terakhir menurun signifikan, ditandai dengan penurunan jumlah Gempa Hembusan dan Tremor menerus cenderung menghilang. Gempa Hembusan yang mendominasi rekaman kegempaan berasosiasi dengan aktivitas hembusan di kawah aktif yang menunjukkan aktivitas vulkanik dari sumber yang dangkal.
  4. Energi seismik masih berfluktuasi namun secara umum mulai menurun dan berada pada level normal.
  5. Pengukuran deformasi, terutama dari data Tiltmeter Stasiun Bambangan (terletak di lereng atas bagian timur dari G. Slamet) menunjukkan kenaikan yang mengindikasikan adanya penggembungan pada bagian atas tubuh G. Slamet, ditafsirkan berkaitan dengan aktivitas permukaan sebagaimana ditunjukan oleh aktivitas vulkanik dangkal Gempa Hembusan yang terus menurun dan cenderung stabil. Sedangkan Tiltmeter Stasiun Cilik (terletak di utara dari G. Slamet) cenderung datar/flat yang mengindikasikan tidak teramati adanya perubahan deformasi pada tubuh G. Slamet dari sumber yang dalam.
  6. Pengukuran suhu mata air panas (MAP) menunjukkan fluktuasi suhu MAP di daerah Guci namun berada pada pola relatif stabil.

 

III. Potensi Bahaya

Potensi bahaya yang mungkin terjadi saat ini adalah erupsi freatik tanpa ada gejala vulkanik yang jelas, disertai lontaran material pijar yang ancamannya berada di sekitar puncak. Erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah berpotensi terjadi tanpa ada gejala vulkanik yang signifikan. Potensi terjadinya lahar dapat berasal dari endapan abu/material erupsi dan curah hujan tinggi. Lahar berpotensi terjadi di lembah-lembah sungai yang berhulu di G. Slamet.

 

IV. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, tingkat aktivitas G. Slamet dinilai telah mengalami penurunan yang signifikan dan dapat diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal) terhitung sejak tanggal 9 Oktober 2020 pukul 12:00 WIB.

 

V. Rekomendasi

Dalam status Level I (Normal) ini direkomendasikan;

  1. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak berada/beraktivitas dalam radius 1 (satu) km dari kawah puncak G. Slamet.
  2. Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

 

LAMPIRAN

Slamet 1 (091020)

Kegempaan harian G. Slamet 1 Januari – 9 Oktober 2020

 

Slamet 2 (091020)

Zona Bahaya Erupsi G. Slamet per 9 Oktober 2020 (di dalam garis hitam putus-putus) ditampalkan pada Peta Kawasan Rawan Bencana G. Slamet